google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham Terpengaruh Harga Minyak Langsung ke konten utama

Saham Terpengaruh Harga Minyak

Kenaikan harga minyak global yang terus mendekati level US$ 70 per barel, berhasil mendorong kinerja positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Kamis (19/4). IHSG mendarat pada zona hijau di level 6.355,90 atau naik 0,57% setara 35,89 poin.

Analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, penguatan harga minyak tersebut telah dipengaruhi berbagai faktor. Khususnya, ekspektasi Arab Saudi yang berharap harga minyak mentah dunia bisa kembali ke level US$ 80 per barel, bahkan hingga US$ 100 per barel.

Sementara itu, konflik Suriah yang masih berlanjut, disinyalir turut ambil andil dalam kenaikan harga minyak saat ini. "Jadi wajar kapasitas produksi terganggu," ungkap Nafan, Kamis (19/4).

Di sisi lain, emiten-emiten di sektor pertambangan khususnya minyak dan gas bumi bakal mendapat katalis positif, karena tertolong kondusifnya harga komoditas dunia. Sehingga, ini berdampak positif pada kinerja emiten seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Elnusa Tbk (ELSA), serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM).

Keuntungan dari kenaikan harga minyak global juga telah mendorong neraca perdagangan Maret 2019 tercatat surplus US$ 1,09 miliar. Di samping itu, kinerja sektor-sektor tertentu bakal ikut terdampak positif, seperti dengan meningkatnya harga batubara, migas, alumunium dan sebagainya.

"Secara teknikal, harga minyak bisa menyentuh level US$ 75 per barel dan menurut saya itu sudah di tahap resistance, dalam jangka menengah," ungkapnya.

https://goo.gl/6dmwbJ

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...