google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Inspirasi Investasi : Bonny Iriawan | 6 Agustus 2017 Langsung ke konten utama

Inspirasi Investasi : Bonny Iriawan | 6 Agustus 2017

JAKARTA. Kebutuhan yang mendesak membuat Bonny Iriawan mengenal investasi. Pesan orangtua semakin memantapkan niat Executive Vice President PT Schroder Investment Management Indonesia ini untuk berinvestasi. Produk pertama yang ia pilih: properti.

Pada 1989 silam, Bonny yang masih bekerja di sebuah bank mengambil personal loan. Akhirnya, dia memutuskan membeli rumah ketimbang mobil dengan menggunakan pinjaman itu. Dari situ, kesadarannya terhadap investasi semakin besar.

"Awalnya, orangtua yang mengajarkan untuk membeli rumah tinggal terlebih dahulu. Jika sudah punya satu rumah, bisa dicoba untuk membeli rumah kedua dan selanjutnya," cerita Bonny. Apalagi, saat itu ia bekerja di bank yang semakin memudahkannya untuk mengambil kredit pemilikan rumah (KPR).

Namun, pada 1994, Bonny mulai melirik instrumen baru setelah pindah kerja. Ia memang beralih pekerjaan dari perbankan masuk ke industri pasar modal. Nah, lingkungan kerja dan teman-teman di industri pasar modal membuatnya tertarik untuk menjajal instrumen investasi saham.

Ketertarikan Bonny pada saham juga berasal dari keingintahuan pada instrumen investasi tersebut. Selain itu, dia memiliki prinsip, "bagaimana mau menyakinkan investor kalau kita sendiri tidak berinvestasi pada produk yang kita tawarkan," ujarnya.

Kala itu, Bonny mengaku dirinya tergolong investor jangka pendek. "Yang melakukan momentum trading dan berinvestasi di single stock," ungkap ayah tiga orang anak ini.

Tertarik reksadana

Setelah hampir sembilan tahun mencicipi asam garam investasi di saham, Bonny mulai melirik instrumen lain. Sama seperti sebelumnya, ketertarikan Bonny pada instrumen investasi lainnya terjadi setelah pindah kerja ke perusahaan lain.

Ya, di 2003, Bonny mulai bekerja di Schroder Investment Management Indonesia. Nah, saat itulah ia baru mendapatkan wawasan tentang investasi jangka panjang. Tak hanya itu, dia pun mulai mengenal pentingnya diversifikasi portofolio. Pilihannya tentu saja masuk ke reksadana milik Schroder.

Selama berinvestasi, Bonny merasakan pasang surut. Bahkan, kerugian dan keuntungan dirasakannya hampir bersamaan.

Namun, yang paling membekas adalah kejadian di 2008. Ketika itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 50%. "Investasi saya di Reksadana Schroder Dana Prestasi Plus (SDPP) juga turun sampai 40%," kata Bonny.

Cuma, tak seperti kebanyakan investor yang memilih untuk cut lost alias menarik semua dana investasinya, Bonny malah tetap mendiamkan investasinya tersebut. Tak disangka, pada 2009 IHSG malah rebound di atas 80%. "Akhirnya, investasi saya di Reksadana SDPP malah naik di atas 100%, mengikuti pergerakan IHSG," ungkapnya dengan senang.

Kejadian tersebut sangat membekas di pikiran Bonny. Apalagi, ketika memilih produk reksadana tersebut, ia belum sepenuhnya bekerja di Schroder.

Menurutnya, investasi selalu berkaitan dengan risiko. Karena itu, ia memiliki prinsip: untuk meminimalisir risiko, cara satu-satunya adalah dengan investasi jangka panjang dan berkala. Selain itu, tidak mudah terpengaruh dengan fluktuasi pasar dalam jangka pendek.

Meski berkecimpung di dunia investasi selama 27 tahun, Bonny masih merasa belum memiliki cukup ilmu. Itu membuatnya tetap belajar guna mengamati perilaku pasar setiap hari. Mulai dari mengenali profil risiko (risk profile) dan tujuan investasi masing-masing. "Sebaiknya, investasi dilakukan sejak usia muda, sisihkan penghasilan lebih dulu untuk investasi dalam jumlah kecil namun bertahap," imbuhnya.

Komentar

  1. KABAR BAIK!!!

    Nama saya Aris Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu untuk Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran dimuka, tetapi mereka adalah orang-orang iseng, karena mereka kemudian akan meminta untuk pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, sehingga hati-hati dari mereka penipuan Perusahaan Pinjaman.

    Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial dan putus asa, saya telah tertipu oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan digunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dan tingkat bunga hanya 2%.

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan, telah dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.

    Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda menuruti perintahnya.

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan bercerita tentang Ibu Cynthia, dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia, Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening mereka bulanan.

    Sebuah kata yang cukup untuk bijaksana.

    BalasHapus

Posting Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...

INVESTASI SAHAM MENURUT PARA AHLI

Investasi saham adalah aktifitas menarik baik untuk mempersiapkan masa depan maupun juga untuk sebagai aktifitas harian. Para ahli telah menerangkan makna investasi secara umum dan investasi saham secara khusus.  Pengertian Investasi Menurut Para Ahli Haming dan Basalamah Menurut Haming dan Basalamah, Investasi adalah pengeluaran saat sekarang untuk membeli aktiva real seperti tanah, rumah, mobil, dan lain-lain atau juga aktiva keuangan memiliki tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi di masa yang mendatang, selanjutnya dikatakan investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber atau dana yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang dan dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Mulyadi Menurut Mulyadi, Investasi adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapatkan hasil laba di masa yang akan datang. Sadono Sukirno Menurut ...