google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia | 4 Oktober 2017 Langsung ke konten utama

Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia | 4 Oktober 2017

Market comment by Taye Shim (taye.shim@miraeasset.com)
IHSG memecahkan rekor tertinggi lainnya kemarin didorong oleh aktivitas investor lokal yang kuat. Indikator makro tetap stabil dan foreign net selling Indonesian equities mereda. Memang, kepemilikan , foreigners' outstanding Indonesia paper turun dari 40,5% menjadi 40,0%. Bank Dunia merevisi turunnya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,2% menjadi 5,1% untuk 2017F. Prospek pertumbuhan 2018F tetap tidak berubah pada 5,3%.

Market Indicator
JCI: 5,939.45 (+0.42%)
EIDO: 26.75 (+0.87%)
DJIA: 22,641.67 (+0.37%)
FTSE100: 7,468.11 (+0.39%)
USD/IDR: 13,542 (+0.01%)
10yr GB yield: 6.51% (Unchanged)
Oil Price: 50.42 (-0.32%)
Foreign net purchase: -IDR238.4bn

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141)
TOP BUY: BBNI, UNTR, PTBA, UNVR, PTPP
TOP SELL: TLKM, BBCA, BMRI, PGAS, ASII

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102)
TLKM, BUMI, BMRI, BBCA, ASII

Technical Insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

*IHSG: Daily, 5,939.45(+0.4%), test resistance at 5,952, trading range hari ini  5,918 – 5,962. Potensi kenaikkan diperikirakan masih terlihat. Hal ini mengingat indikator MFI, optimized,W%R optimized ,RSI optimized dan Stochastic %D masih cenderung naik.  Sementara itu pada indikator Bollinger Band optimized harga akan coba bertahan diatas BBTop namun dengan volue tembus rata-rata. Pada pergerakkan weekly Indikator MFI optimized akan menguji support trendline dan indikator RSI optimized dan indikator Stochastic%D optimized naik terbatas.
*INDY: Daily, 1,860 (-1.1%), Trading Buy, trading range 1,820 – 1,960. Indikator MFI optimized cenderung naik dan indikator W%R optimized akan menguji support trendline dengan kecenderungan menguat . Pada pergerakkan daily harga pada saat ini terkoreksi sekitar -1.1% , normal koreksi sekitar -2.29 % . Sementara itu pada pergerakkan weekly terkoreksi sekitar -4.1%. Normal koreksi sekitar -5.53%. Dengan demikian potensi koreksi mulai tertahan.
*HRUM: Weekly, 2,120 (-0.9%), buy on weakness, trading range 2,080 – 2,190. Indikator MFI optimized, akan menguji support trendline dan indikator RSI optimized serta indikator Stochastic %D cenderung naik,  Sementara itu pada Bollinger Band optimized harga akan coba naik mendekati center line.  Lebih lanjut kenaikkan normal harga pada pergerakkan daily sekitar +1.61%, saat ini di level +1.0%. Sementara itu pada pergerakkan weekly kenaikkan normal sekitar +6.67% saat ini di level -0.9%.Dengan demikian potensi kenaikkan masih terlihat.
*ADRO: Weekly, 1,780 (-2.5%), trading buy, trading range 1,750 – 1,890. Koreksi indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator Stochastic%D optimized mulai tertahan. Jika dilihat lebih lanjut kenaikkan normal pada pergerakkan daily sekitar +1.89 %, saat ini di level +0.3 % Sementara itu pada pergerakkan weekly koreksi normal sekitar -2.5% saat ini di level -4.9%. Dengan demikan potensi kenaikkan masih terlihat.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Equity Movers
Investment Information Team (saryanto@miraeasset.co.id)

*Konstruksi Inggris PMI untuk bulan September secara tak terduga turun menjadi 48,1

*META +7.2%. Teka-teki pemegang saham baru PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) terjawab sudah. Dalam tanggapan atas permintaan penjelasan bursa, Senin (2/10), Sekretaris Perusahaan META Dahlia Evawani mengatakan, PT Matahari Kapital Indonesia yang kini mengenggam 43% saham META adalah afiliasi dari pemegang saham lama, yakni Eagle Infrastructure Fund Limited.
*BFIN +4.3%. PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) mengumumkan pendirian anak perusahaan baru bernama PT Finansial Integrasi Teknologi yang bergerak di bidang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi.
*BCIP +34.6%. PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) meraih pendapatan sebesar Rp117,91 miliar hingga periode 30 Juni 2017 naik jika dibandingkan dengan pendapatan Rp97,75 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
*BVIC -2.9%. PT Bank Victoria Tbk (BVIC) akan melakukan pembayaran bunga obligasi Tahap I Tahun 2017 ke-1 pada 11 Oktober 2017 mendatang.
*JECC -3.9%. Jembo Cable dapat Rp 700M dari proyek PLN di H1
*MEDC -1.8%. PT Medco Energy Tbk (MEDC) meraih pendapatan usaha sebesar USD403,53 juta hingga periode 30 Juni 2017 naik jika dibandingkan dengan pendapatan usaha USD281,02 juta di periode sama tahun sebelumnya.
*ICBP -1.9%. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) akan semakin memperkuat posisi di bisnis minuman setelah menerima rencana Asahi Group Holdings yang akan melepas seluruh kepemilikan di dua perusahaan.

Daily write up
Indosat (ISAT) - Steady as she goes by Giovanni Dustin (giovanni@miraeasset.co.id)
- Alexander Rusli decided to end his tenure - CEO dan direktur utama Indosat (ISAT), Alexander Rusli, telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya dan karena itu melepaskan posisinya.
- New CEO to be decided in November - ISAT akan mengadakan RUPSLB pada tanggal 14 November untuk menunjuk CEO/direktur utama baru. Untuk masa transisi, ISAT menunjuk Joy Wahjudi sebagai CEO/direktur utama interim. Sesuai dengan percakapan terakhir kami dengan ISAT, saat ini tidak ada daftar kandidat yang pasti untuk posisi tersebut. Namun demikian, cerita yang beredar di media telah mengidentifikasi beberapa nama calon kandidat.
- Keeping the ship steady until November - Terlepas dari ketidakpastian saat ini seputar manajemen ISAT, kami yakin tidak akan ada perubahan strategi yang drastis dan mendadak. Dengan demikian, kami berharap Pak Wahjudi akan menjaga stabilitas sampai RUPSLB di bulan November.
- Abrupt change in strategy unlikely; Maintain Buy - Kami reiterate rating Buy kami untuk ISAT dengan target harga IDR8,100.

<Market Headlines>

Bank Dunia koreksi laju ekonomi RI (Kontan)
Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini dari sebelumnya 5.2% menjadi 5.1%.

Ekspor RI bisa tertekan pelemahan rupiah (Kontan)
Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) mencapai level terendah dalam 10 bulan terakhir. Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai tukar rupiah pada Selasa (3/10) terdepresiasi 83 poin atau 0.62% menjadi IDR13,582 per dollar AS dibanding sehari sebelumnya.

Siloam membukukan pendapatan operasional kotor sebesar IDR2,8 triliun (Investor Daily)
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) membukukan pendapatan operasional kotor sebesar IDR2,8 triliun di 1H17 (+8,0% YoY). Laba kotor SILO tercatat sebesar IDR1,1 triliun dan laba bersih mencapai IDR24,3 miliar.

Fitch menaikkan peringkat WIKA (Investor Daily)
Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menerbitkan kenaikan peringkat pada default rating PT Wika Karya Tbk (WIKA) menjadi BB dan rating jangka panjang menjadi AA. Kedua peringkat tersebut merupakan outlook yang stabil.

AUTO optimistis cetak pertumbuhan 15% (Bisnis Indonesia)
AUTO wilayah Semarang optimistis pasar Jawa Tengah dapat tumbuh di atas 15%

PLN tawarkan obligasi IDR2.5tr (Bisnis Indonesia)
PLN menawarkan surat utang senilai IDR2.5tr sebagai bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) II tahap II 2017

(Kompas)
Investasi di Indonesia Terus Meningkat
Stok Beras Medium Kurang: PT Food Station Tjipinang Jaya Minta 75.000 Ton untuk Intervensi
Presiden Yakinkan Pengusaha: Tidak Perlu Pesimistis dan Khawatir Berinvestasi
Skema Pajak Investasi Masih Diformulasikan

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...