Langsung ke konten utama

SILO KELUARKAN BIAYA SEBESAR Rp54,8 MILIAR UNTUK SEWA ASET


PT Siloam International Hospitals Tbk.(SILO) dan PT Dasa Graha Jaya serta PT. Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah melakukan perubahan dan penyataan kembali atas Perjanjian Sewa Menyewa pada tanggal 18 Mei 2021.

"Transaksi yang dimaksud merupakan novasi atas tambahan perjanjian sewa menyewa atas tanah dan/atau gedung yang berlokasi di Sunset Road No. 888, Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Indonesia, yang digunakan oleh Perseroan untuk rumah sakit Siloam Hospitals Bali,"tutur Chaterina Juwita Corporate Secretary SILO pada keterbukaan Informasi, Rabu (19/5).

Perjanjian sewa menyewa ini mempunyai nilai transaksi sebesar Rp54,8 miliar merupakan nilai gabungan untuk tahun pertama yang dibayarkan SILO dan LPKR sebagai penyewa kepada PT Dasa Graha Jaya dan merupakan novasi atas tambahan perjanjian sewa menyewa yang telah ditandatangani sebelumnya oleh SILO dan LPKR pada tanggal 1 April 2021.

Sebagai informasi, SILO adalah anak usaha LPKR dengan kepemilikan saham sebesar 55,35% dan transaksi ini merupakan transaksi afiliasi yang dikecualikan dan tidak wajib melaksanakan prosedur transaksi afiliasi sesuai POJK No. 42/2020 dan bukan bukan merupakan transaksi material sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020. (end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Saham BUMI, INKP dan AKRA oleh Mirae Asset Sekuritas | 29 November 2022

Mirae Asset Sekuritas 29 November 2022 Tasrul IHSG Daily, 7,017.36 (-0.51%), limited downside, daily trading range 6,995 - 7,077. Cut loss level di 6,950. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized masih bergerak turun. Indeks ini berada di atas center line pada Bollinger Bands Optimized. Pada periode weekly, indikator MFI optimized mulai bergerak naik, indikator RSI optimized indikator W%R optimized masih bergerak turun.  BUMI Daily, 179 (-3.24%), buy on weakness, TP 191, daily trading range 173 - 184, cut loss level di 170. Koreksi indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan W%R optimized mulai terbatas. Harga saat ini di bawah center line pada Bollinger Bands Optimized.  INKP Daily, 9,525 (0.00%), buy on weakness, TP 9,900, daily trading range 9,425 - 9,725, cut loss level di 9,400. Indikator MFI optimized masih cenderung bergerak naik, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized konsolidasi sekitar support. Harga masih di bawah c

Analisa Saham JPFA | 30 November 2022

Analisa Saham JPFA Tertahan di area support 1330, saham JPFA berhasil mengalami teknikal rebound dan menguji area down trend resistline, sekaligus area resistance konsolidasinya dikisaran 1375-1385 (kotak kuning). Indikator teknikal MACD masih cenderung bergerak naik, sedangkan volume transaksi cenderung meningkat, mengindikasikan bahwa saham ini sedang bergerak dalam momentum positif. Apabila mampu breakout dan bertahan diatas 1385, maka JPFA akan mengakhiri tren turunnya dan mulai rebound dengan bergerak naik menuju target terdekat di 1410. Jika nantinya rebound penguatan saham ini mampu berlanjut, maka JPFA akan menuju target berikutnya di 1460 dan 1525. Trading Plan : Buy jika breakout dan bertahan di 1385. Batasi resiko jika turun dan close di bawah 1345. Disclaimer ON Sumber: step-trader - Informasi lengkap pasar saham ada di  Website Saham Online.    Materi belajar trading dan investasi saham ada di   Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham BBRI, MPPA, ADRO dan ANTM oleh Indopremier Sekuritas | 28 November 2022

Indopremier Sekuritas 28 November 2022 IHSG (7.025 – 7.085): Indeks diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah. Target pelemahan indeks pada level 7.025 kemudian 6.995 dengan resist di level 7.085 kemudian 7.115. BBRI (Buy): Target kenaikan harga pada level 4.800 kemudian 4.850 dengan support di level 4.700 cut loss jika break 4.650. MPPA (Buy): Target kenaikan harga pada level 202 kemudian 206 dengan support di level 194 cut loss jika break 190. ADRO (Buy on Weakness ): Target harga beli pada level 3.700 dengan resist di level 3.790 kemudian 3.830. ANTM (Buy on Weakness): Target harga beli pada level 1.930 dengan resist di level 1.970 kemudian 1.990. XCLQ (Buy on Weakness): Target harga beli pada level 105 dengan resist di level 107 kemudian 108. XDIF (Buy on Weakness): Target harga beli pada level 504 dengan resist di level 512 kemudian 517. XPLC (Buy on Weakness):  Target harga beli pada level 526 dengan resist di level 532 kemudian 540. Full report bisa diakses di : ht