google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham BEKS | 25 September 2017 Langsung ke konten utama

Berita Saham BEKS | 25 September 2017

PT Taspen (Persero) dan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) memperluas kerja sama layanan bagi peserta Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk pemberian fasilitas kredit kepada pensiunan.

"Selain sebagai mitra pembayaran tabungan hari tua (THT), THT Multiguna, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Kerja sama juga meliputi pemberian fasilitas kredit kepada para PNS dan pensiunan," kata Direktur Utama Taspen, Iqbal Lantanro dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Menurut Iqbal, melalui kerja sama dengan Bank Banten diharapkan dapat mengoptimalkan layanan sehingga dapat merealisasikan pelayanan prima sesuai dengan target Taspen yaitu Tepat Orang, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Tepat, dan Tepat Administrasi (5T).

"Diharapkan kerja sama ini dapat mendukung pelaksanaan otentikasi berkala terhadap peserta guna memberikan kemudahan, percepatan layanan melalui kantor mitra layanan Taspen atau Office Channeling dan Layanan Kunjungan Penerima Pensiun," kata Iqbal.

Ia menjelaskan, bahwa Bank Banten bersama dengan TASPEN dapat melakukan monitoring dan pengawasan serta rekonsiliasi pembayaran pensiun secara realtime melalui sistem pembayaran pensiun e-dapen dan non dapen.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa mengatakan kredit pensiunan yang dimiliki Bank Banten bernama Kredit Purna Bakti Banten yang merupakan salah satu produk "secured loan" yaitu kredit kepada individu berpenghasilan tetap dan pensiunan.

"Kerja sama ini diharapkan membuka potensi bisnis, sehingga dapat meningkatkan outstanding penyaluran kredit konsumer yang baru dirintis sejak pendirian Bank Banten di triwulan III 2016. Sementara hingga Agustus 2017 sudah disalurkan sebesar Rp1,004 trilun.

Fahmi menjelaskan, dengan menggandeng Taspen diharapkan Bank Banten mempermudah pensiunan untuk mendapatkan akses layanan sekaligus menjadi perpanjangan tangan Taspen dalam melayani penerima pensiun.(end)

IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...