google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham GIAA | Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Turun, Garuda (GIAA) Kurangi Rute Penerbangan Langsung ke konten utama

Saham GIAA | Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Turun, Garuda (GIAA) Kurangi Rute Penerbangan


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memutuskan menutup sejumlah rute penerbangan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir imbas kebijakan penurunan tarif batas atas tiket pesawat yang diberlakukan pemerintah.

Garuda kembali menutup rute penerbangan Jakarta-London setelah liburan musim panas berakhir. Padahal, rute ini baru dibuka pada akhir tahun lalu.

Garuda juga akan mengurangi frekuensi penerbangan rute Jakarta-Amsterdam, dari enam kali menjadi tiga kali. Pengurangan frekuensi juga dilakukan untuk beberapa rute seperti Morotai, Maumere dan Bima.

Alasannya, beban biaya bahan bakar untuk penerbangan ke daerah terpencil lebih mahal 80% dibandingkan rute favorit. "Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penghematan supaya tidak menggerus laba," ujar Pikri Ilham Kurniansyah, Direktur Niaga Garuda kepada KONTAN, Rabu (22/5).

Semakin banyak layanan rute, beban operasional penerbangan tentunya bertambah. Padahal, beban operasional penerbangan merupakan komponen terbesar total beban usaha Garuda.

Dari total beban usaha sebesar US$ 1,05 miliar pada kuartal pertama tahun ini, sebesar 59% atau setara US$ 618,99 juta merupakan beban operasional.

Jika diperinci lebih lanjut, biaya bahan bakar dan sewa pesawat merupakan komponen terbesar beban operasional. Nilainya masing-masing mencapai US$ 286,12 juta dan US$ 267,73 juta.

Melihat komponen beban tersebut, pengurangan atau bahkan penutupan rute diharapkan mampu mengurangi imbas negatif. "Itu pilihan sulit, tapi perlu diambil supaya dapat mencapai target kinerja tahun ini," imbuh Pikri.

Berdasarkan RKAP 2019, Garuda menargetkan pertumbuhan pendapatan 33% menjadi US$ 5,81 miliar. Sementara, laba bersih ditargetkan meroket sebesar 176% menjadi US$ 13,88 miliar.

Analis Mirae Asset Sekuritas Lee Young Jun melihat, dampak penurunan tarif batas atas terhadap GIAA terbatas. Sebab, sebelum kebijakan baru itu muncul, harga tiket tertinggi GIAA selama musim non-puncak sudah lebih rendah 80% dari batas atas.

"Jadi, kebijakan tersebut tidak akan berdampak ke harga tertinggi saat musim non-puncak," tulis Lee dalam risetnya per 22 Mei.

Penurunan batas atas harga tersebut membuat rentang antara harga full service carrier (FSC) dan penerbangan murah atau low cost carrier (LCC) menyempit. "Bagi sebagian penumpang, mereka akan lebih memilih FSC dari LCC karena perbedaan tarif yang tidak terlalu jauh," tambah Lee.

Dia masih mempertahankan rekomendasi buy saham GIAA dengan target harga hingga akhir tahun Rp 690.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

Pengertian dan Cara Membaca Candlestick Pattern

Mereka yang berada di dunia trading tentu memahami adanya berbagai tipe chart atau grafik. Chart tersebut menyajikan informasi harga saham yang fluktuatif. Pergerakan ini akan tampil dalam bentuk naik-turunnya grafik. Data ini bermanfaat untuk melakukan analisis teknikal terhadap harga saham. Ada berbagai jenis grafik yang digunakan trader. Misalnya candlestick chart yang menjadi favorit para trader. Candlestick, yang arti harfiahnya merupakan batang lilin, memang berbentuk grafik batang. Chart ini lazim dipakai dalam menelaah saham, forex, maupun komoditas. Namun tidak sering trader kesulitan membacanya, apalagi mereka yang baru mulai. Maka dari itu, berikut akan disajikan pengertian dan cara memahami pola-pola candlestick secara tepat. Pengertian Penggunaan diagram candlestick pertama kali muncul di Jepang. Tingkat akurasinya dianggap yang paling baik ketimbang chart lainnya. Bentuk grafik ini semakin populer di antara para trader. Candlestick merepresentasikan dampak sentimen invest...

Analisa Saham HRUM, DOID dan SSIA | 18 April 2018

Berikut rekomendasi teknikal tiga saham pilihan dari sejumlah analis untuk perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (18/4). 1. PT Harum Energy Tbk (HRUM) Stochastic membentuk golden cross dan hampir memasuki area overbought. Sementara MACD bergerak menguat. Volume masih diatas rata-rata 1 bulan. Harga gagal menembus keatas resistance dari upper Bollinger band. +DI line masih berada diatas -DI line. Rekomendasi: Hold Support: Rp. 2.910 Resistance: Rp. 3.050 Parningotan Julio, Yuanta Sekuritas Indonesia 2. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) Saat ini pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola white opening bozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Rekomendasi: Buy Support: Rp 955 Resisten: Rp 1.115 Muhammad Nafan Aji, Binaartha Parama Sekuritas 3. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Dalam tren konsolidasi namun menguji level support untuk jangka pendek. Volume beli masih minim. RSI 45.5% menunjukkan b...