google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham ASII, BBRI, BMRI, BRPT, DOID dan SMGR | 4 Juni 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham ASII, BBRI, BMRI, BRPT, DOID dan SMGR | 4 Juni 2018


Binaartha Sekuritas memproyeksikan indeks masih berpotensi menuju ke area level resisten selama pergerakannya masih bertahan di atas garis MA 20.

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.927,255 hingga 5.870,924.

Sementara itu, resisten pertama maupun kedua memiliki range pada level 6.047,466 hingga 6.111,346. Berdasarkan indikator daily, MACD telah berhasil membentuk golden cross di area negatif.

Sementara itu, Stochastic dan RSI terlihat sudah berada di area netral.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

*ASII, Daily (6900) (RoE: 11.93%; PER: 14.03x; EPS: 491.84; PBV: 1.67x; Beta: 1.38):* Pergerakan harga berhasil menguji area garis MA 10 dan MA 20 sehingga diharapkan bahwa potensi terjadinya stimulus beli terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 6850 – 6950, dengan target harga di level 7300 dan 7500. Support: 6800.

*BBRI, Daily (3080) (RoE: 17.81%; PER: 12.70x; EPS: 242.44; PBV: 2.26x; Beta: 1.69):* Pergerakan harga berpotensi menguji area pada garis MA 20 hingga MA 10 terlebih dahulu sebelum mengalami proses rebound. “Buy on Weakness” pada area level 3000 – 3070, dengan target harga secara bertahap di level 3200 and 3400. Support: 2900.

*BMRI, Daily (7050) (RoE: 13.82%; PER: 13.90x; EPS: 507.36; PBV: 1.92x; Beta: 1.64 ):* Pergerakan harga berpotensi menguji area pada garis MA 20 hingga MA 10 terlebih dahulu sebelum mengalami proses rebound. “Buy on Weakness” pada area level 6900 – 7000, dengan target harga seccara bertahap di level 7100, 7275, 7475, 7950 dan 8425. Support: 6900 & 6750.

*BRPT, Daily (2120) (RoE: 5.91%; PER: 18.45x; EPS: 115.42; PBV: 1.09x; Beta: 1.74):* Formasi double bottom akan terbentuk jikalau pergerakan harga bertahan di atas level support. “Akumulasi Beli” pada area level 2090 - 2130, dengan target harga secara bertahap di level 2190, 2240, 2450, 2660 dan 2870. Support: 2030.

*DOID, Daily (875) (RoE: 21.40%; PER: 13.46x; EPS: 66.88; PBV: 2.86x; Beta: 2.58):* Saat ini, pergerakan harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada level 860 – 880, dengan target harga secara bertahap di level 895, 955, 1030, 1210 dan 1390. Support: 850.

*SMGR, Daily (8400) (RoE: 5.28%; PER: 30.11x; EPS: 279.00; PBV: 1.60x; Beta: 1.38):* Saat ini, pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish matching low candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Beli” pada area 8300 – 8500 dengan target harga secara bertahap di level 8750 dan 9025. Support: 8200.

http://market.bisnis.com/read/20180604/189/802282/binaartha-sekuritas-cermati-6-saham-potensial-raup-cuan-di-awal-dagang-juni-2018

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...