google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham | INAI | 22 Juni 2017 Langsung ke konten utama

Berita Saham | INAI | 22 Juni 2017

DIVIDEN INAI Rp55 PER SAHAM DIBAGI 21 JULI.
IQPlus, (22/06) - Dividen tunai PT Indal Aluminium Tbk (INAI) sebesar Rp55 per saham akan dibagikan pada 21 Juli 2017 mendatang kepada para pemegang sahamnya.

Menurut keterangan perseroan Kamis, cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 5 dan 6 Juli 2017 dan di pasar tunai pada 10 dan 11 Juli 2017 dengan DPS hingga 10 Juli 2017.

Dalam RUPS Tahunan yang digelar 20 Juni lalu di Surabaya, ditetapkan pemberian dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp17.424.000.000 sedangkan sisa laba sebesar Rp18.128.975.244 dicatatkan dalam saldo laba. (end)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

Kisah Pedagang Kopi di Perbatasan RI Beromzet Rp 2 Juta/Hari

Senyum mengembang selalu nampak di raut wajah Siti Badriyah. Perempuan berhijab asal Jawa Tengah itu sudah tinggal di kawasan perbatasan Papua sejak umur 7 tahun. Ia membuka usaha makanan dan kopi keliling di tapal batas Indonesia dengan Papua Nugini. Kalau di Jakarta, mungkin banyak yang menyebut profesi seperti Siti dengan sebutan 'starling', plesetan dari kata Starbucks keliling. Walau hanya berprofesi sebagai starling, bisa dibilang Siti cukup sukses di sana. Bayangkan, omzetnya saja mencapai Rp 2 juta per hari. Kalau dikalikan sebulan berarti puluhan juta omzetnya. Siti bercerita bagaimana awalnya dia bisa tinggal di wilayah perbatasan hingga mencari nafkah di sana. Sejak tahun 1982, Siti mengaku orang tuanya mengikuti program transmigrasi. Karenanya, mau tak mau Siti juga ikut kedua orang tuanya hijrah dari kampung halamannya Banyuwangi ke Papua. Bukan hal yang buruk menurutnya tinggal di kawasan tapal batas. Sebab, selain kondisinya yang juga tentram saat ini, roda ekono...

Analisa Saham DMAS | 29 Januari 2019

FR CGS-CIMB (YU) : Puradelta Lestari Tbk Rosy industrial land sales outlook; DMAS is on track to record strongest sales since 2015-16 DMAS IJ / DMAS.JK | ADD - Maintained | Rp210.00 tp:Rp260.00 Mkt.Cap:US$714.30m | Avg.Daily Vol:US$0.45m | Free Float:17.70% Property Devt & Invt Author(s): Timothy HANDERSON +62 (21) 30061724, Leonardo TUKIMAN Industrial land sales outlook for 2019 seems significantly more upbeat. We think DMAS still has the best sales pipeline and feasibility among IE players. With a pipeline of 150-170ha, it remains on track to achieve 100ha sales this year (stronger even compared to 2015-16, when it hit its peak valuation).  Reiterate Add as we think the current valuation is undemanding. DMAS currently offers 10x 2019 P/E, trading 20/60% below its replacement/NAV.