google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo SAMBUT G20, PT INKA GANDENG INDOSAT WUJUDKAN TRANSPORTASI CERDAS. Langsung ke konten utama

SAMBUT G20, PT INKA GANDENG INDOSAT WUJUDKAN TRANSPORTASI CERDAS.


PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) bekerja sama dengan PT Indosat Tbk dalam penyediaan transportasi cerdas yang akan digunakan dalam pertemuan G2 0 di Bali.

Direktur Pengembangan PT INKA (Persero) Agung Sedaju di Surabaya, Kamis, mengatakan kerja sama dengan Indosat bersifat kolaborasi, dan bukan jual beli putus, sehingga sama-sama mendukung kemajuan teknologi nasional.

Ia mengatakan, kerja sama difokuskan pada dua proyek yang mendukung G20, yakni kereta cerdas yang akan beroperasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

"Untuk membuat kereta beroperasi dengan cerdas kami butuh kolaborasi dengan ahlinya, komunikasi data dan lain-lain, untuk itu kami mengajak Indosat bekerja sama," kata Agung ditemui sebelum tanda tangan kerja sama di salah satu hotel di Surabaya.

Kereta cerdas itu, kata Agung, akan beroperasi otomatis tanpa sopir, sehingga kereta langsung dikendalikan secara otomatis dan akan dikontrol oleh pusat kendali melalui teknologi 5G yang dimiliki Indosat.

Proyek yang kedua, kata dia, adalah bus listrik yang akan dioperasikan pada pelaksanaan G20 di Bali.

Bus itu, akan menggunakan teknologi 5G dari Indosat, untuk mengangkut tamu dan bisa dikontrol kondisi sopir, jumlah penumpang dan suhu badan melalui teknologi kerja sama dengan Indosat.

"Kamera dalam bus nantinya bisa melihat jumlah penumpangnya berapa dan suhu badannya berapa. Dan kami butuh Indosat untuk kerja sama tersebut," katanya.

Agung mengapresiasi respons PT Indosat atas kerja sama dengan PT INKA, sebab kerja sama ini diharapkan akan menghasilkan produk bersama yang mendukung kemajuan teknologi bangsa.

"Kerja sama ini merupakan 'pecah telur' sebab kami telah menjajaki kerja sama serupa dengan Thailand dan Singapura. Namun, mereka hanya mau menjual dan tidak ingin pola kolaborasi," kata Agung.

Chief Business Officer PT Indosat Tbk, Bayu Hanantasena mengaku berterima kasih atas dukungan PT INKA yang mengajak kerja sama, sebab MoU tersebut memiliki tujuan besar, tidak hanya sebatas G-20 tetapi juga menjadikan Indonesia lebih maju.

"Indonesia tidak boleh menjadi negara tertinggal pada masa revolusi Industri 4.0. Dengan potensi yang besar, jumlah penduduk yang banyak, dan penguasaan teknologi yang cukup fluent, memungkinkan Indonesia untuk bisa maju sejajar dengan negara lain," katanya.(end/ant)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...