google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Info Sektoral : CPO, 18 Oktober 2016 (Hot Pick: LSIP) Langsung ke konten utama

Info Sektoral : CPO, 18 Oktober 2016 (Hot Pick: LSIP)


Info Sektoral : CPO, 18 Oktober 2016 (Hot Pick: LSIP)


Paska adanya konferensi mengenai CPO di Malaysia dan secara umum mengindikasikan pasar cenderung Bullish terhadap CPO sampai awal 2017, sangat mungkin saham CPO (AALI, LSIP, BWPT, SGRO, SIMP dan SSMS) masih akan bergerak naik.

Per 17 Okt'16, harga CPO Malaysia kembali naik sebesar 5.7% menjadi MYR2,781 per ton dari minggu lalu di MYR2,650 per ton.

Dari laporan analis, LSIP merupakan emiten yang memiliki kinerja menyerupai harga CPO (kinerja keuangan LSIP lebih sensitif terhadap harga CPO). Dengan demikian, apabila harga CPO Malaysia meningkat, kinerja keuangan LSIP sangat mungkin berdampak positif dan lebih positif dibanding emiten CPO lain. Selain itu, LSIP lebih memiliki banyak varian tanaman perkebunan (karet) sehingga cukup terdiversifikasi sebagai emiten perkebunan. Usia pohon kelapa sawit LSIP pun relatif masih lebih muda dibanding AALI namun tetap berada dalam usia pohon yang masih produktif (walau sudah tidak semuda pohon milik BWPT dan SSMS).

Selain itu, LSIP tidak memiliki hutang sehingga ketika produksi menurun (yang menyebabkan harga CPO Malaysia naik), maka marjin keuntungan LSIP sangat mungkin lebih terjaga dibanding emiten CPO lain.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...