google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo INI STRATEGI SBAT MENGANTISIPASI LONJAKAN HARGA FREIGHT DI 2022. Langsung ke konten utama

INI STRATEGI SBAT MENGANTISIPASI LONJAKAN HARGA FREIGHT DI 2022.



Salah satu efek pandemi covid 19 yang sangat dirasakan oleh pelaku export di Indonesia adalah terjadinya lonjakan harga freight atau harga container yang sangat signifikan yakni 300% sampai dengan 500%.

Lonjakan harga container tersebut diakibatkan oleh kelangkaan container di berbagai Negara dunia. Peristiwa ini dapat dirasakan oleh beberapa perusahaan manufaktur yang berbasis export termasuk PT. Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk. (SBAT).

Terlepas dari kendala kenaikan harga freight tersebut, SBAT tetap mampu mempertahankan pencapaian penjualan export di angka 30% lebih dari total penjualan SBAT di tahun 2021.

Beberapa strategi yang dilakukan SBAT yang dinilai ampuh untuk melewati badai krisis container di tahun 2021 salah satunya adalah pertama dengan mengubah shipping term Free on Board (FOB) di mana pelanggan menanggung biaya pengiriman menjadi Cost, Insurance, and Freight (CIF) atau Cost and Freight (CNF) dengan memasukan biaya pengiriman tersebut kedalam harga jual produk kepada para customer luar negeri tersebut.

"Kami memilih methode CIF atau CNF karena kami selaku produsen bisa membantu para customer kami untuk mendapatkan ruang yang lebih cepat sehingga tidak terjadi penumpukan stok di gudang kami dan customer juga dapat menerima barang lebih cepat. Dengan sistem FOB sebelumnya, customer kami yang berada di Eropa timur seperti Rusia dan Ukraina lebih terkendala untuk mendapatkan jadwal dan ruang untuk container dan seringkali juga terjadi keterlambatan dari pihak liner.

Oleh karena itu, kami mengubah sistem menjadi CIF atau CNF dimana kami bergerilya dengan partner forwarder kami untuk mencari ruang dan jadwal yang lebih cepat" demikian penjelasan dari Jefri Junaedi selaku Direktur Utama SBAT.

Strategi yang kedua yaitu memfokuskan pengiriman ke negara-negara yang masih dinilai memiliki ruang yang cukup banyak untuk container seperti Korea dan Malaysia.

"Sampai situasi pelayaran kembali kondusif, SBAT sementara akan mengirim lebih banyak produk-produnya ke Korea dan Malaysia. Selain permintaan yang memang tinggi, ruang container di Negara-negara tersebut memang masih cukup memadai.

Saya rasa dua strategi ini akan terus kami gunakan untuk terus mendukung export produk-produk kami ke export dan SBAT tetap optimis dalam menyongsong tahun 2022 dengan memperluas atau meningkatkan market export sebesar 20% dari kapasitas produksi kami sekarang" sambung Jefri Junaedi. (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...