google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham ISAT 6 Juni 2017 Langsung ke konten utama

Berita Saham ISAT 6 Juni 2017

INDOSAT SIAPKAN INFRASTRUKTUR HADAPI ARUS MUDIK LEBARAN

IQPlus, (06/06) - Perusahaan jasa telekomunikasi Indosat Ooredoo berupaya mempersiapkan infrastruktur untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2017 khususnya di titik-titik padat kendaraan.

"Beberapa titik rawan yang kami siapkan salah satunya jalan tol, di antaranya Tol Brebes, Bawen, dan Tingkir," kata Kepala Regional Jawa Bagian Barat dan Tengah Hari Sukmono di Semarang, Senin.

Selain mempersiapkan "base transceiver station" (BTS) atau menara telekomunikasi, pihaknya akan menyediakan "mobile" BTS di titik rawan kemacetan. Khusus di Jawa Bagian Barat dan Tengah, pihaknya menyediakan 10 "mobile" BTS.

"Kalau untuk jumlah BTS-nya di seluruh Indonesia mencapai 56.483 BTS. Khusus BTS yang ada di Jawa Bagian Barat dan Tengah saat ini sedang kami hitung," katanya.

Hari mengatakan kesiapan BTS tersebut untuk menghadapi kenaikan penggunaan layanan data oleh pelanggan. Pihaknya memprediksi selama arus mudik hingga Lebaran, layanan data akan meningkat hingga 69 persen.

"Meningkatnya ini menjadi di kisaran 3.400 terabyte/hari, meski demikian kami tetap menyiapkan kapasitas hingga 7.344 terabyte/hari," katanya.

Sementara itu, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen, pada 10 Mei 2017 pihaknya meluncurkan inovasi produk terbaru dengan memberikan ekstra kuota untuk akses aplikasi sehari-hari pelanggan.(end)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...