google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Sore Pasar Saham Indonesia 14 Juni 2017 Langsung ke konten utama

Analisa Sore Pasar Saham Indonesia 14 Juni 2017


IHSG ditutup menguat 85 poin (+1.49%) ke level 5,792.897 pada perdagangan hari ini didorong oleh penguatan oleh seluruh sektor. Sektor miscellaneous industry dan property menguat tertinggi diantara sektor lain dengan ditutup naik masing-masing 3.35% dan 2.12%. Tercatat 240 saham menguat dan 124 saham melemah hingga akhir perdagangan. Meskipun IHSG menguat, investor asing masih mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp199 miliar di seluruh Pasar hari ini. US Dollar melemah 14 poin (-0.11%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah menguat ke level Rp13,277 terhadap US Dollar.

*Unusual Market Activity (UMA)*
- PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE)
Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikna bahwa telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas sahm YULE yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

Advance Stocks:

- ITMG, ADRO: Harga saham emiten batubara menguat di tengah turunnya produksi batubara China seiring dengan pemeriksaan keamanan yang semakin ketat. Produksi di China turun 2.2% dari April menjadi sekitar 9,6 juta ton per hari, level terendahnya sejak Februari. Harga saham ITMG dan ADRO ditutup menguat masing-masing Rp875 (+5.08%) ke level Rp18.075 dan Rp60 (+3.75%) ke level Rp1.660 pada perdagangan hari ini.

- JPFA: Di akhir perdagangan, harga saham JPFA ditutup menguat Rp45 (+3.30%) ke level Rp1.405. JPFA kembali menerbitkan obligasi global senilai US$100 juta dengan tingkat bunga 5,5%. Perseroan telah menandatangani perjanjian pembelian dengan Credit Suisse (Singapore) Limited untuk menjual surat utang perseroan senilai US$100 juta. Dana hasil penerbitan surat utang global akan digunakan untuk membayar obligasi berdenominasi dolar AS akan jatuh tempo pada 2018.

- SMGR, INTP: Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen domestik Indonesia di bulan Mei tercatat meningkat 7% YoY menjadi 5,48 juta ton dari 5,12 juta ton pada periode sama tahun lalu. Penjualan domestik SMGR tumbuh 3.6% YoY di bulan Mei menjadi 2,19 juta ton. Harga saham SMGR ditutup menguat Rp175 (+1.80%) ke level Rp9.850, dan INTP ditutup menguat Rp300 (+1.68%) ke level Rp18.150 hari ini.

- MYOR: Harga saham MYOR ditutup menguat Rp40 (+1.89%) ke level Rp2.150 pada perdagangan hari ini. MYOR akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 21 per saham. Pembagian dividen tersebut setara dengan 34,89% dari seluruh laba bersih 2016. Pada tahun lalu, MYOR membukukan laba bersih sebesar Rp 1,39 triliun.

Decline Stocks:

- MDRN: Pada kuartal pertama tahun 2017, pendapatan MDRN menyusut 37% year on year (yoy) jadi Rp 138,62 miliar dari sebelumnya Rp 220,66 miliar. Perseroan juga mencatatkan kerugian Rp456,14 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu masih laba Rp 21,7 miliar. Penyebab kerugian karena adanya beban operasi lain yang sebesar Rp 386,18 miliar. Sedangkan pendapatan operasi lain justru turun dari Rp 75,22 miliar menjadi Rp 22,5 miliar. Harga saham MDRN ditutup melemah Rp2 (-3.84%) ke level Rp50 pada perdagangan hari ini.

- TKIM: TKIM sepakat untuk membagikan hasil keuntungan yang diperoleh tahun buku 2016 kepada para pemegang sahamnya dalam bentuk dividen tunai.  Dividen tunai yang akan dibagikan yakni sebesar Rp5 per saham. Dividen tunai tersebut rencananya akan dibagikan kepada pemegang saham yang sah dan telah terdaftar pada tanggal 22 Juni 2017. Harga saham TKIM melemah tiga hari berturut-turut dan ditutup turun Rp35 (-2.68%) ke level Rp1.270 di akhir perdagangan hari ini.

Market Review 14 Juni 2017
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...