google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham LPPF | 12 Maret 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham LPPF | 12 Maret 2018

Analisa Saham LPPF

Ciptadana Sekuritas on Matahari Department Store (LPPF) 02/28/2018
FY17 results met expectations, guiding for better SSSG

-  Matahari Department Store (LPPF) melaporkan laba bersih sebesar Rp1.9tn (-6,0% YoY) yang sesuai dengan ekspektasi kami pada 97% FY17F . Pendapatan dan laba kotor rata-rata berada di level Rp10,0tn (+ 1,3% YoY) dan Rp6,3 triliun (+ 0,8% YoY), sedangkan laba usaha tercatat sebesar Rp2,4 triliun (-4,7% YoY) didukung kenaikan 4,6% dalam biaya operasi. Margin profitabilitas perusahaan memburuk karena marjin kotor sedikit turun menjadi 62,5% dari sebelumnya 62,8%, marjin usaha turun menjadi 24,0% dari sebelumnya 25,5%, dan marjin laba bersih turun 19,0% dari 20,4%. Namun, melihat secara triwulanan, pada 4Q17 kita melihat peningkatan keseluruhan dibandingkan kuartal sebelumnya. Laba bersih terlihat tumbuh sebesar 140,6% QoQ yang berada di level Rp401,4 miliar karena pendapatan bersih melonjak sebesar 36,8% QoQ.

-  Sepanjang 4Q17, LPPF membukukan SSSG 3,7% senilai FY17 SSSG sebesar -1,2%. Jabodetabek membukukan SSSG tertinggi di bidang akuntansi 4Q 4,8%, diikuti oleh Luar Jawa sebesar 4,4%, dan Jawa 2,1%. Di wilayah luar Jawa, perusahaan tersebut menyatakan bahwa Kalimantan telah berjalan dengan baik. Selanjutnya, di kuartal tersebut, Luar Jawa telah memberikan kontribusi penjualan kotor tertinggi sebesar 41,5%, diikuti oleh Jawa sebesar 32,4%, dan Jakarta sebesar 21,4%.

-  Valuasi: BUY dengan Tp Rp13,200

by Mirae Asset Sekuritas

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...