Langsung ke konten utama

INI RANGKAIAN PROYEK PENGEMBANGAN PLTS BUKIT ASAM



PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memiliki visi untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan. Sejalan dengan visi ini, perusahaan juga memiliki tagline "Beyond Coal" yang coba diwujudkan dengan melakukan diversifikasi bisnis dan hilirisasi industri batu bara.

Salah satu diversifikasi bisnis yang menjadi pilihan PTBA adalah pengembangan sektor energi baru dan terbarukan, yang juga merupakan fokus pemerintah dalam menyediakan energi lebih ramah lingkungan untuk rakyat Indonesia.

PTBA ingin mengambil bagian dalam roadmap pengembangan PLTS, berikut adalah beberapa proyek PLTS yang sedang dikembangkan oleh PTBA:

1.Proyek CSR Pembangunan PLTS untuk Pompa Irigasi

PTBA memiliki 3 proyek pengembangan PLTS untuk pompa irigasi yang masuk dalam program Corporate Social Responsibility (CSR).

a. PLTS Irigasi Pesawaran, Lampung (Operasi Oktober 2020)

Diresmikan pada hari ini, Selasa (6 Oktober 2020), bantuan Pompa Irigasi yang diberikan oleh PTBA terletak di Desa Trimulyo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung dan akan beroperasi di tahun ini. Peresmian pompa ini dihadiri oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Sementara dari PT Bukit Asam Tbk hadir Direktur Operasional Hadis Surya Palapa dan Direktur Niaga Adib Ubaidillah.

Pompa yang digunakan merupakan pompa jenis Submersible. Pompa tersebut memiliki kapasitas 50 lps (liter per second) atau 50 liter/detik dengan head 10 meter. Bantuan tersebut terdiri dari 1 unit Pompa Submersible, 1 unit inverter, 1 unit bak intake ukuran 3x3 meter dengan kedalaman 6 meter. Pompa irigasi ini akan dialiri listrik dari PLTS berkapasitas 38.500 watt yang dioperasikan melalui rumah panel kontrol seluas 4x4 meter, 140 keping panel surya, dan pipanisasi sepanjang 50 meter.

Listrik yg dihasilkan oleh pompa tersebut adalah 35.000 watt, sementara untuk kebutuhan Pompa Irigasi di Desa Trimulyo ini hanya 25.000 watt. Lahan yg akan dialiri seluas 167 hektar dengan jarak dari danau ke lahan lebih kurang 1 kilometer.

Proyek ini berkolaborasi dengan Pemprov Lampung. Saat ini petani masih mengandalkan pompa diesel untuk tanaman cabe pada musim kemarau. Sementara pada musim penghujan petani akan memanfaatkan lahan untuk ditanami padi.

b. PLTS Irigasi Talawi, Sawahlunto (Beroperasi sejak 2019)

Bantuan Pompa Irigasi Tenaga Surya di Desa Talawi Mudik Kota Sawahlunto. Pompa ini beroperasi sejak tahun 2019 dan memiliki kapasitas 50 lps (liter per second) atau 50 liter/detik dengan head 50 meter. Bantuan tersebut terdiri 1 unit pompa submersible, 1 unit inverter, 1 unit bak intake ukuran 3x3 meter dengan kedalaman 6 meter.

Listrik untuk pompa irigasi dengan daya 11 kW ini akan dialirkan oleh PLTS Talawi berkapasitas 16,5 kW yang dioperasikan melalui rumah panel kontrol 1 unit, 142 keping panel surya, dan pipanisasi sepanjang 1,2 km.

Luas lahan yang telah dialiri adalah 62 hektar dengan hasil panen mencapai 1.000 ton per tahun dari 3 kali panen. Sebelumnya hanya 248 ton per tahun. Jumlah penerima manfaat adalah 460 orang yang terdiri dari 115 petani dan 345 anggota keluarga dari masing-masing petani.

Pemeliharaan melibatkan kerja sama dengan warga, dimana para petani akan memberikan kontribusi 1 kg beras per petani saat setiap kali panen. Dimana harga per kilonya Rp10.000,- jadi petani dapat berkontribusi senilai Rp1.150.000,-/panen. Artinya, di setiap tahunnya petani mampu mengumpulkan dana senilai Rp3.450.000,- untuk biaya perawatan dan pemeliharaan pompa irigasi tersebut.

c. PLTS Irigasi Tanjung Raja (Rencana Beroperasi di 2020)

Bantuan Pompa Irigasi Tenaga Surya di Desa Tanjung Raja Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim akan beroperasi di tahun ini. Pompa tersebut merupakan Pompa Jenis Submersible yang memiliki kemampuan dapat menyedot air yang mengandung lumpur. Kapasitas pompa tersbut adalah 50 lps (liter per second) atau 50 liter/detik dengan head mencapai 30 meter.

Bantuan tersebut terdiri 1 unit pompa submersible, 1 unit inverter, 1 unit bak intake berukuran 1,5x3 meter dengan kedalaman 4 meter. Pompa irigasi berdaya 11 kW ini akan disokong listriknya oleh PLTS berkapasitas 18,7 kW yang menggunakan 140 keping panel surya.

Lahan yang akan dialiri seluas 63 hektar dengan perkiraan hasil panen 3 kali setahun mencapai 567 ton dan jumlah penerima manfaat adalah 90 petani. Sebagai informasi, sebelum adanya bantuan ini, panen hanya dapat dilakukan 1 kali per tahun dengan hasil sekitar 189 ton.

2. Proyek Pengembangan PLTS Bandara Soekarno Hatta (Beroperasi di Oktober 2020)

Proyek PLTS di Bandara Soekarno Hatta sejalan dengan cita-cita PT Angkasa Pura II (AP II) untuk menghadirkan Green Airport di Indonesia. Dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar di Indonesia, harapannya pemasangan PLTS di bandara terbesar ini bisa mendorong bandara lain untuk mengadopsi EBT melalui PLTS.

Pengoperasian PLTS di Bandara Soekarno Hatta ini juga komitmen PTBA dan AP II dalam mewujudkan sinergi BUMN dan upaya Kementerian BUMN dalam pemanfaatan energi baru terbarukan.

Meskipun berlokasi di kawasan AP II, PLTS di Gedung AOCC ini dibangun oleh PTBA yang juga menggandeng anak usaha PT LEN Industri yakni PT Surya Energi Indotama. Pengoperasian PLTS dijalankan oleh PTBA secara langsung.

PLTS ini terdiri dari 720 solar panel dengan kapasitas 241 kilowatt peak (kWp) dan beroperasi pada Oktober 2020.

3. Bantuan PLTS untuk Yayasan Az-Zawiyah (Rencana Operasi 2020)

Yayasan Az-Zawiyah terletak di Desa Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, dan menyediakan Pendidikan secara gratis kepada para siswanya. Mayoritas siswa yang bersekolah di yayasan tersebut berasal dari keluarga kurang mampu.

Listrik yang dihasilkan oleh PLTS adalah 6 kWp atau setara dengan 6.849 watt. Kebutuhan listrik yang diperlukan oleh Yayasan tersebut adalah sekitar 5.520 watt. Bantuan tersebut terdiri dari 18 keping panel surya, 2 unit inverter, 8 unit baterai, panel listrik 1 unit dan 1 set kabel dengan kapasitas 7 kWp. Daya listrik yang dihasilkan digunakan untuk 9 ruang kelas tingkat SMP, 10 ruang kelas tingkat SMK,

Ruang Kepsek, Ruang Guru, Ruang Kantor, Ruang Tata Usaha, Ruang UKS, Ruang OSIS, Perpustakaan, Toilet dan Gudang.

Jumlah penerima manfaat 1.921 orang terdiri dari 374 siswa tingkat SMK, 247 siswa tingkat SMP, 58 guru dan 1.242 orang tua. Sebelum mendapatkan bantuan PLTS, Yayasan tersebut harus membayar listrik sebesar Rp3.000.000,-/bulan atau Rp36.000.000,-/tahun.

4. PLTS Lahan Pasca Tambang Ombilin 100 MW (Perencanaan)

PTBA berencana menggarap proyek pengembangan PLTS di lahan pasca tambang milik perusahaan yang berada di Ombilin, Sumatera Barat. Lahan tambang yang sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu world heritage ini akan terpasang PLTS dengan kapasitas mencapai 240 kWp.

Konstruksi PLTS dilakukan dalam 2 tahap, dan pembangunan tahap pertama ditargetkan bisa rampung dengan kapasitas mencapai 100 Megawatt (MW). Pembangunan tahap I saat ini dalam tahap perencanaan dan studi. Pembangunan tahap II ditargetkan rampung pada 2022, sehingga total kapasitas PLTS bisa mencapai 200 Megawatt.(end)

Sumber: iqplus

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida

CARA BACA BOLLINGER BANDS

CARA BACA BOLLINGER BANDS Bollinger Bands dibuat oleh pakar Analisa Teknikal bernama John Bollinger pada tahun 1980-an. Indikator ini merupakan derivat dari Moving Averages yang dikembangkan menjadi 2 (dua) garis, yaitu Garis Atas (atau disebut Upper Band), dan Garis Bawah (atau disebut Lower Band). Kedua garis ini membatasi pergerakan saham, dengan lebih dari 90% berada di dalamnya.  Parameter standar yang direkomendasikan oleh John Bollinger adalah 20 – 2. Artinya menggunakan MA-20 dengan 2 Standar Deviasi (2SD). Dengan demikian, Garis Atas (Upper Band) adalah hasil MA-20 ditambah 2SD, sementara Garis Bawah (Lower Band) adalah hasil MA-20 dikurang 2SD. Standar Deviasi adalah istilah untuk menunjukkan volatilitas harga, misalnya dengan mengukur perbedaan nilai harga penutupan dengan nilai rata-rata.  Semakin tinggi nilai Standar Deviasi maka menunjukkan volatilitas yang semakin tinggi, yang tercermin pada semakin lebar (renggang) jarak antara kedua garisnya (Upper Band da