google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Target Pendapatan Sudirman Central Business District (SCBD) Langsung ke konten utama

Target Pendapatan Sudirman Central Business District (SCBD)


Emiten pengembang dan pengelola kawasan pusat niaga Sudirman Central Business District (SCBD) yakni PT Danayasa Arthatama Tbk. menargetkan pendapatan tahun ini dapat mencapai Rp1,15 triliun.

Agung Prabowo, Direktur Danayasa Arthatama, mengatakan bahwa perseroan cukup yakin mampu meningkatkan kinerja pendapatan tahun ini.

Namun, bersama dengan itu, beban pokok juga akan meningkat sehingga perseroan memproyeksikan laba akan cenderung stagnan.

Agung menyebut capaian pendapatan tahun ini meningkat sebesar 7,5% dibandingkan capaian tahun lalu Rp1,06 triliun menjadi Rp1,15 triliun. Namun, berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan tahun lalu adalah senilai Rp1,04 triliun.

Dengan estimasi pendapatan tahun ini sebesar Rp1,15 triliun, maka proyeksi tingkat pertumbuhan pendapatan perseroan tahun ini mencapai 10,6% dibandingkan capaian Rp1,04 triliun tahun lalu.

Sementara itu, laba bersih emien dengan kode saham SCBD ini tahun lalu sebesar Rp58 miliar, meningkat 22% dibandingkan laba 2016 Rp47,5 miliar.

“Target laba bersih tahun ini masih tetap, tidak akan berubah karena bebanpun akan bertambah walaupun pendapatan usaha meningkat,” katanya pekan lalu.

Tiga lini bisnis utama perseroan yakni realestate, hotel, dan jasa telekomunikasi. Target untuk masing-masing sektor tahun ini yakni realestate Rp510,9 miliar, hotel Rp382,4 miliar, dan jasa telekomunikasi Rp223,8 miliar.

Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan realestat mencapai Rp133 miliar, hotel Rp88,15 miliar, dan jasa telekomunikasi Rp47,29 miliar.

http://market.bisnis.com/read/20180624/192/808929/scbd-targetkan-pendapatan-rp115-triliun

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...