google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia | 25 September 2017 Langsung ke konten utama

Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia | 25 September 2017

Market comment by Taye Shim (taye.shim@miraeasset.com)
Sejalan dengan ekspektasi kami, BI menurunkan suku bunga utamanya Jumat lalu setelah market tutup. Meskipun sebagian besar analis memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga, kami pikir market telah mempertimbangkan sedikit penurunan suku bunga - IHSG memperbarui historical high pada hari Jumat dan beberapa bank dengan kapitalisasi tinggi memperbarui historical high. Sekali lagi, kami reiterate view kami bahwa pemerintah serius dengan agenda pertumbuhannya dan memperkirakan strategi pertumbuhan yang efisien untuk diperkenalkan. Macro cyclical terlihat menarik - kami reiterate key calls kami pada cyclical, yaitu BBCA, ASII, dan BSDE. Kami masih menyukai call kami yang lain - BRPT dan KLBF.

Market Indicator
JCI: 5,911.71 (+0.08%)
EIDO: 26.95 (+0.45%)
DJIA: 22,349.59 (-0.04%)
FTSE100: 7,310.64 (+0.64%)
USD/IDR: 13,312 (-0.20%)
10yr GB yield: 6.43% (-2bps)
Oil Price: 50.66 (+0.22%)
Foreign net purchase: -IDR22.1bn

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141)
TOP BUY: BBRI, BBCA, BBNI, BBTN, BMRI
TOP SELL: TLKM, AKRA, ASII, UNVR, INDF

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102)
BBRI, BBCA, TLKM, BMRI, BBNI

Technical Insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

*IHSG: Daily, 5,911.17(+0.1%), limited upside, trading range hari ini  5,886 – 5,930. IHSG diperkirakan hari ini cenderung naik namun dalam kisaran terbatas dan rawan koreksi. Hal ini mengingat indikator MFI, optimized,W%R optimized ,RSI optimized dan Stochastic %D yang  sudah berada di overbought area. Sementara itu pada indikator Bollinger Band optimized harga sudah beradas di luar BBTop. Pada pergerakkan weekly Indikator MFI optimized, Stochastic%D optimized dan indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik namun juga mulai terbatas.
*BJTM: Weekly, 700 (+0.7%), trading buy, trading range 670 - 730. Indikator MFI optimized ,indikator RSI optimized dan indikator Stochastic %D  optimized cenderung naik Pada pergerakkan daily harga pada saat ini naik sekitar +1.4% , normal kenaikkan sekitar +1.69 % . Sementara itu pada pergerakkan weekly  harga naik 0.7%. Normal kenaikkan sekitar -4.78%. Dengan demikian potensi kenaikkan masih terlihat.
*BNGA: Weekly, 1,300 (-5.8%), trading buy, trading range 1,285 – 1,385. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan stochastic%D optimized akan menguji support trendline. Sementara itu pada Bollinger Band optimized harga akan coba naik bertahan diatas center line.  Lebih lanjut koreksi normal harga pada pergerakkan daily sekitar -1.35%, saat ini di level -3.7% Sementara itu pada pergerakkan weekly koreksi normal sekitar -3.41% saat ini di level -5.8 %.Dengan demikian potensi koreksi masih terlihat namun makin terbatas.
*PWON: Weekly, 635 (0.0%), buy on weakness, trading range 615 - 665. Indikator MFI optimized, RSI optimized  dan indikator Stochastic%D optimized akan menguji support trendline. Jika dilihat lebih lanjut koreksi normal pada pergerakkan daily sekitar -1,88 %, saat ini di level -2.3 %. Sementara itu pada pergerakkan weekly koreksi normal sekitar -4.04% saat ini di level +0.0% namun telah memasuki minggu  ke empat. Dengan demikan potensi koreksi masih terlihat namun mulai terbatas.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Equity Movers
Investment Information Team (saryanto@miraeasset.co.id)

*A.S Markit flash manufacturing PMI naik menjadi 53 pada bulan September dari 52,8
*A.S Markit flash manufacturing PMI naik menjadi 53 pada bulan September dari 52,8
*A.S Markit service flash PMI turun ke 55,1 di bulan September dari 56

*FIRE +0.35%. PT Alfa Energi Investama Tbk. (FIRE) meraih kontrak untuk memasok batu bara ke PT Kisya Pundi Abadi selama tiga tahun dengan estimasi nilai kontrak sebesar Rp970 miliar.
*ENRG +1.11%. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berencana merestrukturisasi sebagian utang lewat penerbitan saham biasa seri B atas nama tanpa hak memesan efek terlebih dahulu  sebanyak 3,94 miliar saham atau sebesar 39,11% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. 
*MDLN +0.68%. PT Modern Realty, Tbk melalui anak usahanya PT Modern Asia Hotel membangun perhotelan baru dengan kelas bintang tiga guna membidik potensi baru para ekspatriat di di kawasan industri Modern Cikande.
*HOKI +1.39%. Aturan HET Beras Berlaku Efektif Senin Pekan Depan
*AKRA +2.14%. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melakukan divestasi penyertaan pada anak usaha perseroan di China
*JSMR -1.70%. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan membongkar dugaan praktik suap antara BUMN jalan tol (PT Jasa Marga) dengan salah seorang auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dengan temuan audit.
*ACST -1.02%. PT Acset Indonusa Tbk optimis dapat mencapai target kontrak baru yang telah direvisi menjadi Rp7,5 triliun sepanjang 2017.
*META -1.15%. Informasi pemilik baru META simpang siur. Minimnya keterbukaan informasi soal akuisisi PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) beberapa waktu lalu menimbulkan banyak rumor di pasar domestik.

Daily write up
[MIRAExplore] Barito Pacific at a glance: Understanding the business by Mangesti Diah Sulistiani (mangesti@miraeasset.co.id)
- Barito Pacific (BRPT) bergerak dalam empat kegiatan bisnis: petrokimia, kehutanan, properti, dan perkebunan.
- Salah satu bisnis BRPT adalah bisnis petrokimia, dijalankan di bawah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) melalui anak perusahaannya, yang memproduksi etilen, propilena, polistiren, butadiena, minyak mentah c4, dan bensin pirolisa (pygas). BRPT memiliki bisnis kehutanan, yang meliputi penebangan dan produksi kayu yang dijalankan di bawah PT Tunggal Agathis Indah Wood Industries dan PT Mangole Timber Producers.
- Selain petrokimia dan kehutanan, BRPT juga memiliki bisnis properti, yang dijalankan di bawah PT Griya Idola–dibentuk sebagai bagian dari strategi diversifikasi BRPT untuk menjadi perusahaan berbasis sumber daya terpadu. Pada 2010, BRPT memulai bisnis kelapa sawitnya dengan mengakuisisi PT Royal Indo Mandiri.

<Market Headlines>

FIF, TImah, dan Pegadaian menerbitkan surat utang sebesar IDR6,65 triliun (Investor Daily)
PT Federal International Finance (FIF), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Pegadaian telah menyelesaikan tahap pembuatan buku penerbitan obligasi dengan total nilai IDR6,65 triliun. Perusahaan tersebut menawarkan kupon bunga 6.5 - 8,75%.

Pesangon kredit nasabah Bank Banten IDR1,1 triliun (Investor Daily)
PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) telah mencairkan kredit konsumsi sebesar IDR1 triliun hingga Agustus. Penyaluran kredit konsumsi itu cukup besar karena baru dimulai pada pukul 3Q16.

Ciputra Development terbitkan MTN SGD150mn (Kontan)
CTRA menerbitkan surat utang jangka menengah atau MTN berdenominasi dollar Singapura. Nilainya mencapai SGD150mn atau sekitar IDR1.48tr.

Pajak membebani minat belanja dan investasi (Kontan)
Langkah pemerintah mati-matian mengejar penerimaan pajak berpeluang memberi efek negative bagi perekonomian Indonesia.

Dua smelter di kawasan Industri Banteng akan segera beroperasi (Bisnis Indonesia)
Dua smelter di kawasan Industri Banteng akan segera beroperasi pada akhir tahun ini. Sebanyak 11 investor telah menyatakan komitmen investasi.

Bisnis beras premium masih prospektif (Bisnis Indonesia)
Pelaku usaha meyakini penjualan beras medium dan premium tetap prospektif meskipun pemerintah mematok harga eceran tertinggi untuk komoditas itu karena konsumsinya paling besar.

(Kompas)
Pengawasan Bisa Lebih Mudah: Pelaku Usaha E-Dagang Disarankan Segera Mengurus Izin Uang Elektronik
Mitra Tunggu BiayaIsi Ulang: Kebijakan Dinilai Tak Sejalan
Lelang Gula Siap Dimulai: Rencana Tata Niaga Menuai Pro dan Kontra
Dana Optimalisasi Rp 14,5 Triliun: Prosedur Pembahasan Tidak Pernah Jelas
PLN Dekati Perusahaan Batubara

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...