google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham BJBR, MAMI dan AKRA | 13 Desember 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham BJBR, MAMI dan AKRA | 13 Desember 2018

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berikut rekomendasi teknikal tiga saham pilihan dari sejumlah analis untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (13/12) besok.

1. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)

Achmad Yaki, Analis BCA Sekuritas melihat adanya hammer candle dengan indikator RSI menguat dan volume perdagangan meningkat. Jika mampu break di level 1.990—2.030, terdapat potensi hold.

Rekomendasi: Speculative buy
Support: Rp 1.905
Resistance: Rp 2.030

Hari ini, Rabu (12/12) BJBR menguat 1,29% menjadi Rp 1.965 per saham

2. PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI)

Muhammad Wafi, Analis Bahana Sekuritas melihat, saham MAMI berpeluang koreksi secara teknikal setelah indikator stochastic berpotensi melakukan deathcross untuk menguji support MA20 sekaligus support bullish channel sebelum kembali rebound dan membuat higer high level.

Rekemondasi: Buy on weakness
Support: Rp 110
Resistance: Rp 140

Saham MAMI hari ini tak bergerak hari ini dari kisaran kemarin yaitu Rp 120 per saham

3. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

Analis Kiswoyo Adi Joe dari Narada Asset Manajemen mengatakan, indikator stochastic AKRA berada di level 80 dan bergerak naik. Begitu pula dengan MACD yang bergerak naik. Sementara candle berada di atas garis atas bollinger band.

Rekomendasi: Sell on Strength
Support: Rp 4.000
Resistance: Rp 4.500

Saham AKRA yang terus melaju dalam lima hari perdagangan, hari ini naik terbatas 0,47% ke harga Rp 4.280 per saham.


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...