google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham BJTM | 12 Januari 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham BJTM | 12 Januari 2018

Berita Saham BJTM

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) mengembangkan sejumlah teknologi digital pelayanan perbankan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengimbangi munculnya layanan keuangan digital atau "financial technology" (fintech).

Direktur Utama Bank Jatim Tbk, R Soeroso di Surabaya, Kamis mengakui keberadaan fintech saat ini sudah menjamur dengan beberapa keunggulan layanannya yang memudahkan pembiayaan masyarakat.

Oleh karena itu, kata Soeroso, Bank Jatim telah mengembangkan beberapa teknologi keuangan, antara lain layanan keuangan digital "E-Nyang Nang Pasar" atau aplikasi untuk memudahkan pedagang pasar dalam membayar retribusi pasar dan mengontrol keuangan bagi pemerintah daerah.

Selain itu, kata Soeroso, Bank Jatim juga bekerja sama dengan perbankan nasional untuk menyukseskan gerakan transaksi nontunai, seperti bekerja sama BCA dalam mengeluarkan produk kartu nontunai bernama Flazz.

Sementara untuk kerja sama, Soeroso membidik sejumlah kalangan masyarakat, seperti kalangan pensiunan dengan menggandeng Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari.

"Beberapa kerja sama juga diupayakan untuk bersaing dengan keberadaan teknologi digital seperti fintech, kami juga berupaya memudahkan layanan keuangan bagi masyarakat," ucapnya.

Ia mengatakan, tujuan kerja sama dengan berbagai kalangan adalah untuk memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia, sebagai tujuan utama keberadaan Bank Jatim.

Selain itu, kata Soeroso, Bank Jatim juga sedang fokus pada pembiayaan ekonomi dan infrastruktur di Jatim, sebab dua tujuannya itu mempunyai multiplayer efek yang besar terhadap masyarakat kecil. (end)

IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...

INVESTASI SAHAM MENURUT PARA AHLI

Investasi saham adalah aktifitas menarik baik untuk mempersiapkan masa depan maupun juga untuk sebagai aktifitas harian. Para ahli telah menerangkan makna investasi secara umum dan investasi saham secara khusus.  Pengertian Investasi Menurut Para Ahli Haming dan Basalamah Menurut Haming dan Basalamah, Investasi adalah pengeluaran saat sekarang untuk membeli aktiva real seperti tanah, rumah, mobil, dan lain-lain atau juga aktiva keuangan memiliki tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi di masa yang mendatang, selanjutnya dikatakan investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber atau dana yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang dan dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Mulyadi Menurut Mulyadi, Investasi adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapatkan hasil laba di masa yang akan datang. Sadono Sukirno Menurut ...