Langsung ke konten utama

KEMENPERIN DORONG PENDEKATAN TERINTEGRASI WUJUDKAN INDUSTRI 4.0.


Kementerian Perindustrian mendorong pendekatan terintegrasi untuk memajukan industri 4.0, di mana implementasi transformasi digital di sektor industri berpotensi besar meningkatkan produktivitas dan daya saing, mengurangi konsumsi energi, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas sumber daya di sektor tersebut.

Guna mewujudkan sasaran tersebut, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam dan Maritim (BBIHPMM) selaku satuan kerja di bawah naungan Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, menciptakan inovasi pelayanan Integrated Information System for Excellent Service (Indie-Services).

"Inovasi Indie-Services ini berbasis digitalisasi dan terintegrasi satu pintu yang mendekatkan harapan BBIHPMM untuk menjadi solusi kebutuhan industri," kata Kepala BSKJI Kemenperin, Doddy Rahadi lewat keterangannya di Jakarta, Minggu.

Beberapa waktu lalu, BBIHPMM menyelenggarakan Temu Pelanggan BBIHPMM Tahun 2022 di Makassar dengan mengusung tema .Transformasi BBIHPMM melalui Indie-Services Menuju Layanan Industri Berkelanjutan Guna Mewujudkan Industri Nasional yang Mandiri dan Berdaya Saing..

"Kemi terus meningkatkan kinerja pelayanan jasa oleh BBIHPMM dalam mengakomodasi kebutuhan layanan industri nasional, khususnya di Indonesia Timur, sehingga dapat menjadi lembaga mitra bagi industri dalam mewujudkan industri yang berkelanjutan, mandiri, dan berdaya saing," ujar Kepala BSKJI.

Doddy menyampaikan, Kemenperin mengamanahkan penambahan lingkup tugas dan fungsi kepada BBIHPMM, yang sebelumnya fokus pada hasil perkebunan, saat ini cakupannya meliputi industri mineral logam dan maritim.

"Kami menyadari tanggung jawab baru ini tentunya membutuhkan effort dan resources yang lebih besar oleh BBIHPMM," ujarnya. (end/ant)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Saham SMGR, PTPP, INDF dan ITMG oleh INDOPREMIER | 30 Juni 2022

INDOPREMIER 30 JUNI 2022 IHSG IHSG (6.900 – 6.980) : Indeks diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah. Target pelemahan indeks pada level 6.900 kemudian 6.860 dengan resist di level 6.980 kemudian 7.020. Saham SMGR SMGR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 7.450 kemudian 7.600 dengan support di level 7.150 cut loss jika break 7.000. Saham PTPP PTPP (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 950 dengan resist di level 975 kemudian 995. Saham INDF INDF (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 7.050 dengan resist di level 7.200 kemudian 7.300. Saham ITMG ITMG (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 31.200 dengan resist di level 31.950 kemudian 32.400. Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online

Analisa Saham ADRO | 30 Juni 2022

ADRO bergerak sideways dalam range 2860-3090 dalam beberapa hari terakhir ini. Jika ADRO berhasil menguat menembus resisten 3090, ADRO berpeluang melanjutkan uptrendnya menuju target 3250-3400. Rekomendasi: Trading buy kalau naik di atas 3090 1. Target 3250-3400 sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online

Rekomendasi Saham EXCL, ICBP, TINS dan BBCA oleh MNC SEKURITAS | 30 Juni 2022

MNCS Daily Scope Wave  30 Juni 2022 IHSG kembali ditutup terkoreksi, kali ini terkoreksi 0,8% ke level 6,942 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Apabila IHSG break dari level support terdekatnya di 6,920, maka IHSG akan menguji rentang area 6,786-6,860 untuk membentuk wave [b] pada label hitam. Namun, apabila IHSG masih mampu bergerak di atas 6,860 maka IHSG masih berpeluang menguat kembali untuk menguji area 7,070-7,172 membentuk label merah. Support: 6,860, 6,800 Resistance: 7,070, 7,138 EXCL - Buy on Weakness Pada perdagangan kemarin (29/6), EXCL ditutup terkoreksi 3% ke level 2,550, koreksi EXCL pun tertahan oleh level MA20-nya. Kami memperkirakan, selama EXCL masih mampu bergerak di atas 2,230 sebagai supportnya, maka posisi EXCL saat ini sedang membentuk akhir dari wave [b]. Hal tersebut berarti, koreksi dari EXCL dapat dimanfaatkan untuk BoW. Buy on Weakness: 1,820-1,900 Target Price: 2,720, 2,940 Stoploss: below 2,230 ICBP - Buy on Weakness ICBP ditutup terkoreksi 0,5% ke