google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham Indonesia Hari Ini Pembukaan | Valbury Sekuritas | 17 Juli 2017 Langsung ke konten utama

Analisa Saham Indonesia Hari Ini Pembukaan | Valbury Sekuritas | 17 Juli 2017

Analisa Saham Indonesia Hari Ini Pembukaan | Valbury Sekuritas | 17 Juli 2017

Market Summary
PT. Valbury Sekuritas Indonesia

Selasa, 18 Juli 2017

VIEW MARKET 
Sentimen pasar dari luar negeri:
• Badan Keamanan Rahasia atau pasukan pengamanan presiden Amerika Serikat, US Secret Service (USSS), menyanggah tudingan pengacara pribadi Donald Trump yang menuding institusi tersebut mengamankan pertemuan antara anak Trump dengan pengacara Rusia. Donald Trump Jr, telah mengakui dirinya bertemu Natalia Veselnitskaya di New York setelah dijanjikan informasi yang bisa merusak reputasi Hillary Clinton dalam pemilihan umum
Sentimen pasar dari dalam negeri :
• Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan pada Juni 2017 sebesar US$ 1,63 miliar yang dipicu oleh surplus sektor nonmigas, meski masih ada tekanan dari sektor migas. Pada Juni 2017 surplus sektor nonmigas mencapai US$ 1,96 miliar, sementara sektor migas mengalami defisit sebesar US$ 352,1 juta.
• Jumlah masyarakat miskin di Indonesia mencapai 27,77 juta orang pada Maret 2017. Jumlah tersebut bertambah sekitar 10.000 orang dibanding kondisi September 2016 yang mencapai 27,76 juta orang. Dari angka 27,77 juta orang tersebut merupakan penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.
• Pemerintah klaim bahwa rasio utang terhadap PDB masih di bawah batas aman 30%. Kendati, rasio utang terhadap PDB terancam naik di atas batas aman itu. Bahkan dalam Nota Keuangan RAPBN-P 2017 diprediksi tahun 2019 rasio utang berpoetnsi naik hingga 32% terhadap PDB. Pemerintah mengklaim bahwa utang yang digunakan untuk kegiatan produktif seperti pembangunan proyek infrastruktur.
Prediksi IHSG :
• Sentimen dari dalam negeri dengan katalis yang variatif bagi pasar, sedangkan dari eksternal masih di bayangi ketidakpasatian baik politik dan ekonomi, menjadi sinyal negatif bagi IHSG pada hari ini.

Perspektif tenikal
Support Level : 5830/5819/5813
Resistance Level : 5847/5853/5864
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Down

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

TLKM: Trading Buy
• Close 4650, TP 4780
• Boleh buy di level 4600-4650
• Resistance di 4780 & support di 4600
• Waspadai jika tembus di 4600
• Batasi resiko di 4580

PTBA: Trading Buy
• Close 12950, TP 13100
• Boleh buy di level  12875-12950
• Resistance di 13100 & support di 12675
• Waspadai jika tembus di 12675
• Batasi resiko di 12600

BBRI : Trading Buy
• Close 15000, TP 15300
• Boleh buy di level  14900-15000
• Resistance di 15300 & support di 14850
• Waspadai jika tembus di 14850
• Batasi resiko di 14750

INTP:  Trading Buy
• Close 17900, TP 18625
• Boleh buy di level  17825-17900
• Resistance di 18625 & support di 17525
• Waspadai jika tembus di 17525
• Batasi resiko di 17450

PWON:  Trading Buy
• Close 620, TP 640
• Boleh buy di level  610-620
• Resistance di 640 & support di 610
• Waspadai jika tembus di 610
• Batasi resiko di 600

LPPF:  Trading Buy
• Close 12625, TP 12775
• Boleh buy di level  12500-12625
• Resistance di 12775 & support di 12300
• Waspadai jika tembus di 12300
• Batasi resiko di 12250

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
MEDC, INDY, INCO, SRIL, AISA, PNBN, WIKA, PTPP.

(Disclaimer ON)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...