google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham Online Indonesia Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Saham VIVA

Visi Media Asia (VIVA) Catat Pendapatan Turun 32,26% di Semester I-2023

PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) mencatatkan penurunan kinerja bisnis selama periode semester I-2023. Hal ini disebabkan oleh menyusutnya pendapatan iklan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip pada Minggu (27/8), pendapatan iklan berkontribusi sebesar Rp 602,46 miliar atau setara 97,29% dari total pendapatan usaha VIVA yang senilai Rp 619,22 miliar di semester I-2023. Pendapatan iklan selama semester pertama lalu mengalami penurunan 32,75% secara tahunan atau YoY dari Rp 895,98 miliar pada semester I-2022. Selain itu, penurunan juga terjadi pada pendapatan non iklan. Di mana, angkanya tercatat sebesar Rp 16,75 miliar, dari posisi sebelumnya Rp 18,24 miliar di semester I-2022. Walhasil, pendapatan usaha menyusut 32,26% yoy menjadi Rp 619,22 miliar per semester I-2023. Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan usaha VIVA masih mencapai Rp 914,22 miliar. Per akhir Juni 2023, VIVA tercatat membukukan penurunan beban usaha sebesar...

PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) Raih Pendapatan Usaha Rp619,92 Miliar Hingga Juni 2023

PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) meraih pendapatan usaha sebesar Rp619,92 miliar hingga periode 30 Juni 2023 turun dari pendapatan usaha Rp914,23 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, beban usaha turun menjadi Rp723,62 miliar dari beban usaha Rp878,74 miliar dan rugi usaha diderita Rp104,39 miliar usai meraih laba usaha Rp35,49 miliar. Beban lain-lain neto turun menjadi Rp386,11 miliar dari beban lain-lain neto Rp675,00 miliar dan rugi sebelum pajak diderita Rp490,51 miliar turun dari rugi sebelum pajak Rp639,51 miliar. Rugi yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp504,95 miliar dari rugi yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp659,11 miliar. Total aset perseroan mencapai Rp9,23 triliun hingga periode 30 Juni 2023 naik dari total aset Rp8,87 triliun hingga periode 31 Desember 2022. (end) Sumber: iqplus - Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di   Channel Youtube Saham Online...

[VIVA] PT Visi Media Asia Tbk menyetujui penjualan 39% saham Intermedia

PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) resmi menyetujui rencana penjualan 39% saham di perusahaan induk PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam konferensi pers yang digelar, dijelaskan besaran saham yang dilepas VIVA setara dengan Rp15,29 miliar saham kepada Reliance Capital International Limited (RCIL), pihak yang disetujui kreditur untuk melaksanakan jual beli saham tersebut. Penjualan saham MDIA dilakukan dengan nilai US$171,8 juta atau setara dengan Rp2,43 triliun atau Rp158 per saham. "Dengan diselesaikannya transaksi penjualan saham ini, VIVA akan menjadi perseroan bebas utang atau debt free company," ujar Presiden Direktur VIVA, Anindya Novyan Bakrie mengatakan dalam konferensi pers yang berlangsung virtual, Senin (15/3). Sementara itu, dalam keterbukaan Informasi yang dikeluarkan Rabu (10/3) lalu, manajemen VIVA menjelaskan bahwa transaksi penjualan saham MDIA merupakan bagian dari skema penyelesaian atau pelunasan seluruh ut...

[VIVA] PT Visi Media Asia Tbk Akan Lepas 39% Saham Anak Usaha PT Intermedia Capital Tbk.

PT Visi Media Asia Tbk.(VIVA) akan melepas 39 persen saham anak usaha PT Intermedia Capital Tbk. senilai US$171 juta dolar atau setara Rp2,4 triliun kepada Reliance Capital International Limited. Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan VIVA, penjualan saham tersebut merupakan bagian dari skema pelunasan seluruh utang perseroan dana dua entitas anak usaha berdasarkan senior facility agreement sebagaimana disepakati dalam perjanjian penyelesaian utang pada 22 Desember 2020 lalu. Menurut manajemen VIVA, posisi akhir dari pokok pinjaman yang terutang mencapai US$239,76 juta, terdiri dari pokok utang junior facility agreement senilai US$78,37 juta dan senior facility agreement sebesar US$161,39 juta. Untuk diketahui, pinjaman senior dan junior tersebut bermula pada 1 November 2013 yang mana PT Cakrawala Andalas Televisi dan PT Lativi Mediakarya meneken perjanjian pinjaman senilai US$230 juta. CAT merupakan pengelola stasiun televisi ANTV sedangkan LM pengelola TVOne. Pada 2017, p...

Saham VIVA | PENDAPATAN VIVA Rp458,89 MILIAR HINGGA MARET 2020

IQPlus, (11/08) - PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) meraih pendapatan usaha sebesar Rp458,89 miliar hingga periode 31 Maret 2020 turun dari pendapatan usaha Rp522,96 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan seperti dikutip Selasa menyebutkan, beban usaha turun menjadi Rp477,72 miliar dari Rp520,77 miliar membuat rugi usaha diderita Rp18,82 miliar usai meraih laba usaha Rp2,19 miliar tahun sebelumnya. Rugi selisih kurs diderita Rp723,46 miliar usai meraih laba kurs Rp58,92 miliar tahun sebelumnya menjadikan beban lain-lain neto naik tajam menjadi Rp982,36 miliar dari beban lain-lain neto Rp68,45 miliar tahun sebelumnya. Rugi sebelum beban pajak penghasilan Rp1,00 triliun naik tajam dari rugi sebelum beban pajak Rp66,5 miliar tahun sebelumnya. Rugi yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk naik menjadi Rp963,72 miliar dari rugi Rp90,45 miliar tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp8,49 triliun hingga periode 31 Maret 2020 turun dari total aset Rp...

Saham VIVA | RUGI VISI MEDIA ASIA TURUN HINGGA PERIODE 31 DESEMBER 2019

IQPlus, (26/06) - PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) alami penurunan rugi yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga periode 31 Desember 2019 menjadi Rp550,83 miliar dari rugi Rp1,10 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, pendapatan usaha turun menjadi Rp2,12 triliun dari Rp2,40 triliun dan beban usaha turun menjadi Rp2,15 triliun dari Rp2,34 triliun dan rugi usaha diderita Rp31,92 miliar usai meraih laba usaha Rp57,37 miliar tahun sebelumnya. Namun beban lain-lain neto turun tajam menjadi Rp473,76 miliar dibandingkan beban lain-lain neto tahun sebelumnya yang Rp1,14 triliun membuat rugi sebelum beban pajak surut menjadi Rp505,67 miliar dari rugi sebelum beban pajak tahun sebelumnya yang Rp1,09 triliun. Total aset perseroan hingga periode 31 Desember 2019 mencapai Rp8,57 triliun naik dari total aset Rp8,02 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Rekomendasi Saham BBNI, CLEO, MYOR dan VIVA | Panin Sekuritas

Daily Technical 9 Oktober 2019 Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Rabu 9 Oktober 2019. IHSG ditutup menguat sebesar 39,01 poin (+0.65%) menuju level 6.039,60 pada perdagangan hari Selasa 8 Oktober 2019 kemarin. IHSG masih dalam pengujian level 6.000 dan sejauh ini berhasil, dan terlihat tertolong dari sentimen damai dagang yang berdasarkan kabar media, semakin terasa dan dekat sehingga bursa Asia mengalami penguatan pada awal perdagangan. Hari ini IHSG berpotensi menguat dalam range 6.000 s/d 6.080. BBNI Technical Pattern: Membentuk pola bullish harami, berpotensi mengalami technical rebound. Rekomendasi: Buy 6800 s/d 6825, TP 7000 s/d 7100, stop loss CLEO Technical Pattern: Mengkonfirmasi pola pennant, berpotensi melanjutkan penguatan. Rekomendasi: Buy 565 s/d 575, TP 600, stop loss MYOR Testing Resistance: Menguji resistance pada 2520, dapat dijadikan target mengingat posisi harga yang masih jauh. Rekomendasi: Buy 2300 s/d 2340, TP...

Analisa Saham BBRI, KBLI, TRAM dan VIVA

Analisa Saham BBRI, KBLI, TRAM dan VIVA (Baca juga: Memahami Strategi Sell on Strength ) BBRI menuju penutupan gap pada level 4100. Namun hari ini diperkirakan pergerakan akan sedikit mendatar karena terhadang resistance psikologis 4000. Rekomendasi: buy 3900 s/d 3920, TP 4000 s/d 4100, stop loss KBLI mencoba kembali uptrend dengan membentuk support pada 500. Lakukan pembelian selama support ini tidak ditembus turun. Rekomendasi: buy and hold >500, TP 550 s/d 600, stop loss TRAM menguji resistance MA60 dengan membentuk pola bullish engulfing. Jika MA60 ini berhasil ditembus maka penguatan akan berlanjut. Rekomendasi: buy on breakout 130, TP 150, stop loss VIVA menguat menguji resistance EMA26 dengan pola bullish engulfing. Jika pola ini terkonfirmasi maka penguatan akan berlanjut. Rekomendasi: buy on breakout 132, TP 150, stop loss Panin Sekuritas

Saham VIVA | VIVA Mengundang Investor Baru

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) berniat menerbitkan saham baru lewat penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMT-HMETD). Anak usaha Grup Bakrie ini menggelar aksi private placement untuk memperkuat struktur modal. Visi Media akan menerbitkan maksimal sebanyak 1,65 miliar unit saham. Angka ini setara 10% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh perusahaan. Presiden Direktur PT Visi Media Asia Tbk Anindya Novyan Bakrie mengemukakan private placement akan dilaksanakan setelah mendapatkan calon investor yang berminat. Selanjutnya akan diketahui berapa harga pelaksanaan private placement tersebut. "Saham akan ditawarkan secara terbuka kepada publik, pemegang saham sebelumnya, pemegang saham dari Grup VIVA, maupun berbagai mitra," kata dia, Kamis (25/4). Kelak, modal yang diraih dari penambahan saham baru tersebut akan ditempatkan dan disetorkan di seri A. Penambahan ini menaikkan 9,09% jumlah modal yang ditempatkan d...

Analisa Saham VIVA | Sinyal Positif

ANALISA SAHAM VIVA Pada perdagangan kemarin saham VIVA menguat sebesar +6.67% dengan di tutup di 160 naik 10 point. Pada perdagangan kemarin saham VIVA ditutup dengan berhasil cross up MA 20 dengan Volume lebih besar dari pada Volume rata-rata (20). Secara Trend saham VIVA masih dalam kondisi konsolidasi dan secara major trend masih dalam posisi uptrend. Setelah berhasil membuat Higher Low , kemungkinan besar Saham VIVA akan membuat Higher Highnya.  Jika dilihat dari indikator MACD , saham VIVA MACD nya 1-2 hari lagi akan Golden Cross , sehingga akan memberikan signal positif untuk para trader technicalist.  Trading Idea :  Buy : 155-158  CL : 138-140  TP : 175-178  #DisclaimerON  **Lakukan Analisa ulang sebelum melakukan pembelian Reference: TradingView

Saham VIVA | Bayar Utang dan Cari Modal Kerja, Visi Media (VIVA) Gelar Private Placement

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) mencari dana segar untuk membayar utang dan menambah modal kerja. Perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Bakrie ini akan menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Sesuai ketentuan, VIVA dapat menerbitkan maksimal 10% saham baru dari modal ditempatkan dan disetor penuh, atau sekitar 1,65 miliar saham. Nantinya, dana dari private placement itu akan digunakan untuk membayar sebagian utang anak usaha VIVA, PT Lativi Mediakarya yang jatuh tempo pada Oktober 2019 mendatang. Nilainya mencapai US$ 9,41 juta.  Utang tersebut merupakan bagian dari senior facility agreement tahun 2017 yang sebesar US$ 173,60 juta. Utang ini dijamin oleh VIVA. Selain untuk membayar utang, hasil private placement juga digunakan untuk pengembangan usaha VIVA di tahun ini.  Berdasarkan prospektus VIVA yang terbit Senin (18/3), perusahaan berencana menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk a...

Berita Saham VIVA | VIVA Naik Lagi, Benarkah Pieter Tanuri & Erick Thohir Masuk?

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) dikabarkan sedang diborong sejumlah investor kakap. Ini membuat harga saham berkode VIVA tersebut terus menguat dalam beberapa waktu terakhir.  Nama Pieter Tanuri dan Erick Thohir dikabarkan menjadi pemborong saham VIVA, berdasarkan informasi dari pelaku pasar yang mengetahui rencana tersebut.  Dari awal tahun hingga penutupan perdagangan hari ini, Senin (11/2/2019), harga saham VIVA sudah tercatat naik 35,88%. Hari ini saja harga saham VIVA tercatat naik 6,59% dengan volume perdagangan yang cukup besar sebanyak 55,3 juta saham senilai Rp 9,58 miliar.  CNBC Indonesia mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada Pieter Tanuri, yang juga merupakan Presiden Direktur PT Multistarda Arah Sarana Tbk (MASA). Pieter masih enggan menanggapi hal tersebut, dan mengatakan kabar tersebut sengaja dihembuskan untuk menaikkan harga saham. Beberapa waktu lalu, Produsen ban asal Perancis, Michelin mengumumkan mengakuis...

Analisa Saham AALI, BBKP, SOCI dan VIVA | 25 Januari 2019

Daily Technical 25 Januari 2019 Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Jumat 25 Januari 2019. IHSG ditutup menguat sebesar 15,5 poin (+0.16%) menuju 6.466,65 pada perdagangan hari Kamis 24 Januari 2019 kemarin. IHSG kembali menguat setelah mendapat “suntikan” dana investor asing menjelang penutupan pasar. Perhatian pasar hari ini adalah pada rupiah dan masih ada atau tidaknya nett buy investor asing. Namun jika memperhitungkan nett buy masih berlangsung sampai dengan kemarin, maka idealnya kenaikan IHSG akan berlanjut terus sampai mereka berbalik menjual. Hari ini IHSG berpotensi menguat dalam range 6.420 s/d 6.500. AALI membentuk pola hammer dengan posisi harga yang memantul dari support MA5 (bagian dilingkari), berpotensi rebound pada hari ini. Rekomendasi: buy 13150, TP 13500, stop loss BBKP membentuk pola bullish kicking yang menandakan penguatan akan berlanjut. Rekomendasi: buy 354 s/d 360, TP 370 s/d 400 (swing), stop loss ...

Saham VIVA | PT Visi Media Asia Tbk Rugi 200an Milyar

VISI MEDIA ASIA RUGI Rp204,44 MILIAR HINGGA JUNI 2018. IQPlus, (30/10) - PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) mencatat rugi yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk hingga periode 30 Juni 2018 sebesar Rp204,44 miliar usai meraih laba Rp217,45 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan usaha naik menjadi Rp1,37 triliun dari Rp1,33 triliun tahun sebelumnya dan beban usaha naik menjadi Rp1,11 triliun dari Rp976,24 miliar. Laba usaha turun menjadi Rp256,53 miliar dari laba usaha Rp354,09 miliar dan beban lain-lain diderita Rp428,85 miliar dari pendapatan lain-lain Rp1,55 miliar tahun sebelumnya dan rugi sebelum beban pajak tercatat Rp172,32 miliar usai meraih laba sebelum beban pajak Rp355,64 miliar hingga Juni tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp8,43 triliun hingga 30 Juni 2018 naik dari Rp7,73 triliun total aset hingga 31 Desember 2017. (end) http://www.iqplus.info/news/stock_news/viva-visi-media-asia-ru...

Saham VIVA | PT Visi Media Asia Optimis Eksis

PT Visi Media Asia (VIVA) meyakini, industri penyiaran televisi bisa tetap eksis dan mampu bertahan di tengah ancaman film streaming dan layanan over-the-top (OTT/televisi berbayar), lantaran publik tetap menyukai konten bernuansa lokal. "Kami optimistis, wakauoun ada ancaman dari OTT, tetapi kami meyakini industri penyiaran televisi di Indonesia akan tetap survive," kata Direktur VIVA, Neil R Tobing dalam konferensi "Indonesia Digital Summit 2018" di Jakarta, Selasa. Dia menjelaskan, sejauh ini penonton di dalam negeri masih akan tetap menyukai konten-konten bernuansa lokal yang dihadirkan industri pertelevisian. "Penonton di Indonesia lebih menyukai konten dengan flavor lokal," ucapnya. Berdasarkan survei Nielsen, kata Niel, pada televisi berbayar terdapat sepuluh konten tertinggi ditonton melalui Pay-TV yang merupakan televisi nasional. "Saat ini OTT sedang luar biasa, seperti Netflix dan iflix, sayangnya di Indonesia belum ada, masih asin...

Analisa Saham VIVA, KRAS, LEAD, ADRO dan INDR [QuickView] | 25 Juli 2018

1. #VIVA : Posisi saat ini Uptrend dengan Koreksi, akumulasi Small distribusi dengan market interest Overbought, resist di (208) dan support di (186), batasi resiko di < 198. 2. #KRAS : Posisi saat ini Uptrend dengan Penguatan, akumulasi bagus dengan market interest Middle to overbought, resist di (442) dan support di (400), hold selama > 422. 3. #LEAD : Posisi saat ini Sideways UP dengan Koreksi, akumulasi Small distribusi dengan market interest Middle to overbought, resist di (95) dan support di (79), batasi resiko di < 88. 4. #ADRO : Posisi saat ini Sideways UP dengan Penguatan, akumulasi netral dengan market interest Middle to overbought, resist di (1930) dan support di (1755), hold selama > 1828. 5. #INDR : Posisi saat ini Downtrend dengan Penguatan, akumulasi netral dengan market interest Middle to overbought, resist di (7975) dan support di (5450), follow up bila >6155. by TemanTrader

Analisa Saham VIVA, TINS dan BBCA | 24 Juli 2018

Indeks Harga Saham Gabungan menutup perdagangan Senin (23/7) dengan penguatan 0,73%. Berikut rekomendasi tiga saham pilihan dari sejumlah analis untuk diperdagangankan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (24/7). 1. PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) Menurut Achmad Yaki, Analis BCA Sekuritas muncul hanging man candle dengan RSI melemah dan Stochastic berpotensi Death Cross (DC) diikuti penurunan volume perdagangan. Kemarin juga gagal break Upper Bollinger Band (UBB)-nya. Rekomendasi: sell on strength (SOS) Support :Rp 191 Resistance : Rp 216 2. PT Timah Tbk (TINS) Menurut Aditya Perdana Putra, Analis Semesta Indovest Sekuritas, saham Masih dalam tren konsolidasi, harga masih bertahan di atas ma5 dan ma20. Volume beli cukup stabil. RSI 63,7% (belum overbought). Waspadai jika harga bergerak di bawah level support 820. Rekomendasi : hold Support :Rp 820 Resistance: Rp 870 3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Menurut Muhammad Wafi, Analis Bahana Sekuritas, saham BBCA masih di ...

PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) Bantah Divestasi PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)

Rumor terkait rencana PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) ingin mendivestasi anak usahanya, PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) akhirnya terjawab. Perusahaan memastikan, tidak ada rencana tersebut. "Rumor akan selalu menjadi rumor," ujar Presiden Direktur VIVA Anindya Novan Bakrie, Selasa (26/6). Rumor akan dijualnya operator stasiun televisi ANTV itu sebelumnya memang sempat santer terdengar. Kabarnya rencana itu malah bakal diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) VIVA kemarin. Bahkan, Citi Grup sempat merilis riset yang berisi skenario divestasi MDIA akhir bulan lalu. Dalam riset itu disebutkan, nilai divestasinya bisa mencapai Rp 12 triliun hingga Rp 14 triliun. Itu dengan asumsi 90% saham MDIA yang dilepas. Nilai ini menyiratkan price to earning ratio 15,6 kali-18,2 kali di 2018. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) disebut-sebut sebagai calon terkuat pembeli saham MDIA. Rentang harga pembeliannya juga sudah sempat muncul, yakni Rp 350 hingga Rp 450 per sah...

Perjuangan Emiten Grup Bakrie Perbaiki Keuangan

Emiten-emiten anggota Grup Bakrie masih berkutat memperbaiki kondisi keuangannya. Harapannya, sebagaimana dialami oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang juga perusahaan Grup Bakrie, harga saham emiten kelompok usaha Bakrie lainnya kembali menggeliat. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) misalnya. Perusahaan ini tengah merekstrukturisasi total utang sebesar Rp 11 triliun dari 580 kreditur.  "Saat ini yang sudah berhasil direstrukturisasi adalah utang dari kreditur terbesar kami, Huawei, yang telah jadi pemegang saham sebesar 16%," ujar Robertus Bismarka, Direktur Utama BTEL, Selasa (26/6). Porsi saham sebesar itu didapat setelah kreditur melakukan konversi Obligasi Wajib Konversi (OWK) senilai Rp 1,238 triliun menjadi 6,19 miliar saham. BTEL pada awal tahun ini juga sempat mendaftarkan permohonan Chapter 15 agar hasil PKPU BTEL dapat diakui sebagai penyelesaian bagi kreditur di Amerika Serikat (AS). Utang ini muncul dari penerbitan global bond dengan nilai emisi US$ 380 juta...

Analisa Saham TINS, MNCN, VIVA dan IKAI | 7 Juni 2018

Selamat Pagi Sahabat Stock Preneur Berikut beberapa saham pilihan hari ini 07 Juni 2018 (DAILY) 1. (TINS) Hari ini akan uji Resisten terdekat di 1035 Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 1070 dan 1105. Stop Loss jika turun dibawah 965. Range Buy hari ini di 990-1020. 2. (MNCN) Hari ini akan uji resisten terdekat di 1240, Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 1260 dan 1300. Stop loss jika turun dibawah 1130. Range Buy hari ini 1200-1220. 3. (VIVA) Hari ini akan uji resisten terdekat di 234 Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 248 dan 258. Stop loss jika turun dibawah 214. Range Buy hari ini di 224-230. 4. (IKAI) Hari ini akan uji resisten terdekat di 458 Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 470 dan 500. Stop loss jika turun dibawah 412. Range Buy hari ini di 440-446. FAST TRADE 1. POLY, Buy jika break 169, Target di 177 dan 187. Stop Loss jika turun dibawah 158 2. BGTG, Buy jika break 998, Target di 103 dan 112. Stop Loss jika turun dibawah...

Saham Online di Facebook