google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia | 28 September 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia | 28 September 2018


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (28 September, 2018)
Research Team (research@miraeasset.co.id)

Market comment by Taye Shim (taye.shim@miraeasset.com)
Seperti yang diperkirakan, BI menaikkan suku bunga utamanya sebesar 25bps menjadi 5,75%. Gubernur Perry memberikan panduan bahwa bank akan bergerak ahead of the curve, bagaimanapun, pada saat ini, BI tampaknya tidak putus asa dalam agenda kenaikan suku bunganya. Sebagaimana BI menelusuri jejak The Fed, kami tidak percaya ini akan memberikan implikasi positif pada rupiah. Kami memperkirakan IHSG akan trade lebih tinggi karena kenaikan suku bunga Fed dan BI secara luas in line dengan ekspektasi. Kami juga mencatat bahwa hari ini adalah sesi perdagangan terakhir untuk 3Q18.

Market Indicator
JCI: 5,929.22 (+0.95%)
EIDO: 22.69 (-0.09%)
DJIA: 26,439.93 (+0.21%)
FTSE100: 7,545.44 (+0.45%)
USD/IDR: 14,923 (+0.08%)
10yr GB yield: 8.18% (-6bps)
Oil Price: 72.12 (+0.77%)
Foreign net purchase: -IDR113.7bn

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141)
TOP BUY: PGAS, UNTR, PTBA, TKIM, UNVR
TOP SELL: BMRI, BBTN, BBRI, ASII, PNLF

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102)
BBRI, BBCA, BMRI, PGAS, ASII

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Equity Movers
Investment Information Team (saryanto@miraeasset.co.id)

Klaim pengangguran di level tertinggi sejak awal Agustus
Klaim pengangguran AS meningkat 12.000 hingga 214.000
Orders for core capital goods turun 0,5% pada bulan Agustus
Durable-goods orders dikurangi transportasi naik 0,1% pada bulan Agustus
U.S. durable goods AS naik 4,5% pada bulan Agustus     
                     
*PTBA +1.2%. Bukit Asam Ground Breaking Proyek Gasifikasi Desember
*BSSR +5.1%  Dividen interim Baramulti Suksessarana dibagikan 19 Oktober
*BDMN +0.7%. Bank Danamon lepas Adira Insurance ke Zurich
*ULTJ +4.9%. Ultra Jaya menargetkan pertumbuhan laba hingga 10%
*RIGS +3.4%. RIGS jual 8 kapal Tongkang
*AKSI -25.0%. BEI cabut suspensi saham Majapahit Inti Corpora

Technical insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

*IHSG Daily, 5,929.22 (+0.953% ) test resistance at 5,952. trading range hari ini 5,881 – 5,952. Indikator MFI optimized relatif flat namun indikator RSI optimized cenderung naik Pada periode weekly ,indikator MFI optimized dan RSI  optimized  dan indikator Stochastic % D masih naik. Daily resistance terdekat di 5,952 dan support di 5,881.Cut loss level di 5,766.

*JPFA  Daily , 2,030 (0.0%), trading buy, trading range 2,000 – 2,090. indikator MFI  optimized cenderung naik dan indikator Stochastic %D  akan menguji support trendline.  Daily support di 2,000 dan resistance di 2,090. Cut loss level di 1,990.

*UNTR Weekly, 31,175 (-3.38%), trading buy,  31,250 – 33,500.  Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trendline dengan potensi menguat. Daily dan Weekly resistance di 32,625 dan 33,500. Sementara itu daily dan weekly support di 31,450 dan 31,250. Cut loss level di 31,050.

*CPIN Daily, 5,000 (+0.0%), buy on weakness,  trading range 4,900 – 5,125 . Indikator MFI optimized  dan indkator RSI optimized akan menguji support trend line Dengan demikian diperkirakan potensi koreksi muiai terbatas. Perkiraan daily dan weekly support di 4,900 dan 4,950. Daily dan weekly resistance di 5,125 dan 5,375. Cut loss level di 4,720.

Daily write up
Telecommunication – Take a bottom-up approach by Giovanni Dustin (giovanni@miraeasset.co.id)

- September data package survey: Recovery story continues to take shape - Berdasarkan pembicaraan terakhir kami dengan emiten dan channel checks, kami mendapat informasi bahwa harga paket mulai naik. Operator mulai menaikan harga berbagai paket sejak Juli.

- Are data yield hikes sustainable in the long run? - Kami percaya bahwa peningkatan data yield saat ini lebih didasarkan pada "itikad baik/good faith" antar operator, karena semua operator ingin registrasi SIM menjadi sukses dan bermanfaat untuk jangka panjang. Akan tetapi, apabila peraturan registrasi tidak diperketat, kami melihat adanya kemungkinan  registrasi SIM gagal membawa perubahan jangka panjang dan persaingan akan kembali seperti sebelumnya.

- Sticking with the proven winner - mengingat ketidakpastian yang tinggi, kami masih memilih TLKM sebagai top pick kami, karena TLKM menawarkan karakteristik saham defensif (fundamental kuat, risiko rendah), tetapi tetap dibarengi dengan potensi pertumbuhan yang tinggi.

- TLKM remains our preferred pick (Buy/TP: IDR5,000)
(Lihat: https://goo.gl/p8h9YU)



Apindo desak pemerintah buka keran impor jagung lagi (Kontan)
Kenaikan harga jagung belakangan ini membuat kinerja bisnis perusahaan pakan ternak dan peternakan ayam tertekan. Kebutuhan jagung industri pakan ternak 8 juta ton per tahun, tapi baru 5 juta yang ada.

Inalum secara resmi mengakuisisi 51% Freeport Indonesia (Investor Daily)
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) secara resmi mengambil 51% saham Freeport Indonesia setelah perjanjian jual beli (SPA) antara Inalum dan Freeport McMoran. Inalum akan membayar akuisisi Freeport USD3.85 miliar pada bulan November.

SMMT mencapai setengah dari target produksi batubara (Kontan)
PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) mencatat volume produksi batu bara sebesar 900.000 ton atau mencapai 50% dari target angka produksi 2018F setahun penuh pada bulan Agustus. Komposisi volume penjualan saat ini adalah 60%: 40%  ekspor vs. lokal.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...