google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo DUKUNG EKOSISTEM DIGITAL, TELIN JALIN KEMITRAAN DENGAN TELEKOM MALAYSIA BHD. Langsung ke konten utama

DUKUNG EKOSISTEM DIGITAL, TELIN JALIN KEMITRAAN DENGAN TELEKOM MALAYSIA BHD.

 



[Saham TLKM] PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya, Telin secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan TM Wholesale, business unit wholesale domestik dan internasional Telekom Malaysia Berhad (TM). Kolaborasi dua perusahaan besar di Indonesia dan Malaysia ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Chief Executive Officer Telin, Budi Satria Dharma Purba dan Executive Vice President TM Wholesale, Amar Huzaimi Md Deris, terkait bisnis sistem komunikasi kabel bawah laut (SKKL) di Hotel Grand Hyatt, Dubai.

Kemitraan ini akan semakin memperkuat hubungan Business to Business (B2B) antara kedua pihak dan memperluas kolaborasi serta peluang bisnis ke depan terkait optimalisasi kapasitas infrastruktur yang dimiliki, dengan tetap fokus untuk memberikan solusi konektivitas yang dapat diandalkan, memiliki diversifikasi, dan tanpa gangguan.

Chief Executive Officer, Budi Satria Dharma Purba mengatakan, "Telin dan TM Wholesale memiliki tujuan yang sama yaitu melayani pemangku kepentingan dengan keunggulan yang dimiliki. Kami sangat antusias dapat menjajaki peluang bisnis yang berkaitan dengan sistem komunikasi kabel laut untuk memenuhi permintaan internet cepat yang melonjak karena tren seperti pengaturan kerja yang fleksibel, video streaming, serta game. Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan saling menguntungkan demi melayani kebutuhan para pemangku kepentingan."

Sementara itu, Amar Huzaimi Md Deris, Executive Vice President, TM Wholesale, menyampaikan, "TM Wholesale berkomitmen untuk memberikan jangkauan yang lebih luas dan konektivitas yang tangguh kepada pelanggan. Kolaborasi ini memungkinkan kami memenuhi permintaan akan layanan bandwidth yang tinggi melalui penyediaan koneksi yang lebih beragam dan rute alternatif yang menghubungkan Malaysia ke seluruh dunia. Selain itu, melalui kolaborasi ini, TM dan Telin akan menghasilkan inisiatif bisnis yang paling efektif dan efisien dalam melakukan investasi sistem komunikasi kabel laut di masa depan yang menguntungkan kedua belah pihak serta para pemangku kepentingan."

Saat ini, Telin memiliki 22 sistem komunikasi kabel laut, dengan system kepemilikan konsorsium ataupun lease dengan panjang kabel 222.260 kilometer, dan TM memiliki 30 sistem komunikasi kabel laut, dengan sistem kepemilikan konsorsium ataupun lease dengan panjang kabel 320.000 kilometer. Bersama, kedua perusahaan akan saling meningkatkan kapabilitas masing-masing demi menyediakan layanan yang terbaik dan pengalaman berkualitas tinggi untuk pelanggan. TM telah menjadi mitra lama Telin selama bertahun-tahun dan kedua belah pihak sangat antusias untuk bekerja sama dalam mendukung konektivitas, infrastruktur digital, dan solusi di kawasan ASEAN.

Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, TelkomGroup secara berkelanjutan terus mengembangkan beragam bisnis digitalnya, yang mencakup konektivitas, platform, dan layanan digital. Produk dan layanan TelkomGroup hadir untuk memberikan berbagai kemudahan bagi seluruh segmen pelanggannya. Untuk bisnis internasional Telkom dijalankan oleh Telin sebagai perusahaan yang telah memiliki jangkauan infrastruktur, point of presence dan pengalaman yang luas. Telkom berharap kinerja ini akan saling mendukung kedua belah pihak serta memberikan keberlimpahan manfaat bagi para stakeholders. (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...