Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global 2 September 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Sept 2, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

S&P dan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi dalam reli yang didorong oleh saham teknologi

S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi pada hari Selasa dengan saham teknologi memimpin kenaikan saat Apple dan Zoom Video melonjak sementara data ekonomi dan bergerak menuju pembicaraan stimulus di Washington membantu memicu optimisme.

Dow Jones naik 215,61 poin atau 0,76% menjadi ditutup pada 28.645,66. S&P 500 naik 26,34 poin atau 0,75% menjadi 3.526,65. Nasdaq Composite menambahkan 164,21 poin atau 1,39% menjadi 11.939,67.

Apple Inc naik sedikit di bawah 4% pada hari Selasa, sehari setelah pemecahan sahamnya dan setelah sebuah laporan mengatakan perusahaan telah meminta pemasok untuk membuat setidaknya 75 juta iPhone 5G untuk akhir tahun ini. Zoom Video Communications Inc melonjak 40,8% setelah perusahaan konferensi video menaikkan perkiraan pendapatan tahunannya lebih dari 30% karena mengubah lebih banyak basis pengguna gratisnya yang besar menjadi langganan berbayar. Bersama dengan Amazon.com Inc, itu memberikan dorongan terbesar Nasdaq untuk hari itu. Investor mengutip momentum teknologi sebagai alasan utama keuntungan hari Selasa, dengan beberapa bantuan dari data dan politik.

Eropa

Bursa Eropa mengakhiri sesi berombak lebih rendah, saham Teknologi unggul

Bursa Eropa turun untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Selasa karena kerugian pada blue chip Inggris dan data inflasi zona euro yang lemah, sementara sektor teknologi mengungguli keuntungan di pemasok utama Apple.

Indeks STOXX 600 Eropa berakhir 0,4% lebih rendah.

Pemasok Apple (AAPL.O) di wilayah tersebut naik setelah pembuat iPhone tersebut dilaporkan telah meminta pemasok untuk membuat setidaknya 75 juta ponsel 5G untuk akhir tahun ini, menopang indeks teknologi .SX8P. STMicroelectronics (STM.PA), Dialog Semiconductor (DLGS.DE), Infineon Technologies (IFXGn.DE) dan ASML (ASML.AS) naik antara 1% dan 4%.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da