google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham KAEF | 12 Maret 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham KAEF | 12 Maret 2018

Berita Saham KAEF

PT Kimia Farma (KAEF) siap menggenjot tingkat penjualan produk bedak tabur antiseptik untuk mencapai target pangsa pasar 20-25 persen hingga 2020.

Direktur Pengembangan Bisnis PT KF Pujianto di Jakarta, Minggu, mengatakan saat ini pihaknya memegang 11 persen dari pangsa pasar produk bedak tabur antiseptik nasional.

"Kami menargetkan terjadi peningkatan hingga mencapai 20 sampai 25 persen secara bertahap hingga 2020," katanya saat menggelar program "Teman Main Salicyl Fresh" di Taman Langsat Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Pujianto mengaku optimis mampu mencapai target peningkatan penjualan produk tersebut karena didukung jaringan distribusi yang luas hingga ke pelosok tanah air.

Saat ini, Kimia Farma memiliki 47 cabang penjualan dan distribusi di Indonesia, kemudian lebih dari 1.000 apotik Kimia Farma yang menjadi salah satu titik penjualan.

"Nantinya kami akan meningkatkan jalur distribusi tidak hanya melalui apotik namun juga ritel-ritel modern," ujar Pujianto.

Sementara itu, Marketing Manajer OTC dan Herbal Kimia Farma Rizal Ginanjar mengatakan pada 2016 nilai penjualan produk bedak antiseptik mencapai Rp300-400 miliar.

Oleh karena itu, tambahnya, dengan target peningkatan penjualan hingga 25 persen tersebut pihaknya siap melakukan berbagai upaya antara lain fokus di daerah-daerah potensial pasar produk bedak antiseptik.

Selama ini, daerah-daerah pantai atau pesisir merupakan salah satu pasar potensial produk bedak tabur antiseptik karena kondisi cuaca yang panas mengakibatkan badan cepat berkeringat.(end)

Source:
IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...