google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Ulasan Pasar Modal Hari Ini, 18 November 2016 (Global) Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Modal Hari Ini, 18 November 2016 (Global)


Ulasan Pasar Modal Hari Ini, 18 November 2016 (Global)


Daewoo Global Market

US

Saham-saham AS ditutup naik tipis pada hari Kamis seiring dengan ekonomi yang membaik dan kejelasan kebijakan Federal Reserve yang membantu berlanjutnya tren naik pasca Pemilu, dan menempatkan S&P 500 dan Dow pada rekor tertinggi penutupan baru.

Dalam pernyataan di depan House-Senate Joint Economic Committee, Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan kenaikan suku bunga bisa terjadi "relatif segera," menegaskan ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga akan terjadi pada pertemuan Desember. Sementara beberapa investor telah berspekulasi tentang kemungkinan penundaan menyusul terpilihnya Donald Trump yang tidak terduga, yang menambah ketidakpastian pada outlook ekonomi.

Data ekonomi:
*Klaim pengangguran turun lebih dari yang diharapkan (-19.000 ke 235.000), ke level terendah dalam 43-tahun
*Inflasi konsumen naik dengan laju tercepat dalam enam bulan pada bulan Oktober, yang bisa membuat kenaikan suku bunga lebih mungkin
*Fed Philadelphia mengatakan indeks manufakturnya menurun pada bulan November ke 7,6 dari 9,7 pada bulan Oktober.


Europe

Saham-saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Kamis, di tengah penantian investor untuk mendengar petunjuk dari Bank Sentral Eropa dan Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengenai suku bunga.

Pada hari Kamis dirilis risalah ECB untuk bulan Oktober. Bank sentral mempertahankan kebijakan pada pertemuan bulanan, tetapi investor akan menjelajahi rilis untuk mendapat petunjuk tentang langkah tapering pada bulan Desember. Risalah tersebut dirilis pada 12:30 waktu London.

Data ekonomi: Data final untuk inflasi tahunan bulan Oktober di zona euro sesuai dengan ekspektasi, yaitu naik 0,5%.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...