Langsung ke konten utama

PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) Catat Produksi Bauksit Sebesar 881 Ribu WMT Di Enam Bulan Pertama 2022


PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM; IDX: ANTM; ASX: ATM) anggota MIND ID - BUMN Holding Industri Pertambangan, mengumumkan bahwa Pada periode 1H22, Segmen Bauksit dan Alumina ANTAM memberikan kontribusi yang positif bagi profitabilitas Perusahaan.

Dalam siaran pers (29) disebutkan bahwa Pada periode 1H22, Segmen Bauksit dan Alumina ANTAM memberikan kontribusi yang positif bagi profitabilitas Perusahaan.

Produksi bauksit pada 1H22 tercatat sebesar 881 ribu wmt dengan tingkat penjualan bauksit mencapai 661 ribu wmt, atau meningkat 13% jika dibandingkan volume penjualan 1H21 sebesar 587 ribu wmt.

Pada 2Q22, kinerja penjualan bauksit ANTAM mencapai 559 ribu wmt, tumbuh signifikan dibandingkan penjualan pada periode 1Q22 sebesar 102 ribu wmt. Pada tahun 2022, selain penjualan ekspor, Perusahaan berfokus pula dalam pengembangan pernjualan bauksit di pasar dalam negeri. Terkait dengan produk Chemical Grade Alumina (CGA), pada periode 1H22 tingkat produksi alumina mencapai 73.893 ton alumina, tumbuh 157% dari produksi 1H21 sebesar 28.710 ton alumina. Capaian produksi alumina 2Q22 mencapai 40.063 ton alumina, tumbuh 18% dari produksi 1Q22 sebesar 33.830 ton alumina. Pada 1H22, capaian penjualan alumina mencapai 74.143 ton alumina, tumbuh 21% dibandingkan volume penjualan 1H21 sebesar 61.241 ton alumina. Pada 2Q22, volume penjualan alumina mencapai 39.321 ton alumina, naik 13% dari capaian 1Q22 sebesar 34.822 ton alumina.

Implementasi strategi operasional yang tepat mendukung pertumbuhan profitabilitas Segmen Bauksit dan Alumina ANTAM. Pada 1H22, kontribusi penjualan Segmen Bauksit dan Alumina mencapai Rp889 miiar, tumbuh 45% YoY dari periode 1H21 sebesar Rp614 miliar. Penguatan profitabilitas segmen tercermin pula pada capaian laba bersih periode berjalan Segmen Bauksit dan Alumina yang mencapai Rp85 miliar pada 1H22, tumbuh secara siginifikan dibandingkan pencatatan rugi bersih periode berjalan pada 1H21 sebesar Rp306 miliar.

Pengembangan Bisnis Perusahaan Melalui Penguatan Hilirisasi Mineral Utama

Terkait dengan proyek pengembangan usaha, sepanjang 1H22, ANTAM terus melanjutkan penyelesaian proyek pembangunan pabrik feronikel berkapasitas 13.500 TNi per tahun di Halmahera Timur beserta dengan infrastruktur pendukung pabrik yang telah memasuki fase konstruksi proyek. Pada Maret 2022, ANTAM dan PT PLN telah melakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) terkait pengadaan pasokan listrik Smelter Feronikel Halmahera Timur di Maluku Utara untuk periode 30 tahun ke depan.

Terkait dengan inisiatif pengembangan hilirisasi nikel untuk baterai kendaraan listrik, pada April 2022, ANTAM bersama-sama PT Industri Baterai Indonesia (Indonesia Battery Corporation (IBC)), dan PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co, Ltd (CBL) telah melakukan penandatanganan Framework Agreement terkait insiatif pengembangan untuk inisiatif proyek baterai kendaraan listrik (EV Battery) terintegrasi.

ANTAM dan IBC juga menandatangani perjanjian serupa dengan LG Energy Solution. Sebagai bagian dari implementasi mewujudkan inisiatif pengembangan industri baterai kendaaraan listrik berbasis nikel, pada tanggal 23 Agustus 2022, Perusahaan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) guna meminta persetujuan kepada para pemegang saham atas rencana ANTAM melaksanakan aktivitas spin-off sebagian segmen usaha pertambangan nikel yang berlokasi di Halmahera Timur, Maluku Utara kepada kepada entitas Anak Usaha terkendali Perseroan yaitu PT Nusa Karya Arindo (NKA) dan PT Sumberdaya Arindo (SDA).

Pada Mata Acara RUPSLB Pertama, para pemegang saham menyetujui rencana spin-off yang diajukan oleh Perusahaan. Selain itu pada Mata Acara RUPSLB Kedua, para pemegang saham menyetujui pengajuan rencana Perusahaan untuk mengalihan kekayaan Perseroan berupa saham milik Perseroan di Anak-Anak Usaha ANTAM yaitu PT NKA dan PT SDA, dimana ANTAM akan tetap menjaga kepemilikan mayoritas di kedua Anak Usaha tersebut.

Selain itu sejalan dengan upaya ANTAM untuk meningkatkan nilai tambah produk bijih nikel laterite yang dimiliki, pada Agustus 2022, ANTAM mendandatangani Perjanjian Pendahuluan (Heads of Agreement) dengan CNGR Advanced Material Co., Ltd. untuk mengembangkan proyek Kawasan Industri dengan membangun fasilitas pengolahan nikel menggunakan teknologi Oxygen-Enriched Side-Blown Furnace (OESBF) untuk memproses bijih nikel laterit dengan kapasitas produksi mencapai 80.000 ton nikel dalam matte, yang akan menghasilkan bahan baku baterai untuk energi baru/kendaraan listrik. Dalam pengembangannya, proyek ini akan memaksimalkan dan memfasilitasi penerapan energi hijau untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dalam hal pengembangan hilirisasi komoditas bauksit, saat ini Perusahaan terus berfokus dalam pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, yang dikembangkan bersama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) dengan kapasitas pengolahan sebesar 1 juta ton SGAR per tahun.

Perusahaan meyakini, melalui implementasi sinergi program-program pengembangan berbasis hilirisasi yang dilaksanakan secara prudent dan cermat merupakan upaya masa kini untuk membangun fondasi pengembangan bisnis dan kinerja di masa depan sehingga Perusahaan dapat memberikan nilai tambah yang positif dan berkesinambungan kepada Negara, masyarakat, para pemegang saham dan pemangku kepentingan.(end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi saham BBRI, BMRI, PNBS dan TLKM oleh Indopremier | 27 September 2022

Indopremier 27 September 2022 IHSG (7.080 – 7.180) :  Indeks diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 7.180 kemudian 7.230 dengan support di level 7.080 kemudian 7.030. BBRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 4.600 kemudian 4.660 dengan support di level 4.480 cut loss jika break 4.420. BMRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 9.375 kemudian 9.450 dengan support di level 9.125 cut loss jika break 9.000. PNBS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 90 kemudian 93 dengan support di level 84 cut loss jika break 81. TLKM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 4.520 kemudian 4.580 dengan support di level 4.400 cut loss jika break 4.340. XISC (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 740 dengan resist di level 752 kemudian 757. XMTS (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 503 dengan resist di level 511 kemudian 515. XPLC (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 534 dengan resist di level 544 kemudian 549.

Rekomendasi Saham ERAA dan HRUM oleh NH Korindo | 28 September 2022

NH Korindo 28 September 2022 Saham ERAA Tepat di Support jk.menengah. RSI positive divergence. Candle : long-leg Hammer (bullish reversal). Speculative Buy . Entry Level: 440. Average Up >448 Target: 456 / 462-464 / 480-482. Stoploss: 434. Saham HRUM Tepat di Support lower channel (green). Speculative Buy. Entry Level: 1840. Average Up >1855. Target: 1905 / 2000 / 2050 / 2100. Stoploss: 1790. - Informasi lengkap pasar saham ada di  Website Saham Online.    Materi belajar trading dan investasi saham ada di   Channel Youtube Saham Online. 

Analisa Saham SIDO | 26 September 2022

Analisa Saham SIDO Pada Jumat (23/9), harga saham SIDO ditutup stagnan di level Rp 700 per saham. Muncul Hammer candle dan bertahan di atas MA20 dengan RSI menguat dan MACD & Stochastic bergerak naik meski volume perdagangan menurun. Rekomendasi: Buy on Weakness Support: Rp 685 Resistance: Rp 790 Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki- Informasi lengkap pasar saham ada di  Website Saham Online.    Materi belajar trading dan investasi saham ada di   Channel Youtube Saham Online.