Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham BRPT, PGAS, AKRA dan UNTR oleh MNC Sekuritas 17 September 2020


MNC Daily Scope Wave

17 September 2020

IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,8% ke level 5,058 pada perdagangan kemarin (16/9). Kami memperkirakan IHSG masih rentan untuk melanjutkan koreksinya sekaligus menutup gap yang terdapat pada level 5,016-5,051. Setelahnya, selama IHSG tidak terkoreksi agresif ke bawah 5,016, maka IHSG masih berpeluang menguat dalam jangka pendek ke arah 5,130 terlebih dahulu. Tetap waspadai apabila IHSG terkoreksi agresif ke bawah 5,016 bahkan 4,753 untuk membentuk wave [v] pada skenario biru ke arah 4,500-4,650.

Support: 5,000, 4,753

Resistance: 5,220, 5,381

BRPT - Buy on Weakness (785)

Kemarin (16/9), BRPT ditutup menguat tipis ke 785. Selama BRPT belum mampu menguat di atas 835, maka BRPT masih berpotensi terkoreksi dahulu untuk membentuk wave [ii] dari wave (C). Setelahnya, maka BRPT berpeluang berbalik arah menguat.

Buy on Weakness: 730-770

Target Price: 880, 1,000

Stoploss: below 695

PGAS - Buy on Weakness (1,085)

Koreksi PGAS sebesar 1,8% yang terjadi kemarin (16/9), kami perkirakan merupakan bagian dari wave [b] dari wave B. Hal tersebut berarti, PGAS masih rentan kembali terkoreksi dahulu untuk mengkonfirmasi terbentuknya wave [b]. Setelahnya, PGAS mampu berbalik menguat dengan catatan tidak menembus support 995.

Buy on Weakness: 1,020-1,070

Target Price: 1,170, 1,210

Stoploss: below 995

AKRA - Buy on Weakness (2,780)

Pada perdagangan kemarin (16/9), AKRA bergerak menguat 1,5% ke level 2,780. Kami memperkirakan selama AKRA belum mampu menembus 2,860, maka AKRA rentan terkoreksi untuk membentuk wave [b] dari wave B. Sehingga diperkirakan AKRA akan terkoreksi dahulu dalam jangka pendek sebelum berbalik menguat.

Buy on Weakness: 2,600-2,740

Target Price: 2,860, 3,000

Stoploss: below 2,470

UNTR - Sell on Strength (24,025)

Kami memperkirakan pergerakan UNTR kemarin (16/9) merupakan akhir dari wave [i] dari wave 5. Selanjutnya, UNTR kami perkirakan rentan bergerak terkoreksi untuk membentuk wave [ii], kami perkirakan level koreksi UNTR berada pada range 22,000-22,850. Level-level tersebut dapat digunakan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 24,050-24,500

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da