google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia | 17 September 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia | 17 September 2018


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (17 September, 2018)
Research Team (research@miraeasset.co.id)

Market comment by Taye Shim (taye.shim@miraeasset.com)
Market Indonesia memperpanjang kenaikan (+1,2%) pada hari Jumat didukung oleh 1) penguatan rupiah, 2) turunnnya yields, dan 3) foreign net purchase setelah 10 sesi perdagangan. Investor mendapatkan kembali risk appetite karena perbincangan trade terbaru antara AS dan China membantu meningkatkan sentimen. Namun, selama akhir pekan, Reuters melaporkan bahwa Trump kemungkinan akan mengumumkan tarif baru untuk China pada awal Senin. Berdasarkan Reuters, Trump akan segera mengumumkan tarif baru atas impor Cina senilai USD200 miliar, namun, di bawah original rate 25% sebelumnya yang sedang dipertimbangkan Trump. Kami mengekspektasikan market tetap berada dalam jalurnya sampai ada kejelasan lebih lanjut tentang perkembangan ini.

Market Indicator
JCI: 5,931.28 (+1.25%)
EIDO: 22.81 (+0.09%)
DJIA: 26,154.67 (+0.03%)
FTSE100: 7,304.04 (+0.31%)
USD/IDR: 14,807 (-0.22%)
10yr GB yield: 8.41% (-11bps)
Oil Price: 68.99 (+0.58%)
Foreign net purchase: -IDR270.7bn

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141)
TOP BUY: TLKM, BBRI, UNVR, BBNI, BMRI
TOP SELL: BBCA, PGAS, PTBA, ADRO, PTPP

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102)
TLKM, BBCA, BBRI, POOL, TKIM

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Equity Movers
Investment Information Team (saryanto@miraeasset.co.id)

Yellen: Perekonomian AS melakukan dengan sangat baik
Yellen: Menjaga ekspansi di jalur akan sangat menantang bagi Fed
Yellen: Khawatir ekonomi bisa menjadi terlalu panas, meski belum ada tanda-tanda
Inventaris bisnis A.S. di bulan Juli meningkat sebesar 0,6%
Sentimen konsumen AS naik menjadi 100,8 pada bulan September dari 96,2

*BBRI +2.33%.  BBRI tidak naikkan bunga kredit kendaraan bermotor (KKB) sampai akhir 2018
*BBTN +3.07%.  BBTN nilai kredit konstruksi bakal naik dari permintaan KPR
*BRPT +6.48%.  BRPT kantongi pendapatan US$ 1,55 miliar, setelah akuisisi star energy 
*EXCL +2.02%.  EXCL terbitkan obligasi dan sukuk ijrah, serta perkuat jaringan dan layanan
*SMRA +2.98%.  Peringkat SMRA dapat naik jika konsisten dalam mencapai pra penjualan, pendapatan, serta EBITDA
*HRTA +3.27%.  Pefindo beri peringkat A- untuk Hartadinata Abadi (HRTA)
*MABA -1.56%.  Rupiah melemah tidak berdampak pada kinerja Marga Abhinaya (MABA)
*MEDC -2.35%.  MEDC melakukan penawaran obligasi berkelanjutan III tahap II dengan jumlah pokok Rp 1,25 triliun

Technical insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

*IHSG Daily, 5,931 (+1.246% ) limited upside, trading range hari ini 5,908, – 5,953. Indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized masih cenderung naik lebih lanjut. Pada periode weekly ,indikator MFI optimized , indikator RSI optimized dan Stochastic %D optimized  masih bergerak turun. Daily resistance terdekat di 5,953 dan support di 5,908.Cut loss level di 5,789.

*HRUM Weekly, 2,440 (+4.27%), trading buy ,trading range 2,300  – 2,560. Indikator MFI  optimized dan dan indikator Stochastic %D optimized  cenderung naik. Daily support di 2,380 dan resistance di 2,490. Cut loss level di 2,240.

*INCO Weekly, 3,390 (+5.28%), trading buy,  3,200 – 3,520. indikator MFI optimized  akan menguji support trendline , indikator RSI optimized dan Stochastic %D optimized cenderung naik Daily dan Weekly resistance di 3,460 dan 3,520. Sementara itu daily dan weekly support di 3,320 dan 3,200. Cut loss level di 3,110.

*INKP Weekly, 17,900 (-0.42%),trading buy,  trading range 16,800 – 18,900 . Indikator MFI optimized  akan menguji support trend line dan indkator Stochastic%D optimized masih cenderung naik. Dengan demikian diperkirakan potensi kenaikkan masih terlihat. Perkiraan daily dan weekly support di 13,375 dan 16,800. Daily dan weekly resistance di 18,200 dan 18,900. Cut loss level di 16,475.

Daily write up
AGRO – Strengthen capital to become bigger by Investment Information team (investment.information@miraeasset.co.id)

- BRI AGRO adalah Bank yang termasuk dalam kategori BUKU II (Bank dengan modal inti Rp 1 Triliun≤Rp 5 Triliun) dan berfokus pada pembiayaan agribisnis, Dari seluruh pembiayaan, posisi per Juni 2018 pembiayaan sektor agro bisnis memiliki porsi sebesar 68% dan non agrobisnis sebesar 32%.

- BRI-Agro membukukan laba bersih pada 1H18 Rp 130.93 miliar atau naik 160% (YoY) kenaikan dikarenakan pinjaman yang naik cukup signifikan Tingkat NIM berada di level 3.55% (RBB 3.64%) sedikit dibawah RBB dikarenakan suku bunga simpanan meningkat dan suku bunga pinjaman tidak secara langsung dinaikan , LDR berada di level 88.43% (RBB 88.26%), sedangkan NPL berada di level 2.20% (RBB 3.69%) BRI Agro melakukan berbagai langkah dalam memperbaiki tingkat NPL, resktrukturisasi utang, penagihan yang lebih intensif dan persuasif, gugatan sederhana, serta membentuk tim-tim sederhana selain itu kenaikan outstanding pinjaman menjadi faktor penurunan NPL. Tahun 2018 ini AGRO menargetkan laba bersih sebesar Rp 233 miliar, dan ekspektasi target laba tahun 2019FY setelah right issue sebesar Rp 376 milar.

- Pada September 2018 BRI Agro melakukan right issue dengan nilai emisi maksimum sekitar Rp 2 Triliun atau sebanyak banyaknya sekitar 5 miliar saham Harga pelaksanaan Rp 400 dengan perbandingan 1,000 saham lama akan mendapatkan 271 HMETD. Penggunaan dana  adalah untuk memperkuat struktur permodalan yang selanjutnya akan digunakan seluruhnya untuk mendukung pertumbuhan kredit.
(lihat report selengkapnya: https://goo.gl/Jt2TWB)               
Please click here to view full report


Sector Update
Media - Winning audience share is not enough by Christine Natasya (natasya@miraeasset.co.id)
(Sep 14, 2018)

- In 2Q18, private consumption growth improved to 5.14% YoY (vs. 4.95% YoY in 1Q18 and 2Q17). Food and beverages (including restaurants), which account for the bulk of private consumption (around 37%), grew 5.38% in 2Q18 (vs. 5.25% in 2Q17), followed by transportation at 5.32% (vs. 5.28% in 2Q17 and 5.13% in 1Q18).

- Over the past five years, both Surya Citra Media (SCMA) and Media Nusantara Citra (MNCN) have seen single-digit or even negative bottom-line growth, worse than in past years. Over the past three years, SCMA’s valuation has consistently been higher than MNCN’s.

- We believe we could see further upside when 1) media companies start to book significant revenue from content sold to outside digital platforms, 2) global sentiment starts to unwind, 3) the rupiah appreciates, and 4) investments in digital platforms start to bear fruit.
(See full report: https://goo.gl/snJGN4)



BEI mencabut suspensi Andira Agro (Investor Daily)
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencabut penangguhan transaksi perdagangan saham PT Andira Agro Tbk (ANDI). ANDI dapat diperdagangkan baik dalam pasar tunai dan pasar reguler pada 17 September.

Hartadinata memperluas bisnis pegadaian (Investor Daily)
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) berencana untuk membangun anak perusahaan baru yang berfokus pada bisnis pegadaian. Perusahaan telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Investasi yang dibutuhkan oleh perusahaan sebesar IDR3,5 miliar.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...