Langsung ke konten utama

Kisah Sukses Co-Founder Alibaba Jack Ma yang Inspiratif



Jack Ma adalah seorang tokoh pebisnis terkemuka asal Tiongkok, investor, sekaligus filantropis. Ia merupakan co-founder dan mantan pemimpin eksekutif Alibaba Group, sebuah konglomerat teknologi yang multinasional.

Siapa sebenarnya Jack Ma? Bagaimana kisah hidupnya hingga menjadi salah satu pengusaha terkaya di dunia pada 2021? Bagaimana kisah inspiratifnya? Berikut ulasannya.

Siapa Jack Ma?

Selain ikut mendirikan Alibaba Group, Jack juga menjadi co-founder Yunfeng Capital, sebuah perusahaan ekuitas.

Pada 2017, Jack dinobatkan sebagai nomor dua dari 50 Pemimpin Terhebat di Dunia oleh Fortune. Ia dianggap sebagai representasi dunia bisnis Tiongkok bagi dunia global serta seorang tokoh berpengaruh di komunitas bisnis startup.

Pada September 2018, ia memutuskan untuk pensiun dari Alibaba. Jack lebih memilih fokus di isu-isu pendidikan, filantropi, serta lingkungan. Pada tahun berikutnya, Daniel Zhang menggantikan posisi Jack Ma sebagai pemimpin eksekutif.

Pada April 2021, Jack Ma memiliki kekayaan 51,5 miliar Dollar AS. Fakta tersebut membuat Jack menjadi orang terkaya nomor tiga di Tiongkok, setelah Zhong Shanshan dan Ma Huateng.

Di dunia ia diberi gelar orang terkaya nomor 26 oleh Bloomberg Billionaires Index. Forbes menyebut Jack Ma sebagai "Pahlawan Filantropi dari Asia 2019" karena karya filantropisnya terhadap masyarakat kurang mampu di Tiongkok, Timur Tengah, Australia, dan Afrika.

Biografi

Jack Ma lahir di Hangzhou, Zhejiang, Tiongkok pada 10 September 1964. Ia mulai belajar bahasa Inggris sedari kecil dengan bercakap-cakap dengan pekerja di Hangzhou International Hotel.

Selama sembilan tahun ia naik sepeda sejauh 27 kilometer untuk memberi tur kepada para turis sekaligus melatih kemampuan bahasa Inggrisnya. Ia menjadi sahabat pena dengan salah satu turis tersebut, yang kemudian memberinya nama panggilan Jack, karena nama aslinya sulit disebutkan.

Jack Ma kesulitan masuk universitas. Ia gagal lolos saat ujian Hangzhou Teachers College. Di tahun ketiga ia baru lolos. Ia lulus di Program Studi Bahasa Inggris.

Setelah lulus, Jack Ma menjadi pengajar di Dianzi University. Ia juga mendaftar sepuluh kali ke Harvard Business School, yang semuanya ditolak.

Karier Awal di Bidang Teknologi

Meskipun karier dan hidupnya tidak memiliki keterkaitan dengan teknologi, Jack sangat tertarik dengan internet. Pada 1994, ia melakukan pencarian pertamanya di internet, yakni dengan kata kunci "bir". Jack terkejut karena ada banyak informasi tentang bir dari banyak negara, tetapi tidak ada satupun yang berasal dari Tiongkok.

Ia juga mencoba mencari informasi umum tentang Tiongkok dan terkejut tidak menemukan apa-apa. Jack dan rekan-rekannya lalu membuat situs sederhana yang terkait dengan Tiongkok.

Tidak lama setelah situs itu diluncurkan seorang investor dari Tiongkok menghubungi dirinya. Saat itulah Jack sadar internet memiliki kehebatan yang belum dikenal banyak orang.

Saat April 1995, Jack dan rekannya, He Yibing, memulai usaha pertama mereka yakni China Pages. Pada Mei 1995, domain chinapages.com didaftarkan ke Amerika Serikat. Selama tiga tahun perusahaan tersebut menghasilkan 800.000 Dollar AS.

Mendirikan Alibaba

Pada 1999, Jack Ma kembali ke Hangzhou. Bersama 18 rekannya, ia mendirikan Alibaba, sebuah situs marketplace berbasis di Tiongkok.

Pada Oktober 1999 dan Januari 2000, Alibaba memenangkan investasi senilai total 25 juta Dollar AS dari Goldman Sachs dan Softbank. Program tersebut diharapkan dapat mengembangkan pasar e-commerce domestik dan platform bagi pengusaha Tiongkok, terutama yang berskala kecil hingga menengah. Hal itu dilakukan untuk menjawab tantangan World Trade Organization (WTO).

Alibaba menghasilkan profit tiga tahun kemudian. Jack Ma ingin mengembangkan sistem e-commerce mereka. Pada 2003 ia mendirikan Alipay, Taobao Marketplace, Lynx, dan Ali Mama.

Melihat Alibaba berkembang pesat, eBay sempat menawar ingin membeli perusahaan tersebut. Namun Jack Ma menolak. Ia justru menerima investasi dari co-founder Yahoo Jerry Yang senilai 1 miliar Dollar AS.

Pada September 2014, Alibaba melakukan initial public offering (IPO) senilai 25 miliar Dollar AS. Perusahaan teknologi tersebut menjadi salah satu yang bernilai paling tinggi di dunia setelah melakukan IPO tertinggi di sejarah keuangan Amerika Serikat.

Pensiun dari Alibaba

Jack Ma menjadi pemimpin eksekutif Alibaba Group, dengan sembilan anak perusahaan utama. Yakni Alibaba.com, Tmall, eTao, Taobao Marketplace, Juhuasuan, Alibaba Cloud Computing, 1688.com, Alipay, dan AliExpress.com.

Setelah menjadi pengusaha sukses, Jack Ma menyebut dirinya akan mundur dari jabatan pemimpin eksekutif Alibaba Group Holding pada 2019. Ia membantah keputusannya itu dipengaruhi paksaan dari pemerintah Tiongkok.

Jack Ma mengaku ingin berfokus ke dunia filantropi melalui yayasannya. Posisi Jack lalu digantikan Daniel Zhang. Jack Ma secara resmi mundur dari jabatannya pada 1 Oktober 2020.

Jack Ma Hilang

Berbagai stasiun berita menyoroti hilangnya Jack Ma dari hadapan publik pada Oktober 2020 sampai Januari 2021. Banyak yang menduga hal itu berkaitan dengan tindakan keras terhadap bisnisnya.

Menurut Financial Times, kemungkinan menghilangnya Jack Ma terkait pidatonya yang mengkritik pemerintah China. Selanjutnya, publik menyoroti pembatalan mendadak IPO dari salah satu anak perusahaan Alibaba, Ant Group. Pembatalan itu dilakukan setelah ada intervensi dari lembaga keuangan berwenang.

Banyak pula yang berspekulasi hilangnya Jack Ma terkait dengan pemaksaan untuk menghilang dari publik. Sementara itu ada pula yang berspekulasi ia dengan sukarela menghilang.

Akhirnya Jack kembali tampil di publik pada 20 Januari 2021. Ia berbicara melalui video di sebuah acara amal Rural Teacher Initiative.

Pada Februari 2021, ia tampak sedang bermain golf di Sun Valley Golf Resort di Hainan, Tiongkok.


sumber : modalrakyat

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Analisa Saham BRIS | 13 Januari 2022

BRIS melemah di bawah support penting 1700. Penembusan support ini membuat BRIS membentuk pola bearish double tops. Pola ini menandakan bahwa BRIS berisiko terus melemah menuju kisaran 1000-1300. Rekomendasi: Hindari. Sell bagi yang masih punya. Target penurunan 1000-1300 sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Analisa Saham PTPP | 18 Januari 2022

PTPP berisiko memasuki trend bearish jika PTPP melemah di bawah support 785-800. Penembusan level ini akan membuat PTPP membentuk pola bearish head and shoulders dengan target penurunan di area 300-400.  Rekomendasi: Hindari. Sell jika PTPP melemah di bawah 785. Target penurunan berada di 300-400. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Analisa Saham BUKA | 13 Januari 2022

Saham BUKA kembali bergerak turun menguji level all time low-nya di 408. Indikator teknikal Stochastic yang bergerak turun mengindikasikan bahwa momentum saham ini masih cenderung bergerak negatif. Apabila gagal bertahan di 408, maka BUKA akan melanjutkan tren turun menuju target di 300, dengan minor target di 346. Trading Plan : Tetap hindarin. Sell on strength jika breakdown dan gagal bertahan di 408. Disclaimer ON sumber :  steptrader Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online