google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham INDY dan PTRO | 31 Agustus 2017 Langsung ke konten utama

Analisa Saham INDY dan PTRO | 31 Agustus 2017

Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Investment Information Team

INDY (Indika Energy)

INDY mencatatkan kinerja positif di semester I 2017, dengan mencatat laba USD 51.2 juta (setara Rp 680 miliar). Laba ini meningkat signifikan jika dibandingkan dengan tahun lalu yg merugi USD 22.3 juta ( setara Rp 296 miliar). Secara QoQ laba kuartal dua tumbuh 32% (laba Q1 USD 22 juta).

Kenaikan laba di topang oleh meningkatnya laba bersih entitas asosiasi menjadi USD 75 juta dan meningkatnya penjualan 27% menjadi USD 453 juta. Saat ini INDY (Rp 1305) diperdagangkan pada PE 5.0x (annualized EPS 262) dan PBV 0.8x (BV 1642). Resisten fundamental INDY pada harga Rp 1440 (PE 5.5x) dan support pada harga Rp 1180 (PE 4.5x).

PTRO (Petrosea)

PTRO mencetak laba bersih USD 2.6 juta USD (setara Rp 34.6 miliar) atau naik signifikan dibanding tahun lalu yang merugi USD 6.5 juta (setara Rp 88 miliar). Secara QoQ laba kuartal dua ini turun 95% (laba Q1 USD 2.47 juta).

Kenaikan laba PTRO di topang oleh naiknya pendapatan 21.9% menjadi USD 108 juta dibanding tahun lalu USD 89 juta. Saat ini PTRO (Rp 1200) diperdagangkan pada PE 17.4x(annualized EPS 69) dan PBV 0.5x (BV 2296).

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...