google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Buy Back Saham PTBA, Direktur PT Bukit Asam Tbk. Langsung ke konten utama

Buy Back Saham PTBA, Direktur PT Bukit Asam Tbk.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten tambang batu bara berpelat merah, PT Bukit Asam Tbk., (PTBA) bakal melaksanakan pembelian kembali atau buyback saham setelah mendapatkan lampu hijau dari Kementerian BUMN.

Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengonfirmasi bahwa perseroan akan melakukan buyback dalam waktu dekat mengingat kondisi pasar modal dalam negeri yang melesu dalam beberapa perdagangan terakhir.

“Terkait jumlah saham yang akan diserap, berapa yang dikeluarkan, dan kapan akan dilaksanakan masih akan kami bicarakan terlebih dahulu,” ujar Arifin saat dihubungi Bisnis.com, Selasa (10/3/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Selasa (10/3/2020), saham PTBA parkir di level Rp2.310 per saham, berhasil terapresiasi 4,52 persen atau 100 poin. Kendati demikian, sepanjang tahun berjalan 2020 saham PTBA berada di zona merah dan telah terkoreksi 13,16 persen.

Adapun, saat ini sesungguhnya perseroan masih memiliki saham treasury sekitar 330 juta saham atau 2,87 persen dari total kepemilikan saham. Saham treasury itu memiliki jatuh tempo untuk dilepas kembali ke pasar pada 2021.

Sementara itu, perseroan memiliki arus kas dan setara kas pada 2019 sebesar Rp4,75 triliun, melemah 24,5 persen dibandingkan dengan kas dan setara kas 2018 sebesar Rp6,3 triliun.

Dalam kesempatan yang berbeda, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bahwa pemerintah telah memberi lampu hijau kepada 12 perusahaan pelat merah untuk melakukan buyback.

Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan pelonggaran regulasi buyback tanpa didahului Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin (9/3/2020).

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan bahwa rencana buyback ini akan menghabiskan dana sekitar Rp7 triliun—Rp8 triliun.

Di sisi lain, Analis Maybank Kim Eng, Isnaputra Iskandar merevisi rekomendasinya untuk PTBA dari hold menjadi buy dengan target price di Rp2.800 per saham.

“Target price direvisi ke Rp2.800 per saham, yang menyiratkan kenaikan 27 persen dari harga terakhir,” ujar Isnaputra dalam risetnya, Selasa (10/3/2020).

Berdasarkan konsesus analis yang dilakukan oleh Bloomberg, sebanyak 12 analis merekomendasikan untuk beli PTBA, sebanyak 7 hold, sedangkan sebanyak 5 analis merekomendasikan beli.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...