google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 16 Januari 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 16 Januari 2018

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia

Market Review 16 Januari 2018
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

IHSG menguat 47 poin (+0.74%) ke level 6,429.692 pada perdagangan hari ini. Tercatat 215 saham menguat dan 167 saham melemah. Seluruh sektor ditutup positif, penguatan sektor tertinggi di sektor infrastructure (+1.94%) hari ini. Investor asing mencatatkan transaksi net buy sejumlah Rp 117 miliar di seluruh Pasar pada perdagangan hari ini. US Dollar melemah 21 poin (-0.16%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah menguat ke level Rp13,332  terhadap US Dollar di akhir perdagangan.

Advance Stocks:

-LCKM  : Harga saham LCKM ditutup menguat Rp 104 (+50.00%) ke level Rp 312 pada perdagangan hari ini. Perusahaan jasa konstruksi telekomunikasi PT LCK Global Kedaton akan mencatatkan saham perdana hari ini, sehari setelah musibah robohnya selasar lantai I Tower II Gedung Bursa Efek Indonesia. Dengan pencatatan ini, maka perseroan adalah perusahaan pertama yang tercatat di pasar modal tahun 2018. Perseroan berencana melepas sebanyak - banyaknya 200 juta lembar saham baru atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan setelah Initial Public Offering (IPO).

-MEDC : Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham MEDC menguat Rp 120 (+10.52%) ke level Rp 1260. Transaksi perdagangan saham mencapai Rp 8,3 triliun pada perdagangan saham Senin (15/1/2018). Transaksi saham tersebut didorong transaksi saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencapai Rp 2,1 triliun di pasar negosiasi. Berdasarkan data RTI, transaksi saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turun 6,45 persen ke posisi Rp 1.015. Total frekuensi perdagangan saham dua kali dengan nilai transaksi Rp 2,1 triliun di pasar negosiasi. Sedangkan di pasar reguler, saham MEDC ditransaksikan naik 4,11 persen ke posisi Rp 1.140 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 5.825 kali dengan nilai transaksi Rp 2,2 triliun. Saham MEDC ditransaksikan di level tertinggi Rp 1.160 dan terendah Rp 1.105.

-MIKA : Harga saham MIKA ditutup menguat Rp 105 (+5.83%) ke level Rp 1905 hari ini. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk., akan melakukan pembelian kembali alias buyback sebanyak maksimal 5% dari modal yang disetor perseroan atau maksimal sebanyak 727,54 juta lembar saham. Dari informasi yang diperoleh Bisnis.com, Senin (15/1/2018), buyback itu akan dilakuan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar pada 28 Februari mendatang. Dalam beberapa bulan terakhir, emiten berkode MIKA itu memang cukup agresif. Berdasarkan catatan Bisnis, pada September tahun lalu perseroan berencana mengambilalih perusahaan pengelola rumah sakit, PT Rumah Kasih Indonesia (RKI).

-PADI : Harga saham PADI ditutup menguat Rp 60 (+8.00) ke level Rp 810 hari ini. PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk., berencana untuk melakukan rights issue atau hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) pada bulan depan. Emiten berkode PADI itu akan melepas sebanyak 11,3 miliar saham baru dengan harga Rp25 per saham. Dengan demikian, dana yang diincar dalam HMETD tersebut senilai Rp282,68 miliar. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/1/2018), saham baru tersebut akan diterbitkan dari saham simpanan atau saham portepel perseroan dan akan dicatatkan di BEI.

-RBMS : harga saham RBMS ditutup menguat Rp 68 (+34,69%) ke level Rp 264 hari ini. Danai ekspansi bisnisnya, PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) masih memilih pendanaan pasar modal sebagai andalan. Berdasarkan RUPS luar biasa yang digelar Senin kemarin, disetujui rencana perseroan menerbitan saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias right issue sebanyak-banyaknya 653,44 juta saham. Dana dari hasil rights issue nantinya akan digunakan untuk membeli saham PT Tiara Raya Bali International (TRBI) sebanyak-banyaknya Rp74,45 miliar. Dana hasil rights issue juga untuk meningkatkan penyertaan modal di TBRI sebanyak-banyaknya Rp120 miliar dan memberikan pinjaman ke Alam Indah Selarah sebesar Rp45,14 miliar.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...