google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Info Saham : BUMI, 3 Januari 2017 Langsung ke konten utama

Info Saham : BUMI, 3 Januari 2017


PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan menggelar penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) maksimal sebesar 37,88 miliar saham baru. Nilai transaksi itu diperkirakan mencapai Rp 35,1 triliun.
Saham baru ini akan diterbitkan dalam proses penawaran umum terbatas (PUT) perseroan dan pelaksanaan Obligasi Wajib Konversi (OWK) oleh para pemegangnya. HMETD yang dilakukan melalui PUT ini kepada pemegang saham perseroan akan meliputi hak untuk membeli saham baru PUT dan OWK.
"Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan akan diadakan pada Selasa, 7 Februari 2017," ujar Dileep Srivastava, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI, Jumat (30/12).
Untuk menghindari keraguan, BUMI berhak untuk mengeluarkan sebagian dari atau seluruh jumlah maksimum saham yang disetujui untuk diterbitkan berdasarkan keputusan RUPSLB tersebut. Nantinya, harga pelaksanaan HMETD final akan ditentukan oleh dewan komisaris perseroan.
Jika nantinya lebih dari separuh pemegang saham yang hadir dalam RUPSLB memberikan persetujuan penerbitan HMETD dan BUMI sudah mendapat restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka perseroan akan mengeksekusi aksi korporasi itu dalam jangka waktu setahun dari persetujuan RUPSLB tersebut.
Dari rights issue dan penerbitan OWK itu, BUMI akan menggunakan seluruh dana yang diterima itu untuk melunasi kewajiban utang terakumulasi perseroan sesuai dengan keputusan PKPU.
Manajemen BUMI berharap pemegang saham perseroan berpartisipasi secara maksimal untuk mengambil saham baru ataupun OWK yang ditawarkan itu. Namun, jika tak ada yang mengambil, atau hanya sebagian pemegang saham yang melaksanakan HMETD, maka saham baru dan OWK yang tidak diambil bagian akan diserap oleh pembeli siaga, yakni kreditur BUMI sendiri.
Kreditur BUMI dapat mengambil bagian saham baru dengan cara mengompensasi hak tagih yang dimiliki menjadi saham baru ataupun membeli OWK itu.
Perlu dicatat, aksi korporasi ini memberikan efek dilusi sebesar 50,8% terhadap pemegang saham lama yang tak mengambil haknya dalam HMETD tersebut. Saham BUMI ditutup naik 0,72% ke level Rp 278 per saham pada perdagangan Jumat (30/12).
http://investasi.kontan.co.id/news/rights-issue-rp-351-t-bumi-gelar-rups-februari

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...