Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham AALI, INDY, RALS dan TLKM oleh Binaartha Sekuritas | 20 Mei 2021


Binaartha Sekuritas Daily

20 Mei 2021

oleh Nafan Aji 

Astra Agro Lestari (AALI)

Saham AALI ditutup di Rp 9.775. (RoE: 3.29%; PER: 28.59x; EPS: 341.96; PBV: 0.95x; Beta: 1.59). Pergerakan harga saham AALI telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Rekomendasi saham AALI adalah akumulasi pada area level Rp 9.675 – Rp 9.775, dengan target harga secara bertahap di Rp 10.125 dan Rp 11.200. Support ada di Rp 9.525 dan Rp 9.050.

Indika Energy (INDY)

Saham INDY ditutup di harga Rp 1.440. (RoE: -13.68%; PER: -13.68x; EPS: -104.92; PBV: 0.60x; Beta: 2.2). Pergerakan harga saham INDY telah menguji beberapa garis MA 20 maupun MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Rekomendasi saham INDY adalah akumulasi pada area level Rp 1.420 - Rp 1.440, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.470, Rp 1.500, Rp 1.615, Rp 1.735 dan Rp 1.850. Support ada di Rp 1.380.

Mitra Adiperkasa (MAPI)

Saham MAPI ditutup diharga Rp 740. (RoE: 1.59%; PER: 118.63x; EPS: 6.28; PBV: 1.88x; Beta: 1.64). Pergerakan harga saham MAPI telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Rekomendasi saham MAPI adalah akumulasi pada area level Rp 725 – Rp 740, dengan target harga secara bertahap di level Rp 780, Rp 845, Rp 1.000 dan Rp 1.155. Support ada di Rp 725 dan Rp 690.

Ramayana Lestari Sentosa (RALS)

Saham RALS ditutup di harga Rp 705. (RoE: -9.60%; PER: -14.60x; EPS: -48.28; PBV: 1.40x; Beta: 1.89). Pergerakan harga saham RALS masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Rekomendasi saham RALS adalah akumulasi pada area level Rp 690 - Rp 710, dengan target harga secara bertahap di level Rp 735, Rp 860, Rp 985 dan Rp 1.110. Support ada di Rp 670.

Timah (TINS)

Saham TINS ditutup di harga Rp 1.730. (RoE: 0.82%; PER: 308.93x; EPS: 5.60; PBV: 2.55x; Beta: 2.53). Pergerakan harga saham TINS telah menguji beberapa garis MA 20 maupun MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Rekomendasi saham TINS adalah akumulasi pada area level Rp 1.710 – Rp 1.730, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.775, Rp 1.925 dan Rp 2.070. Support saham TINS ada di Rp 1.710 dan Rp 1.660.

Telkom Indonesia (TLKM)

Saham TLKM ditutup di harga Rp 3.160. (RoE: 17.21%; PER: 15.05x; EPS: 209.93; PBV: 2.59x; Beta: 0.82). Pergerakan harga saham TLKM masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Rekomendasi saham TLKM adalah akumulasi pada area Rp 3.130 – Rp 3.160, dengan target harga secara bertahap di level Rp 3.330, Rp 3.540, Rp 4.040 dan Rp 4.540. Support saham ada di Rp 3.040.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Price-to-Earnings Ratio (PER)

Apa itu Rasio Price-to-Earnings Ratio (PER)? Price-to-Earnings Ratio (PER atau P/E Ratio) adalah rasio untuk menilai perusahaan yang mengukur harga saham saat ini relatif terhadap earning per share  (EPS). Rasio harga terhadap pendapatan kadang-kadang juga dikenal sebagai kelipatan harga atau kelipatan laba. PER digunakan oleh investor dan analis untuk menentukan nilai relatif saham perusahaan dalam perbandingan apple to apple. Ini juga dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan dengan catatan sejarahnya sendiri atau untuk membandingkan pasar agregat satu sama lain atau dari waktu ke waktu. Rumus PER (P/E Ratio) Cara Menghitung Nilai P/E Untuk menentukan nilai PER seseorang harus membagi harga saham saat ini dengan earning per share (EPS) . Harga saham saat ini (P) dapat diperoleh dengan memasukkan simbol ticker saham ke situs web keuangan mana pun, dan meskipun nilai konkret ini mencerminkan apa yang saat ini harus dibayar oleh investor untuk sebuah saham, EP

Analisa Saham AGRO, EMTK dan SMGR | 14 Oktober 2021

PT Bank Rakyat Indonesia Agronia Tbk (AGRO) AGRO pada perdagangan hari ini ditutup melemah dan bergerak pada trend bearish continiation. Nampak, AGRO baru saja menembus level MA20-nya sebagai support jangka pendeknya yaitu di level support 1910. Namun, AGRO diperdagangkan dengan volume yang cukup ramai dimana indikator stochastic saat ini berada di areal jenuh jual. Band pada indikator bollinger band kian melebar indikasi volatilitas yang juga meningkat.   Ditengah volatilitas adro yang kian meningkat, nampak saat ini adro masing menguji support selanjutnya di level 1800. Apabila AGRO mampu bertahan di atas support mayor 1.800 dan mengalami teknikal rebound dan ada potensi AGRO akan bergerak kembali diatas MA20nya. Namun apabila gagal, ada potensi melanjutkan pelemahan ke level support selanjutnya yaitu di level 1720. Rekomendasi: Spekulatif buy Support: Rp 1.800 Resistance: Rp 1.910 Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Downtrend menuju Rp 1.

Analisa Saham SOCI, JSMR dan SIMP | 15 Oktober 2021

PT Soechi Lines Tbk (SOCI) Menguat meninggalkan demand zone pada area 178-191. SOCI mengakhiri fase konsolidasi menuju penguatan. Selama harga bertahan di atas demand zone, SOCI berpotensi menguat. Pada Kamis (14/10), SOCI ditutup menguat 0,99% ke Rp 204 per saham.  Rekomendasi: Speculative buy Support: Rp 191 Resistance: Rp 244 William Hartanto, Panin Sekuritas PT Jasa Marga Tbk (JSMR) JSMR bergerak menguat terbatas dan membentuk pola candle shooting star. JSMR ditransaksikan dengan volume transaksi yang relatif ramai. Volatilitas kian meningkat dengan ditunjukkan dengan melebarnya Band pada indikator bollinger band.  Dalam jangka menengah JSMR nampak bergerak pada trend bullish yang ditunjukkan dengan terjadinya Breakout pada MA50, ada potensi mengalami penguatan lanjutan secara jangka menengah.  Namun secara jangka pendek, indikator stochastic sudah berada di areal overbought dan berpotensi terjadi death cross, indikasi adanya potensi profit taking yang mana di dukung dengan candle