google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Risiko Investasi Saham di Pasar Modal Langsung ke konten utama

Risiko Investasi Saham di Pasar Modal

risiko investasi saham di pasar modal

Investasi Saham juga mempunyai risiko yang besar di samping segala keuntungan yang ada. Apa saja resiko investasi pada saham? Risiko investasi saham adalah sebuah konsekuensi yang harus dipahami, dan ini perlu dipelajari dengan seksama. Ketika seseorang ingin terjun di dunia saham, maka harus memahami risikonya. Investasi saham, baik saham biasa maupun saham syariah, bukanlah sekedar cara cepat mendapatkan uang. Investasi saham adalah sebuah proses yang harus diperhatikan ilmunya dan anda sebaiknya banyak belajar dari para ahli mengenai cara menilai perusahaan di pasar modal.

Risiko Capital Loss

Capital Loss adalah kerugian yang diperoleh dari selisih harga jual dan harga beli saham. Capital Loss Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga belinya.

risiko capital loss

Dalam aktivitas perdagangan saham, tidak selalu pemodal mendapatkan capital gain atau keuntungan atas saham yang dijualnya. Ada kalanya investor menjual sahamnya lebih rendah harganya dari harga belinya, dengan demikian investor mengalami capital loss.

Risiko Likuidasi

Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.

likuidasi risiko ilustrasi

Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.

Di pasar sekunder atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Pembentukan harga saham terjadi karena adanya permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Dengan kata lain harga saham terbentuk oleh supply dan demand atas saham tersebut. Supply dan demand tersebut terjadi karena adanya banyak faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri dimana perusahaan tersebut bergerak) maupun faktor yang sifatnya makro seperti tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar dan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan politik, dan faktor lainnya.

Risiko Tidak Mendapat Dividen

Bagi hasil dari perusahaan ke investor sejatinya ditunjukkan dengan dividen. Tapi karena terlalu kecil nilainya, kadang investor ritel kurang memperhatikan yang beginian. Padahal kalau ditabung sih lumayan juga. 

Pernah rekan saya bertanya, setiap tahun investor dapet berapa sih sebenarnya dividen?

Ada konsep yang harus teman-teman sekalian pahami bahwa perusahaan TIDAK MEMILIKI KEWAJIBAN untuk membagikan dividen. Keputusan untuk memberikan atau tidak membagikan dividen ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).


Jangan salah, tidak semua perusahaan yang mengambil keputusan untuk tidak membagikan dividen karena alasan yang jelek. Ada perusahaan yang memang sengaja memperluas usahanya, membangun infrastruktur, dan pembangunan lainnya dengan menggunakan duit yang sebenarnya bisa buat dividen. Tapi keputusan tersebut bisa jadi bagus karena akan meningkatkan performa perusahaan. Ujung-ujungnya juga bakal naikin harga saham investor.

Risiko Suspend

Jika suatu saham terkena suspend atau diberhentikan perdagangannya oleh otoritas bursa efek. Dengan demikian pemodal tidak dapat menjual sahamnya hingga saham yang di suspend tersebut dicabut dari status suspend.

Jangka waktu suspend bervariasi, biasanya berlangsung dalam waktu singkat, seperti 1 hari perdagangan namun dapat pula berlangsung dalam kurun waktu beberapa hari perdagangan.


Ada beberapa hal yang menyebabkan saham diberhentikan sementara perdagangannya:

  • Harga sahamnya mengalami lonjakan, atau penurunan harga yang luar biasa dalam waktu singkat.
  • Perusahaan tersebut dipailitkan oleh kreditornya.
  • Suatu kondisi yang mengharuskan otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan saham tersebut untuk kemudian diminta konfirmasi lainnya, misalnya bila perusahaan tidak memberi laporan keuangan hingga batas waktu yang ditentukan.
Jika setelah didapatkan suatu informasi yang jelas, maka status suspend atas saham tersebut dapat dicabut oleh bursa dan saham dapat diperdagangkan lagi seperti semula.

Risiko Delisting Saham

Risiko lain yang dihadapi oleh para investor adalah jika saham perusahaan dikeluarkan dari pencatatan bursa efek (delisting). Suatu saham perusahaan di-delist di bursa umumnya karena kinerja perusahaan yang buruk, misalnya dalam kurun waktu tertentu tidak pernah diperdagangkan, mengalami kerugian beberapa tahun, dan berbagai kondisi lainnya sesuai dengan peraturan pencatatan di bursa.


Adapula perusahaan yang di delist keluar dari bursa dengan tujuan Go Private, perusahaan yang melakukan Go Private tidak merugikan investor karena perusahaan penerbit saham tersebut melakukan Buy Back terhadap saham yang diterbitkan.

Demikianlah beberapa risiko investasi saham. Sebelum melakukan investasi, perhatikanlah risiko dan keuntungan yang bisa anda dapatkan. Selama anda memperhitungkan segala sesuatunya dengan seksama, maka segalanya akan menjadi baik. Semoga dengan ini anda bisa lebih berhati-hati dan sukses dalam aktifitas investasi anda. 

Source:
Pusatis.com. "Resiko Investasi Saham". WEB. Diakses pada 13 Juli 2018. - 
Diskartes.com. "Risiko Investasi Saham Yang Harus Anda Pahami". WEB. Diakses pada 13 Juli 2018. - 
Financialku.com. "Mengenal Risiko dan Keuntungan Berinvestasi Saham". WEB. Diakses pada 13 Juli 2018. - 

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa Yang Dimaksud Dengan Saham dan Obligasi?

Pengertian Saham dan Obligasi Saham artinya adalah sebuah bukti kepemilikan terhadap suatu perusahaan, hal ini biasa diwujudkan dalam bentuk kertas atau dokumen, semacam sertifikat. Pemilik saham mempunyai hak untuk memperoleh sebagian dari keuntungan perusahaan. Keuntungan itu kita sebut dengan dividen. Ada berbagai definisi saham yang telah dikemukakan oleh para ahli maupun berbagai buku-buku teks, antara lain: Menurut Gitman: Saham adalah bentuk paling murni dan sederhana dari kepemilikan perusahaan. (Gitman:2000, 7) Menurut Bernstein: Saham adalah selembar kertas yang menyatakan kepemilikan dari sebagian perusahaaan. (Bernstein:1995, 197) Menurut Mishkin: Saham adalah suatu sekuritas yang memiliki klaim terhadap pendapatan dan asset sebuah perusahaan. Sekuritas sendiri dapat diartikan sebagai klaim atas pendapatan masa depan seorang peminjam yang dijual oleh peminjam kepada yang meminjamkan, sering juga disebut instrumen keuangan. (Mishkin:2001, 4). Baca ju...

Cara Menggunakan Indikator ATR (Average True Range)

Average True Range (ATR) adalah indikator volatilitas yang menunjukkan seberapa banyak aset bergerak, rata-rata, selama jangka waktu tertentu. Indikator ini dapat membantu day trader mengonfirmasi kapan mereka mungkin ingin memulai perdagangan, dan dapat digunakan untuk menentukan penempatan order stop-loss. Memeriksa Indikator ATR Indikator ATR bergerak naik dan turun saat harga bergerak dalam suatu aset menjadi lebih besar atau lebih kecil. Pembacaan ATR baru dihitung setiap periode waktu berlalu. Pada grafik satu menit, pembacaan ATR baru dihitung setiap menit. Pada grafik harian, ATR baru dihitung setiap hari. Semua bacaan ini diplot untuk membentuk garis kontinu, sehingga trader dapat melihat bagaimana volatilitas telah berubah dari waktu ke waktu. Untuk menghitung ATR secara manual, Anda harus terlebih dahulu menghitung rangkaian True Range (TRs). TR untuk periode perdagangan tertentu adalah yang terbesar dari berikut ini: Harga Tertinggi saat ini dikurangi penutupan sebelumnya ...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...