google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham PGAS | 5 Juli 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham PGAS | 5 Juli 2018


CLSA - Perusahaan Gas - Target Price Rp 1,700 - UNDERPERFORM

Another 90 days

Pertagas acquisition to be done in 3 months; no detail on funding rate

PGAS held its analyst meeting pursuant to its acquisition of Pertagas this morning. The overall mood was negative with questions about the valuation and deal structure being raised frequently. The key positive is PGAS will control 96% of Indonesia’s gas distribution and transmission infrastructure. There were no details of financing other than a tentative 30%/70% cash/debt borrowing plan. As the deal is less attractive than our expectations, its valuation should revert to its five-year mean (13x PER) in our view. We thus lower our valuation basis to be more in-line with its historical mean and lower our target price from Rp2,100 to Rp1,700 and maintain our Underperform rating.

• The transaction is expected to be completed within 90 days from the SPA signing date (29 June). Pertagas’ contribution will be reflected by 4Q18 or 1Q19.

• The key positive from the acquisition is PGAS will control 96% of Indonesia’s gas distribution and transmission pipeline infrastructure. Management expects the combined entity to derive an additional US$65m from synergy over the next five years.

• There were no indications on earnings accretion as the financing scheme has not been finalised. Instead, the management team mentioned Pertagas’ Ebitda and NP would be around US$188m and US$100m.

• Questions largely revolved around Pertagas’ valuation, a 21x 2018 PER, and much higher than PGAS at 13.5x (consensus market open price). In addition, there were queries about the legality of this transaction since it does not involve minority shareholders. There is an option for PGAS to acquire the remaining 49% of Pertagas using a similar transaction scheme. Pertagas would have to be revalued since the audited financials for this transaction are good for only six months.

• Management did not deny the possibility of Saka Energi being given to Pertamina eventually, although no discussions were carried out at this juncture.

• Generally, the key questions such as the financing rate, the exact details of costs and revenue synergies, Pertagas Capex as well as Pertagas’ forward looking financials were not clarified. These questions are on management’s to do lists and we expect more clarification in the next three months.

• As per BI regulations, the deal will be done in Rupiah and the finance rate might be higher than PGAS’ average interest rate (6%). The deal is less attractive than we expected; we believe PGAS’ valuation will revert to its mean as merger sentiment subsides. We lower our target price from Rp2,100 to Rp1,700, pegged to the average of a 13x PER, 6x EV/Ebitda and 1x PB, in-line with its historical average since 2014 (PGAS experienced a structural change after it ventured into LNG and upstream).

(Source : CLSA Research / 4 July 2018)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...

INVESTASI SAHAM MENURUT PARA AHLI

Investasi saham adalah aktifitas menarik baik untuk mempersiapkan masa depan maupun juga untuk sebagai aktifitas harian. Para ahli telah menerangkan makna investasi secara umum dan investasi saham secara khusus.  Pengertian Investasi Menurut Para Ahli Haming dan Basalamah Menurut Haming dan Basalamah, Investasi adalah pengeluaran saat sekarang untuk membeli aktiva real seperti tanah, rumah, mobil, dan lain-lain atau juga aktiva keuangan memiliki tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi di masa yang mendatang, selanjutnya dikatakan investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber atau dana yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang dan dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Mulyadi Menurut Mulyadi, Investasi adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapatkan hasil laba di masa yang akan datang. Sadono Sukirno Menurut ...