google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham TINS | 8 Februari 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham TINS | 8 Februari 2018

Berita Saham TINS

Perseroan Terbatas Timah Tbk (TINS) dan Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung mengreklamasi 2,5 hektare lahan bekas tambang timah di Desa Bancah, Kabupaten Bangka Selatan, agar dapat bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah itu.

"Kerja sama reklamasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan sekaligus upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan swasembada dan ketahanan pangan di daerah ini," kata Direktur Utama PT Timah Tbk Mochtar Riza Pahlevi Tabrani usai melakukan penanaman pohon di lahan bekas tambang timah di Desa Bancah, Kamis.

Ia menjelaskan penanaman berbagai tanaman buah-buahan merupakan kelanjutan dari pilot project PT Timah dengan Polda Kepulauan Babel dalam program Bhabinkamtibmas Go Green.

"Jenis tanaman yang ditanami dalam kegiatan ini merupakan tanaman produktif seperti mangga, rambutan matoa, lengkeng, jambu jamaika, dan kelapa hibrida, sehingga dapat bermanfaat bagi warga," ujar Riza.

Menurut Riza kegiatan ini dapat membangun pola pandang masyarakat bahwa kegiatan penambangan dapat dilakukan secara berkelanjutan, dimana setelah kegiatan penambangan berakhir dapat dilanjutkan dengan pengelolaan tanaman produktif di lahan bekas tambang tersebut sehingga bermanfaat secara optimal.

"Kita harapkan juga semoga kegiatan ini dapat mendukung keberhasilan reklamasi PT Timah sekaligus dalam jangka panjang dapat membantu meningkatan kesejahteraan dan perekonomian desa," ujarnya.(end)

IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...