google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham BBTN | 20 Desember 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham BBTN | 20 Desember 2018

Ciptadana Sekuritas on Bank Tabungan Negara (BBTN) 12/06/2018
Flat earnings for another year

- Bank Tabungan Negara (BBTN) melaporkan angka bulanan yang lemah pada hasil 10M18 yang tidak diaudit dengan pertumbuhan laba bersih melambat menjadi 7% YoY, menyumbang 75/70% dari perkiraan kami dan konsensus 2018F, masing-masing. Pencapaian historis pada 10M16-10M17 adalah 70-71% dari tahun penuh, tetapi kami pikir sulit bagi BBTN untuk mencapai konsensus estimasi 2018F karena perusahaan masih perlu membukukan biaya provisi yang signifikan dalam beberapa bulan yang tersisa sebagai persiapan untuk penerapan IFRS 9 Pendapatan bunga bersih adalah solid, tumbuh 15% YoY, mencerminkan kompresi NIM minimal hanya 20 bps YoY.

- Namun, hasil BBTN 10M18 menunjukkan bahwa pertumbuhan deposito (13% YoY) tidak dapat menyeimbangkan laju pertumbuhan kredit (20% YoY). Konsekuensinya, rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) meningkat lebih jauh menjadi 116% pada 10M18 atau mencapai semua waktu tertinggi dalam empat tahun terakhir (pameran 3). Pada saat yang sama, rasio aset cair (total aset cair untuk IBL) juga terus mengencang. Membuat LDR kembali mendekati 100% akan membutuhkan BBTN untuk membayar lebih banyak kepada para deposan untuk menarik lebih banyak pertumbuhan deposito.

- Valuasi: HOLD dengan TP Rp2,900


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...