google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham CTRA | 15 Februari 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham CTRA | 15 Februari 2018

Analisa Saham CTRA

Indo Premier on Ciputra Development (CTRA) 02/06/2018
Challenging property market

-  CTRA membukukan penjualan pemasaran sebesar Rp796 miliar pada 12M17 dari peluncuran tiga proyek di Batam, Maja, dan Yogyakarta. Pencapaian ini menghasilkan total penjualan pemasaran CTRA menjadi Rp7,65tn (+ 9% yoy) pada TA17, meningkat menjadi 98/90% dari target FY17 perusahaan sebesar Rp7,8 / 8.5tn. CTRA menyatakan penjualan pemasaran FY17 dibantu oleh penjualan satu unit di blok apartemen layanan Ciputra World Jakarta 2 ke Ascott senilai Rp675 miliar. Selama FY17, lahan perumahan yang masih menjadi kontributor utama marketing sales, menyumbang 75% dari total, sementara 25% lainnya disumbang dari proyek bertingkat tinggi, yang hanya tersedia di Jakarta dan Surabaya.

-  Perusahaan yakin FY18 akan menjadi tahun yang penuh tantangan dan mengharapkan pertumbuhan rata-rata 0-5%. Namun, perusahaan menargetkan pendapatan FY18 tumbuh 15-20% karena beberapa penjualan di FY17 akan diakui pada TA18. Perusahaan berencana meluncurkan tiga rumah sakit baru di Cibubur, Surabaya dan Makassar untuk meningkatkan porsi pendapatan rutin. Sampai dengan bulan Januari 2018, CTRA memiliki 1.300 hektare landbank yang tersebar di seluruh Indonesia.

-  Valuasi: HOLD dengan TP Rp1,355

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...