google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham ISAT | 10 Agustus 2017 Langsung ke konten utama

Berita Saham ISAT | 10 Agustus 2017

JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) mampu mencatat laba bersih yang lebih baik. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Kamis (10/8), kenaikan laba bersih ISAT mencapai 83% year on year (yoy) menjadi Rp 784,21 miliar dari yang sebelumnya Rp 428,07 miliar.

Kenaikan laba bersih itu tak lepas dari kenaikan pendapatan ISAT sebesar 8% jadi Rp 15,11 triliun dari sebelumnya Rp 13,94 triliun.

Pada saat yang bersamaan, ISAT mampu memotong biaya pemasaran. Hal ini terlihat dari turunnya beban pemasaran sebesar 11% menjadi Rp 593,37 miliar.

Jika ditotal, beban pokok ISAT sejatinya naik 5% yoy jadi Rp 12,86 triliun. Tapi, dengan efisiensi pemasaran tersebut, porsi beban pokok terhadap pendapatan ISAT justru turun jadi 85% pada semester I tahun ini dari sebelumnya 87% di semester I 2016.

Alhasil, ISAT mencatat laba kotor Rp 2,25 triliun. Angka itu meningkat 32% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 1,7 triliun.

ISAT juga mencatat penurunan kerugian nilai wajar derivatif yang cukup signifikan yang membuat laba bersihnya menjadi jauh lebih moncer. Kerugian nilai wajar ISAT turun 8% jadi hanya Rp 38,03 miliar.

Seiring dengan kenaikan laba bersih tersebut, maka laba bersih per saham atau earning per share (EPS) ISAT lompat dari Rp 78,78 jadi Rp 144,32 per saham.

Harga ISAT ditutup di Rp 6.750 pada Kamis (10/8), naik 1,5% dari posisi kemarin Rp 6.650 per saham.

ref. kontan.co.id

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...

INVESTASI SAHAM MENURUT PARA AHLI

Investasi saham adalah aktifitas menarik baik untuk mempersiapkan masa depan maupun juga untuk sebagai aktifitas harian. Para ahli telah menerangkan makna investasi secara umum dan investasi saham secara khusus.  Pengertian Investasi Menurut Para Ahli Haming dan Basalamah Menurut Haming dan Basalamah, Investasi adalah pengeluaran saat sekarang untuk membeli aktiva real seperti tanah, rumah, mobil, dan lain-lain atau juga aktiva keuangan memiliki tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi di masa yang mendatang, selanjutnya dikatakan investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber atau dana yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang dan dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Mulyadi Menurut Mulyadi, Investasi adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapatkan hasil laba di masa yang akan datang. Sadono Sukirno Menurut ...