Langsung ke konten utama

Ini jurus Integra Indocabinet (WOOD) memitigasi lonjakan freight di tahun depan


PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) sudah menyiapkan sejumlah jurus dalam menghadapi kenaikan ongkos angkut (freight) yang diprediksi terus berlanjut di tahun depan lantaran terbatasnya space atawa kapal karena kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Corporate Secretary & Head of Investor Relations WOOD Wendy Chandra memaparkan, pihaknya telah melakukan beberapa langkah dalam memitigasi kondisi ini dengan cara membantu pelanggan  dalam mendapatkan lebih banyak space dan container pengiriman.

"Selama ini kami menjual dengan shipping term free on board (FOB) di mana pelanggan menanggung biaya pengiriman. Namun dengan kondisi saat ini, kami membantu kustomer kami untuk mendapatkan lebih banyak space dan kontainer pengiriman dengan shipping term seperti Cost, Insurance, and Freight (CIF), Cost and Freight (CnF), Delivered Duty Unpaid (DDU) dan Delivered Duty Paid (DDP)," jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (14/12).

Wendi bilang, dengan shipping term ini tentunya biaya pengiriman menjadi tanggungan WOOD. Namun, karena WOOD menggunakan shipping term FOB, maka semua biaya pengiriman yang Integra tanggung sudah dimasukkan ke dalam harga jual kepada kustomer.

Oleh karena itu perubahan shipping term ini tidak mengganggu marjin keuntungan dan laba WOOD dapat terus bertumbuh.  Selain itu, juga dapat membantu pelanggan dengan cepat menerima produk yang dipesan.

Meskipun ada kenaikan ongkos angkut, Wendy mengungkapkan, saat ini harga produk yang ditawarkan kepada pelanggan masih lebih kompetitif di banding negara pesaing lainnya.

Di tahun depan, Wendy menilai, prospek pertumbuhan penjualan  akan terus meningkat dan memiliki peluang pertumbuhan yang sangat besar.

"Beberapa strategi yang telah dilaksanakan di tahun 2021 ini untuk menyambut pertumbuhan permintaan di 2022 adalah ekspansi kapasitas produksi. Perseroan telah mengakuisisi pabrik dengan area seluas 2,3 hektar di Lumajang yang dekat dengan lokasi sumber bahan baku kayu dan akan mulai beroperasi di awal tahun 2022," jelasnya.

Nantinya, pabrik tersebut akan menambah kapasitas produksi building component sekitar 20%, selain itu WOOD juga telah menambah kapasitas produk furnitur sebesar 5.000cbm.

sumber : kontan


Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Trader Sukses Belvin VVIP, Raup Keuntungan Miliar per Bulan

Belvin VVIP dikenal sebagai seorang influencer saham yang bisa meraup cuan miliar rupiah setiap bulannya. Namun, siapa sebenarnya sosok Belvin ini? Pria kelahiran dengan nama asli Belvin Tannadi ini sudah sangat tak asing bagi para investor saham Indonesia. Melalui akun Instagram miliknya, Belvin kerap membagikan ilmu-ilmu seputar dunia investasi dan saham-saham apa saja yang tengah menjadi incarannya. Sebagai seorang investor, khususnya trader, ia pun cermat menganalisis saham-saham mana yang memiliki potensi untuk naik. Belvin membagikan pengetahuannya terkait investasi saham melalui dua buku, yakni “Ilmu Saham: Powerful Candlestick Pattern (2020)” dan “Ilmu Saham: Pengenalan Analisis Teknikal (2020)”. Di balik kesuksesannya sekarang, ternyata Belvin memiliki perjuangan yang panjang menggeluti dunia investasi saham. Belvin VVIP mengawali kiprahnya di dunia saham dari tahun 2014 dengan hanya bermodalkan uang sebesar Rp12 juta saja. Ia pertama kali mengenal investasi saham sejak duduk

Analisa Saham PTPP | 18 Januari 2022

PTPP berisiko memasuki trend bearish jika PTPP melemah di bawah support 785-800. Penembusan level ini akan membuat PTPP membentuk pola bearish head and shoulders dengan target penurunan di area 300-400.  Rekomendasi: Hindari. Sell jika PTPP melemah di bawah 785. Target penurunan berada di 300-400. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

SAHAMNYA MASUK KATEGORI UMA, INI JAWABAN MANAJEMEN IPTV.

Manajemen PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV) menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal. Hal itu salah satu jawaban Manajemen IPTV kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Jawaban itu seiring dengan tengah di pantaunya pergerakan saham IPTV oleg BEI lantaran terjadi penurunan harga yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA). Terkait saham IPTV masuk kategori UMA, Corporate Secretary IPTV, Muharzil Hasril mengaku, sampai dengan saat ini informasi yang sebelumnya telah diumumkan ke publik adalah mengenai pengalihan kepemilikan Perseroan pada PT MNC OTT Network kepada MSIN melalui mekanisme peralihan saham setelah dipenuhinya seluruh persyaratan dibutuhkan sebagaimana diatur dalam peraturan dan perundang - undangan yang berlaku. "Sampai dengan saat ini, tidak ada informasi material yang belum disampaikan ke publik. Perseroan tidak mengetahui adanya informasi menya