google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham UNTR | PT United Tractors Tbk. Optimis dengan Penjualan Batubara Langsung ke konten utama

Saham UNTR | PT United Tractors Tbk. Optimis dengan Penjualan Batubara


PT United Tractors Tbk. (UNTR) melalui anak usahanya PT Tuah Turangga Agung (TTA) optimistis menjual batu bara sejumlah 6,8 juta ton sampai dengan akhir 2018, meningkat 7,42% dari realisasi tahun lalu sebesar 6,3 juta ton.

Corporate Secretary United Tractors Sara K. Loebis menyampaikan, sampai dengan akhir 2018 perseroan membidik volume produksi atau penjualan batu bara dari TTA sejumlah 6,8 juta ton. Per Agustus 2018, kinerja penjualan sudah mencapai 5,58 juta ton, naik 20,27% year-on-year (yoy) dari periode 8 bulan pertama 2017 sejumlah 4,64 juta ton.

“Sampai akhir tahun penjualan atau produksi batu bara TTA bisa mencapai 6,8 juta ton,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.

TTA sebagai induk unit usaha pertambangan UNTR memegang sejumlah konsesi tambang batu bara dengan perkiraan total cadangan 400 juta ton. Tingkat kalori berkisar dari kelas menengah hingga kalori tinggi.

Perusahaan juga memiliki 80,1% saham PT Suprabari Mapanindo Mineral yang memproduksi batu bara kokas. Akuisisi tambang yang memiliki cadangan 40 juta ton di Kalimantan Tengah rampung pada Maret 2017. Sara menyebutkan, sampai akhir 2018 volume produksi dan penjualan batu bara kokas berkisar 700.000 ton.

Dia menambahkan, kendati industri batu bara sedang berada dalam tren yang positif, perusahan belum memiliki rencana menambah cadangan melalui akuisisi. “Sementara belum ada rencana akuisisi lagi,” imbuhnya.

Secara terpisah, Direktur United Tractors Frans Kesuma menyampaikan, volume produksi batu bara kokas per September 2018 berkisar antara 500.000--600.000 ton. Adapun, penjualannya mencapai 500.000 ton.

"Pada kuartal III produksi mulai dapat dipacu karena cuaca cenderung kering," ujarnya.

Untuk mengoptimalkan produksi dan penjualan ke depan, perusahaan akan menambah kapasitas intermediate stockpile (ISP) di pelabuhan. Dengan demikian, perusahaan dapat menyimpan stok lebih banyak saat cuaca basah, dan kemudian menggenjot penjualan ketika cuaca kering.

"Kalau saat ini karena stockpile terbatas, produksi jadi terhambat karena belum ada tempat penyimpanan. Adanya ISP dapat memaksimalkan penjualan saat kemarau karena stok terjaga," paparnya.

Ekspansi Emas
Frans yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Pama Persada ini menyampaikan, perseroan juga akan memacu ekspansi emas setelah menyelesaikan proses pengalihan (hand over) tambang Martabe di Sumatra Utara. Diperkirakan hand over dapat dilakukan pada akhir 2018.

Ada dua langkah awal yang akan dilakukan perusahaan di Martabe, yakni melakukan eksplorasi dan membuat processing plant. Adanya eksplorasi baru diharapkan menambah jumlah cadangan emas perseroan.

"Kami belum masuk full. Setelah hand over kami punya hak 100% untuk lihat ke dalam. Tentunya area Martabe akan kami review," ujarnya.

Pada 2017, tambang Martabe membukukan laba bersih sebesar US$150 juta dengan produksi emas mencapai 350.000 ons. Frans menyebutkan, perusahaan nantinya dapat meningkatkan produksi batu kuning melampaui 400.000 ounces.

Tambang Martabe yang terletak di Tapanuli Selatan tersebut diprediksi memiliki cadangan sebesar 4,3—4,5 juta ton. Emiten dengan kode saham UNTR tersebut akan memegang lisensi operasional tambang Martabe hingga tahun 2043.

Adapun, UNTR menandatangani kesepakatan akuisisi tambang Martabe pada 8 Agustus 2018 melalui anak usahanya yaitu PT Danusa Tambang Nusantara. Danusa membeli tambang Martabe dari PT Agincourt Resources Pte. Ltd. sebuah perusahaan yang berbasis di Singapura.

Danusa Tambang Nusantara merupakan anak usaha perseroan di mana 60% sahamnya dikuasai United Tractors, sedangkan 40%-nya dikuasai oleh PT Pamapersada Nusantara.
http://market.bisnis.com/read/20181011/192/848144/united-tractors-untr-pacu-penjualan-batu-bara-kokas

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...