Langsung ke konten utama

Analisa Saham BBRI, AALI dan WSKT | 12 Juni 2020


KONTAN.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 65,92 poin atau 1,34% ke 4.854,75 pada akhir perdagangan Kamis (11/6). Berikut merupakan rekomendasi teknikal tiga saham pilihan dari sejumlah analis untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (12/6).

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

Pergerakan saham BBRI break support fractal potensi uji support Moving Average (MA)50 dan MA20  di kisaran 2.770. Indikator stochastic bearish momentum setelah mengkonfirmasi dead-cross dan peluang pelemahan masih cukup dalam. Sedangkan untuk MACD bergerak melemah pada histogram dan MACD line mulai menjenuh memberikan signal pelemahan lanjutan yang masih membayangi.

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 2.770
Resistance: Rp 3.090

Lanjar Nafi, Analis Reliance Sekuritas

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

Saham AALI saat ini tengah menguji three black crows pattern candle, dengan indikator RSI yang melemah. Sementara itu, indikator stochastic cenderung menunjukkan overbought, disertai dengan volume perdagangan menurun namun masih ditutup di atas moving average (MA)5. Adapun indikator MACD masih bergerak naik.

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 7.850
Resistance: Rp 8.600

Achmad Yaki, Analis BCA Sekuritas

PT Waskita Karya Tbk (WSKT)

Harga saham WSKT diperkirakan masih berpotensi terkoreksi membentuk wave (iv) dari wave [c]. Hal tersebut juga didukung pergerakan indikator MACD dan RSI yang masih bergerak melemah dan tekanan jual pun masih cukup besar pada perdagangan Kamis (11/6). Sedangkan untuk indikator stochastic bergerak melemah, dan moving average menuju (MA)20.

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 645
Resistance: Rp 810

Herditya Wicaksana, Analis MNC Sekuritas

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI BERDASARKAN SEKTOR

Daftar perusahaan yang terdaftar di BEI | IHSG IDX Daftar perusahaan yang terdaftar di BEI berdasarkan Sektor bisa dilihat di bawah ini. Sekedar untuk informasi, Ada 9 sektor yang mencantumi komponen - komponennya yaitu Pertanian, Pertambangan, Industri Dasar, Aneka Industri, Industri Barang Konsumsi, Properti, Infrastruktur, Keuangan dan Perdagangan dan sektor khusus seperti KOMPAS 100, JII, LQ45, BISNIS 27, PEFINDO 25 dan SRI - KEHATI. Semua emiten yang tercatat di BEI juga tercatat tergantung dengan tipe usahanya dan likuidasinya sendiri. Daftar perusahaan pertanian yang terdaftar di BEI Daftar perusahaan pertanian yang terdaftar di BEI adalah sebagai berikut: Tanaman Pangan BISI International Tbk Perkebunan Astra Agro Lestari Tbk BW Plantation Tbk Gozco Plantations Tbk Jaya Agra Wattie Tbk Multi Agro Gemilang Plantation Tbk Provident Agro Tbk PP London Sumatra Tbk Salim Ivomas Pratama Tbk Sampoerna Agro Tbk SMART Tbk Tunas Baru Lampung Tb

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida