google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo 7 Tips Memilih Deposito Bank Terbaik buat Pemula Langsung ke konten utama

7 Tips Memilih Deposito Bank Terbaik buat Pemula


Deposito masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat. Itu karena investasi ini termasuk rendah risiko dan menawarkan suku bunga lebih tinggi dibanding tabungan.

Selain itu, kamu tidak perlu susah payah mengelola deposito. Pihak bank yang akan mengelolanya. Meski terbilang aman, kamu tidak boleh gegabah memilih produk deposito bank.

Berikut tips memilih deposito bank yang tepat guna memaksimalkan keuntungan investasi:

1. Ketahui jumlah minimum deposito

Saat ini, jumlah deposito minimum yang harus disetorkan ke pihak bank semakin terjangkau. Dengan uang Rp 1 juta, kamu sudah bisa membuka deposito dan menikmati keuntungannya.

Namun, ketentuan ini tidak berlaku untuk semua bank karena setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda. Jika kamu bermaksud untuk membuka deposito, maka cari tahu dulu berapa jumlah awal yang harus disetorkan.

Pilih yang jumlahnya tidak membebani finansialmu guna menghindari adanya penarikan dana sebelum waktu jatuh tempo tiba. Informasi mengenai jumlah minimum ini dapat dilihat di brosur, website resmi, akun sosial media, atau aplikasi dari bank yang bersangkutan.

2. Menyesuaikan jangka waktu deposito

Jangka waktu deposito pada umumnya adalah 1, 3, 6, 12, dan 24 bulan. Kamu bisa tentukan sendiri jangka waktu depositonya sesuai keinginan.

Jika memang uangnya tidak ingin dipakai dalam waktu dekat, maka pilih yang jangka waktunya panjang agar keuntungannya maksimal. Semakin lama uang didepositokan, semakin besar persentase suku bunganya.

Terlebih lagi kalau jumlah uangnya lumayan besar. Sebagai nasabah, kamu diperbolehkan untuk memperpanjang otomatis atau tidak otomatis saat deposito jatuh tempo.

Jika diperpanjang otomatis, maka jumlah yang didepositokan adalah jumlah pokok ditambah bunga depositonya. Alhasil, keuntungan yang diperoleh berbeda setiap periode.

3. Memilih bank yang terpercaya

Selanjutnya adalah memilih bank yang terpercaya. Kedengarannya sepele, tapi kuncinya ada di sini kalau kamu tidak ingin kehilangan uang yang sudah dimasukkan ke deposito.

Sebab, tidak sedikit oknum yang menawarkan produk deposito dengan modal minim dan tingkat keuntungan tinggi. Sebaiknya waspada terhadap iming-iming bunga tinggi karena sejatinya batasan mengenai suku bunga deposito telah ditentukan.

Lebih baik cari tahu informasi mengenai perbankan atau lembaga keuangan tertentu sebelum membeli produk keuangan yang ditawarkan, seperti deposito. Pilih perbankan yang menjadi peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dengan begini, investasi deposito akan dijamin LPS bila sewaktu-waktu bank bangkrut atau dilikuidasi. Nilai deposito yang dijamin tidak lebih dari Rp 2 miliar.  

4. Hitung jumlah keuntungannya

Setiap bank menawarkan suku bunga deposito yang berbeda. Ada yang 5,25% per bulan, 5,50%, 6%, hingga 7%. Pilih bank yang menawarkan suku bunga tertinggi karena ini sangat berpengaruh pada besarnya keuntungan yang diperoleh saat deposito jatuh tempo.

Perhitungan tidak berhenti sampai disitu. Perlu juga dilakukan perhitungan keuntungan untuk setiap jangka waktu yang ditawarkan oleh perbankan. 

Apabila jangka waktu deposito 12 bulan lebih besar daripada 6 bulan, lebih baik pilih yang 12 bulan. Tentu dengan catatan, kalau uangnya tidak akan dipakai dalam kurun waktu 1 tahun mendatang. 

5. Pertimbangkan biaya lainnya

Dalam memilih deposito perbankan, penting juga untuk mempertimbangkan biaya lain-lain. Sebut saja biaya pajak, materai, atau penalti kalau terjadi penarikan deposito sebelum jatuh tempo. 

Ambil contohnya biaya pajak. Untuk jumlah deposito di atas Rp 7,5 juta biasanya dibebankan pajak sebesar 20% yang akan dipotong dari bunga keuntungan deposito saat jatuh tempo. Sedangkan di bawah Rp 7,5 juta tidak dikenakan pajak apapun.

Bank mempunyai kebijakan masing-masing mengenai besarnya biaya yang dibebankan kepada nasabah. Jadi, cari tahu agar kamu tidak merasa dirugikan pada saat mengambil keputusan atas uang yang didepositokan. 

6. Kemudahan fitur deposito

Fitur yang ditawarkan oleh setiap bank berbeda-beda. Ada bank yang menawarkan fitur Automatic Roll Over (ARO) atau perpanjangan otomatis dan suku bunganya dapat ditarik atau ditransfer ke rekening lain. Tapi, ada juga bank yang hanya menawarkan fitur ARO saja.

Perbedaan inilah yang harus dicermati baik-baik. Fitur yang lengkap tentu akan membuat kamu semakin untung saat membuka deposito meskipun sifatnya bukan material. 

7. Kelola arus kas dengan baik

Sebelum membuka deposito, disarankan untuk mengkaji ulang kondisi finansial masing-masing. Jangan terlalu memaksakan diri untuk membuka deposito dalam jumlah besar kalau nantinya kamu jadi tidak punya simpanan lain, seperti dana darurat.

Di sisi lain, belajar juga mengesampingkan biaya-biaya yang ada kaitannya dengan gaya hidup konsumtif. Misalnya, belanja, nongkrong, atau jajan. Daripada uang habis untuk kesenangan sesaat, lebih baik dikumpulkan, lalu masukkan deposito untuk kesenangan jangka panjang. 

Mulai Investasi Sedari Dini

Investasi memang erat kaitannya dengan risiko, termasuk deposito. Tapi, risiko bukanlah faktor penghambat untuk memulai investasi.

Apalagi di balik risiko tersebut, terdapat sejumlah keuntungan yang bisa dinikmati, baik untuk hari ini maupun di masa mendatang. 


sumber : cermati


Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...