google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham TOWR | 4 Juni 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham TOWR | 4 Juni 2018


BCA Sekuritas on Sarana Menara Nusantara (TOWR) 05/22/2018
Still standing tall

- Manajemen TOWR telah mengindikasikan bahwa beberapa pelanggan lama mereka tidak akan memperbarui sewa mereka, termasuk Smartfren dan Hutchinson 3. Saat ini, sekitar 500 Smartfren leases akan berakhir pada 2018 dan 500 lebih pada 2019. Sementara sekitar 250 dan 70 sewa Hutch akan berakhir di 2018 dan 2019, masing-masing, kadaluwarsa paling ekstrim akan berlangsung pada 2020-2023 (sekitar 6,5-7,5 ribu kontrak). TOWR telah berhasil mengamankan sebagian besar penyewaan Smartfren dengan tambahan pesanan baru dari EXCL. Namun, Manajemen saat ini sedang mengadakan diskusi dengan Hutch tentang menegosiasikan kembali harga sewa, yang mereka bersedia untuk dikonversi ke IDR, mendiskon mereka dari tingkat saat ini untuk datang lebih sesuai dengan operator telekomunikasi lainnya (sekitar 50% diskon).

- Baru-baru ini, TOWR telah mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi 100% Komet Infra Nusantara (KIN), anak perusahaan menara META, yang akan meningkatkan portofolio mereka dengan sekitar 1.400 menara dan 2.000 penyewa, sebesar sekitar Rp1,4 triliun. Pada 1Q18, TOWR masih memiliki neraca yang relatif sehat, dengan utang bersih terhadap EBITDA sebesar 1,5x. Oleh karena itu, kami percaya bahwa meskipun akuisisi pasca-KIN, TOWR masih memiliki banyak ruang untuk leverage untuk akuisisi lain dan pertumbuhan organik, yang Manajemen telah mengindikasikan bahwa mereka masih merasa nyaman untuk meningkatkannya menjadi 4x, jika diperlukan.

- Valuasi: BUY dengan TP Rp4,000

Mirae Asset

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...