Langsung ke konten utama

[IPTV] Vision+ dan OPPO Berkolaborasi Hadirkan Konten Menarik


Aplikasi penyedia layanan over the top (OTT) terkemuka karya anak bangsa, Vision+ mengumumkan kolaborasinya bersama OPPO, merek perangkat pintar terkemuka, melalui fitur aplikasi video player OPPO Video yang terintegrasi dengan konten-konten variatif dari Vision+ mulai dari live streaming TV, film, serial lokal maupun internasional, pada acara Partnership Ceremony Vision+ & OPPO yang diselenggarakan Rabu, 31 Maret 2021 di iNews Tower, Jakarta.

Vision+ merupakan aplikasi streaming digital live TV dan Video On Demand (VOD) yang dikembangkan PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) atau yang juga dikenal dengan MVN. Vision+ menghadirkan ragam tayangan berkualitas mulai dari 70+ live streaming TV nasional, internasional, dan premium, lebih dari 10.000 jam tayangan film dan serial terbaik dan terlengkap, serta Original Series yang tayang secara eksklusif di Vision+.

Langkah ini juga sebagai wujud komitmen untuk memberikan layanan konten yang lengkap dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Kini, Vision+ semakin memantapkan langkahnya untuk memperluas distribusi konten dengan melakukan kolaborasi apps-in-apps dengan menghubungkan aplikasi Vision+ dengan OPPO Video.

Director of OTT Product, Marketing, & Programming PT MNC Vision Networks Tbk (MVN, kode saham IPTV), Clarissa Tanoesoedibjo mengatakan dalam kerja sama ini Vision+ menyediakan konten untuk aplikasi OPPO Video. .Harapan saya tentunya penetrasi Vision+ lebih besar dengan produk-produk OPPO yang banyak di Indonesia. Juga harapan saya lebih lanjut lagi, masuk ke Asia Tenggara, Asia Timur, Korea, Hongkong, dan seterusnya. Dan kalau bisa, meluas dari smartphone ke smart TV dengan live streaming ke depan,. ujarnya.

Diungkapnya, di era digital yang serba praktis ini, Vision+ ingin para penggunanya semakin dimudahkan untuk menonton tayangan-tayangan terbaik melalui berbagai macam platform, salah satunya melalui OPPO Video. Dengan hadir di OPPO Video, Vision+ yang merupakan platform streaming yang menawarkan ragam konten terlengkap mulai dari live streaming TV hingga library content berupa video on demand (VOD) terlengkap yang terdiri dari serial TV, acara TV hingga Vision+ Originals dari berbagai genre akan semakin meluaskan jangkauan penonton.

"Kami berharap kedepannya akan ada lebih banyak lagi kolaborasi antara Vision+ dengan OPPO pengguna dapat semakin dimanjakan dalam hal menonton tayangan favoritnya" kata Clarissa Tanoesoedibjo.

OPPO Video merupakan sebuah aplikasi yang dibuat khusus untuk pengguna OPPO dengan berbagai fungsi. Mulai dari menyediakan fitur pengelola video lokal, mengedit video dengan filter, efek, menambah teks dan musik latar. Di wilayah Asia Tenggara, OPPO Video berencana untuk menyediakan konten online video dan telah diluncurkan di Indonesia untuk tahap pertama.

Di akhir Januari 2021 lalu, aplikasi OPPO Video telah merilis versi 4.1 dengan menghadirkan konten dengan format live streaming TV dan juga video on demand (VOD) dari Vision+. Dengan begitu, pengguna OPPO di Indonesia dapat langsung menikmati ragam konten yang berkualitas milik Vision+ langsung dari perangkat OPPO secara gratis.

Managing Director OPPO International Internet Services David Gu menuturkan kolaborasi ini didorong oleh perhatian Oppo untuk memadukan kualitas layanan dan konten yang terlokalisasi.

"Vision+ adalah salah satu penyedia konten terbesar di pasar Indonesia sehingga kami memutuskan untuk bekerja sama. Oppo mendesain dan memproduksi HP yang memiliki platform sangat baik dalam hal video. Namun kami membutuhkan konten untuk video. Kerjasama ini menyatukan kualitas video ke dalam online streaming dengan konten yang disajikan oleh Vision+," ujarnya.

"Sebagai perusahaan teknologi yang menyediakan perangkat keras (hardware) yang terintegrasi dengan layanan perangkat lunak (software) kepada dunia, kami merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan Vision+ yang merupakan aplikasi OTT milik perusahaan media terkemuka MNC Group, untuk menyajikan konten orisinil dan berkualitas tinggi kepada pengguna di Indonesia," imbuh David Gu.

Pihaknya juga akan terus bersinergi dengan Vision+ untuk mengeksplorasi lebih banyak peluang kerja sama dan membangun ekosistem Internet yang terbuka dan terintegrasi untuk pasar lokal, sehingga dapat menghadirkan multi-skenario kehidupan digital antar perangkat bagi pengguna OPPO.

Adapun CEO MNC Vision Networks (MVN), Ade Tjendra menyampaikan, .Kolaborasi yang dilakukan oleh Vision+ dengan OPPO merupakan salah satu komitmen Vision+ untuk dapat memberikan konten-konten terlengkap, beragam dan juga berkualitas tinggi kepada anak-anak muda. Sinergi yang Vision+ lakukan bersama dengan OPPO, yang merupakan salah satu brand ponsel favorit masyarakat Indonesia, dinilai memiliki kapabilitas untuk memperluas jangkauan kami untuk mewujudkan komitmen Vision+ tersebut. Sehingga bentuk kerjasama ini menjadi sebuah milestone yang cukup penting bagi kedua belah pihak..

Adapun konten-konten persembahan Vision+ yang juga bisa dinikmati secara gratis di OPPO Video antara lain 47 live streaming TV yang terdiri dari channel nasional terlengkap serta channel internasional serta lebih dari 6.000 jam film dan serial, serta judul-judul Vision+ Originals terbaru seperti Twisted, Disconnected, hingga Skripsick.

Agar dapat menikmati pilihan tayangan menarik dari Vision+ tersebut, pengguna OPPO akan dimudahkan dengan pemberitahuan melalui push notification serta banner promo konten Vision yang tersedia pada aplikasi OPPO Video. (end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da