google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham ADHI | 12 Maret 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham ADHI | 12 Maret 2018

Berita Saham ADHI

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengaku telah menerima realisasi pembayaran pertama proyek LRT (Light Rail Transit) Jabodebek Fase Pertama ini senilai Rp3,42 triliun (di luar pajak) dari PT Kereta Api Indonesia (persero) yang mana merupakan pengelola proyek LRT Jabodebek.

Direktur Adhi Karya, Budi Harto mengungkapkan bahwa, pembayaran tersebut sudah diterima pada Kamis (08/03) kemarin. Pembayaran ini dilakukan berdasarkan progres pekerjaan LRT Jabodebek oleh perseroan hingga September 2017.

"Pertama-tama kami bersyukur, kemarin hari baik. Kami menunggu 2 tahun terima pembayaran dari PT KAI Rp3,45 triliun di luar pajak," kata dia di Jakarta, Akhir pekan lalu

Lebih lanjut Budi menyebutkan kalau pihaknya akan menerima pembayaran tahap kedua mengacu kepada progres pekerjaan dari Oktober 2017 sampai dengan Oktober 2018.

"Saat ini kami sedang menyiapkan progres yang berikutnya. Mudah-mudahan yang kedua ini tidak terlalu lama," jelasnya.

Disamping itu, perseroan juga mengumumkan progres pembangunan transportasi massal yang digadang-gadang mulai bisa beroperasi pada 2019 mendatang.

Adapun progres transportasi massal tersebut sampai dengan 2 Maret 2018 sudah mencapai 34%. .Rincian progres masing-masing lintas adalah, Cawang-Cibubur (14,3 km) 57%, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas (10,5 km) 17,7%, dan Cawang-Bekasi Timur (18,3 km) 28,7%,. pungkasnya. (end/fu)

source:
ADHI

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...