google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Info Emiten : WIKA, 20 Januari 2017 Langsung ke konten utama

Info Emiten : WIKA, 20 Januari 2017

KONSORSIUM WIKA MENANG PROYEK TOL SERANG-PANIMBANG

IQPlus, (20/01) - Proyek jalan tol Serang-Panimbang dipastikan akan dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Hal ini menyusul telah ditentukannya pemenang lelang investasi untuk proyek ini oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

WIKA tak sendiri, ia membentuk konsorsium bersama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) dan PT Jababeka Infrastruktur untuk mengerjakan jalan tol sepanjang 83,9 km ini dengan masa konsesi 40 tahun.

"Serang-Panimbang itu sudah penetapan pemenang oleh Menteri, dan saat ini sedang dalam pembentukan BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) untuk selanjutnya tandatangan perjanjian," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna kepada detikFinance di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya diketahui negosiasi berjalan alot karena belum ditemukannya kesepakatan investor dan pemerintah mengenai dana dukung yang akan dibebankan kepada pemerintah atau viability gap fund (VGF).

Herry mengatakan, dari hasil negosiasi akhirnya disepakati bahwa pemerintah akan memberikan dukungan Viability Gap Fund (VGF) kurang dari 50% dari total biaya konstruksi sehingga memenuhi persyaratan skema VGF, di mana pemerintah akan mengerjakan 33 km dari total ruas jalan tol ini.

"VGF-nya 33 km untuk pemerintah. Jadi pemerintah mempunyai kewajiban membantu sepanjang 33 km," jelasnya.

Dengan ditentukannya pemenang dari proyek tol ini, maka selanjutnya akan dilakukan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dalam waktu dekat, setelah pemenang tender membentuk Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Dengan dilakukannya PPJT, maka BUJT pun bisa segera melakukan konstruksi. Seperti diketahui jalan tol Serang-Panimbang merupakan satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. (end)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...